Home News Susi Pudjiastuti Dukung Puan Maharani Teriak Kencang Turunkan Biaya Tes PCR

Susi Pudjiastuti Dukung Puan Maharani Teriak Kencang Turunkan Biaya Tes PCR

41
0
Ilustrasi corona. foto: pixabay

BERNASNEWS.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung sikap Ketua DPR RI Puan Maharani yang menolak syarat hasil tes PCR bagi penumpang pesawat terbang. Sebab, selain memberatkan karena biaya tes PCR yang mahal, kondisi Covid-19 saat ini sudah membaik dan melandai.

Susi Pudjiastuti pun meminta Puan Maharani agar berteriak kencang menolak tes PCR sebagai salah satu syarat untuk naik peswat. Kalau pun tetap dilakukan tes PCR namun biayanya pun harus lebih murah bahkan kurang dari Rp 275 ribu.

Betul Mbak Puan … ayo teriakin yg kenceng ..harusnya PCR tidak boleh lebih dari rp 275.000...,”cuit Susi Pudjiastuti di akun twitternya @susipudjiastuti yang diunggah Jumat, 22 Oktober 2021.

Cuitan Susi Pudjiastuti ini disampaikan untuk menanggapi pernyataan Puan Maharani yang meminta pemerintah untuk menurunkan biaya tes PCR bagi penumpang pesawat.

Tingginya biaya tes PCR dikeluhkan masyarakat, terutama bagi mereka yang sering bepergian dengan menggunakan jasa pesawat terbang. Apalagi kalau yang bepergian lebih dari satu orang dalam kelurga.

Daniel Damaledo, warga asal NTT yang lama menetap di Jogja, menilai biaya tes PCR sangat sadis. Daniel yang hendak pulang ke NTT bersama keluarga yang berjumlah 4 orang menilai biaya tes PCR terlalu mahal dan sangat memberatkan masyarakat.

“Dua kali vaksin untuk apa? PCR Rp 450 ribu – Rp 550 ribu. Jika pergi pulang maka sudah Rp 1 juta sendiri.Jika 4 orang dalam satu keluarga maka Rp 4 juta. Sadis…,” kata Daniel Damaledo dalam grup whatsapp warna-warni yang juga diikuti Bernasnews.com.

Karena itu, Daniel Damaledo yang juga Pimpinan Radio Sasando FM itu mengusulkan bahwa sehrusny cukup tes antigen saja yang lebih murah, bukan tes PCR.


Sejumlah netizen pun mengaku bingun dengan biaya tes PCR yang begitu mahal. “Saya bingung aja bu diawal pandemi hingga puncak pandemi harga PCR-SWAB-RAPID bisa menyentuh jutaan hingga ratusan. Namun kenapa kini ketika kasusnya sudah melandai pemerintah baru menurukan harga itu semua? Apa mungkin ada permainan ya didalamnya kalo saya pikir?,” komentar Geovanni dikutip Bernasnews.com di akun twitternya @cannis_menanggapi cuitan Susi Pudjiastuti.

mungkin alat pcr ny masih banyak stok .. drpd ga ada yang make di ya paling mungkin disyaratkan untuk pesawat aja yg pasti .. klo bus dll akan susah org2 nya wkwk,” komentar Aant di akun @aant_as.

Sementara Ibrahim Wahyu S di akun @baiim_ibrahim mengibaratkan harga tes PCR dengan harga cabai dalam hukum ekonomi. “Klau di ekonomi namanya supply and demand.. harga cabai naik klau petani cabai gagal panen sehingga stok cabai menipis padahal permintaan barang masyarakat terap atau cenderung meningkat.. maka harga cabai akan naik agar permintaan cabai berkurang, tidak makan cabai dulu saat ini,” komentar Ibrahim. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here