Home News Susi Pudjistuti Minta Biaya Tes PCR seperti di India

Susi Pudjistuti Minta Biaya Tes PCR seperti di India

75
0
Susi Pudjiastuti. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Pemilik maskapai penerbangan Susi Air yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjistuti meminta biaya tes PCR turun seperti di India yang hanya Rp 96 ribu. Sebab biaya tes PCR sebesar Rp 300 ribu dari sebelumnya Rp 450 ribu-Rp 550 ribu setelah diminta Presiden Joko Widodo, masih terlalu mahal.

Menurut Susi Pudjiastuti, biaya sebesar Rp 300 ribu masih 3 kali lipat dari harga di India. “Harga PCR mau dipakai disemua moda transportasi. Bisakah harganya seperti India? Kenapa Kita di Indonesia harus bayar 4xnya.. bahkan 6x..sd 10x nya Kenapa dihimbau turun hanya sd Rp 300.000??? India PCR Cuma Rp 96 Ribu, Di RI Kenapa Harganya Selangit?,” cuit Susi Pudjiaastuti di akun [email protected], Selasa 26 Oktober 2021.

Menurut tokoh yang dikenal dengan perintah “tenggelamkan” ini, meski sudah diimbau Presiden Jokowi untuk menurunkan harga tes PCR dan sudah diturunkan menjadi Rp 300 ribu namun biaya tersebut masih terlalu mahal bahkan masih 3 kali lipat dari harga di India.

Harganya diturunkan dong! Masa setelah dihimbau Presiden..masih 3x harga di India,” kata Susi Pudjiastuti.

Ia pun bertanya-tanya, apakah mimpi atau harapan bahwa Kemenkes akan menurunkan biaya tes PCR hingga di bawah Rp 300 ribu atau bahkan sama seperti di India yang sebesar Rp 96 ribu?

Mimpi atau harapan???: Kemenkes bukan hanya merespons intruksi Presiden..tapi ternyata bisa menurunkan harga PCR di bawah Rp 300.000 bahkan dalam seminggu akan turun sama dengan India semoga semoga yok kita berdoa. Harganya tolong samakan dengan India dong Pak! Ini lho,” cuit Susi Pudjiastuti.

Menanggapi cuitan Susi Pudjiastuti, seorang followernya, Muhammad Yunus di akun @MuhYunus92 mengatakan bahwa harga di India bisa murah karena seluruh reagen diproduksi di dalam negerinya sendiri, sedangkan Indonesia hampir semuanya impor.

Jangan dilihat harga akhir saja dong Bu, India bisa keluar harga segitu karena seluruh reagen diproduksi di dalam negerinya sendiri sedangkan kita hampir semuanya impor jadinya tidak apple to apple,” komentar Muh Yunus.

Ia juga menambahkan bahwa coba ditelusuri juga berapa banyak produsen dalam negeri untuk Taqman probe, primer PCR, RNA extraction, dNTP lalu bandingkan dengan India. “Jangan sampai maunya harga tes murah tapi tidak ada lab yang sanggup mengerjakan,” kata M Yunus. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here