Home Ekonomi “Supply Chain” dan Logistik di Indonesia Ketinggalan dari Negara ASEAN Lain

“Supply Chain” dan Logistik di Indonesia Ketinggalan dari Negara ASEAN Lain

35
0
Imam Djati Widodo, Prof Senator Nur Bahagia, Prof I Nyoman Pujawan dan Dr Dwi Handayani saat memberi keterangan kepada wartawan di Kampus FTI UII, Rabu (27/11/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com
BERNASNEWS.COM — Saat ini, supply chain dan logistik di Indonesia masih ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan Indonesia hanya menang dengan Laos.  Ketertinggalan Indonesia dengan negara ASEAN lainnya ini salah satunya adalah Indonesia baru mencetuskan Supply Chain sebagai ilmu baru 2013, sementara negara lain sudah lebih dahulu menggarapnya. “Indonesia tertinggal karena fokus pemerintah kurang greget. Selain itu, Perpres tentang supply chain juga tidak dilaksanakan dengan baik. Logistik hanya berhubungan dengan transportasi, tidak mendukung dengan perkembangan ekonomi,” kata Prof Senator Nur Bahagia, Dosen, kepada wartawan di sela-sela acara UII ISLI CAMP 2019 di Kampus FTI UII, Rabu (27/11/2019). Sementara Prof Ir I Nyoman Pujawan M.Eng Ph.D CSCP, Ketua Umum ISLI (Institut Supply Chain Logistic Indonesia (ISLI) yang juga menjadi pembicara dalam forum yang sama mengatakan, kondisi geografis Indonesia yang banyak pulau membuat supply chain tidak bisa berkembang dengan baik. Sebab pengiriman logistik agar sampai pada pulau-pulau membutuhkan lebih dari satu moda angkutan. Selain itu, volume logistik yang diangkut dari wilayah Indonesia Barat ke Indonesia Timur tidak seimbang. Misalnya, dari Indonesia Barat muatan bisa penuh, namun ketika kembali dari Indonesia Timur angkutan tidak penuh. Selain itu, ketika kapal sampai di pelabuhan harus membutuhkan moda transportasi darat untuk mengangkut logistik sampai ke tujuan. “Belum lagi kalau jalannya rusak, angkutan bisa lama sampai tujuan,” tutur I Nyoman Pujawan.
(Dari kiri ke kanan) Dr Imam Djati Widodo, Prof Senator Nur Bahagia, Prof I Nyoman Pujawan dan Dr Dwi Handayani saat memberi keterangan kepada wartawan di Kampus FTI UII, Rabu (27/11/2019). Foto : Istimewa
Akibatnya, menurut Prof Nyoman Pujawan, pengiriman logistik ke Indonesia bagian Timur menjadi mahal, karena kapal menuju ke Timur penuh dengan muatan, sedang sebaliknya tidak banyak isinya. “Infrastruktur untuk mengangkut logistik ke wilayah Indonesia timur menggunakan kapal laut sudah bagus. Tetapi koneksi darat untuk sampai ke tujuan belum bagus. Salah satu contohnya universitas di Indonesia Timur yang ingin membangun gedung mengalami kesulitan mendapatkan bahan bangunan. Ini yang kasat mata,” tandas Nyoman. Ketua Panitia UII Institut Supply Chain Logistic Indonesia (UII ISLI) Camp 2019 Dr Ir Dwi Handayani ST mengatakan, ISLI merupakan kumpulan peneliti, mahasiswa dan praktisi yang mempunyai impresi pada Riset and Development dan pendidikan yang berfokus terhadap logistik dan Supply Chain. ISLI merupakan suatu lembaga yang beranggotakan 93 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan supply chain dan logistik di Indonesia melalui penelitian-penelitian dan diskusi ilmiah. Pada tahun 2019, FTI UII menjadi tuan rumah penyelenggaraan UII ISLICamp 2019. Menurut Dwi Handayani, UII ISLI CAMP 2019 merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menambah wawasan di bidang supply chain dan logistik industri kreatif dengan tema yang diusung “Digitalisasi Supply Chain pada Industri Kreatif di Yogyakarta”. Pada kegiatan UII ISLI Camp 2019, peserta mendapatkan ilmu pengetahuan melalui dialog bersama akademisi, pelaku bisnis dan komunitas. Untuk dosen, diadakan diskusi penyusunan roadmap penelitian di bidang supply chain dan logistik. Sedangkan bagi mahasiswa, mengikuti kuliah umum ERP-SAP (Enterprise Resource Planning-System Application and Processing). Selain itu, dalam kegiatan UII ISLI Camp 2019 juga diadakan kunjungan ke industri kreatif, penulisan book chapter dan lomba poster mahasiswa. UII ISLI Camp 2019 diikuti 122 peserta terdiri dari 35 mahasiswa, 71 dosen dan 16 peserta VVIP. Dr Drs Imam Djati Widodo MEng.Sc, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset mengatakan UII merasa beruntung menjadi tuan rumah ISLI Champ 2019. Karena UII mendapatkan ilmu dan ikut mengembangkan tentang supply chain dan logistik yang relatif masih baru ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here