Home Opini Sunmor Stadion Maguwoharjo Sebagai Cara Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sleman di Tengah Pandemi

Sunmor Stadion Maguwoharjo Sebagai Cara Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sleman di Tengah Pandemi

354
0
Fitria Salsa Bela PS, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis Coronavirus yang baru ditemukan. Coronavirus dapat menyebabkan infeksi saluruan pernafasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius dapat mengakibatkan kematian. Virus baru dan penyakit yang disebabkan ini awalnya tidak dikenali sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019 lalu. Covid-19 saat ini menjadi pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.

Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa bulan terakhir ini tentunya berdampak besar bagi seluruh aspek kehidupan antara lain, pendidikan dan perekonomian khususnya. Pandemi virus Corona juga memberikan berbagai dampak negatif lain tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga kehidupan sehari-hari. Seperti terbatasnya aktivitas di luar rumah, ekonomi yang mulai menurun, hingga banyak masyarakat yang mengalami pemotongan gaji dan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah serta berimplikasi pada terhentinya usaha. Seluruh dunia pun mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia di beberapa negara juga turut terhenti.

Sejak diberlakukannya pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) beberapa waktu lalu, para pelaku usaha banyak mengalami kerugian akibat tidak dapat membuka usahanya. Karena itu, sebagian dari mereka pun bangkrut dan terpaksa gulung tikar. Hal ini mengakibatkan semakin meluasnya PHK pada Pandemi Covid-19  yang telah membawa kesengsaraan terhadap para pekerja formal dan informal. Kementerian Keuangan mencatat, setidaknya ada lebih dari 1,5 juta jiwa pekerja telah dirumahkan dan terkena PHK. Dari angka tersebut 90 persen dirumahkan dan 10 persen sisanya terkena PHK. Sebanyak 1,24 juta orang merupakan pekerja formal dan 265 ribu lainnya merupakan pekerja informal.

Kehadiran virus Corona atau Coronavirus disease 2019 (Covid-19)  telah membuat situasi ekonomi di seluruh dunia memburuk. Bahkan, lembaga keuangan dunia seperti International Monetary Fund (IMF) telah memproyeksikan bahwa ekonomi global tumbuh minus di angka 3%. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan telah mencatat beberapa dampak utama merebaknya Covid-19 bagi perekonomian Indonesia, mulai dari tenaga kerja hingga kinerja industri di tanah air. Dampak ini secara masif telah meluluh lantahkan sendi-sendi sosial dan perekonomian Indonesia.

Covid-19 berdampak besar pada perekonomian DIY. Perekonomian pada ada triwulan pertama 2020, justru anjlok dan menjadi yang terendah di Jawa. Kontraksi yang cukup dalam terjadi pada kinerja investasi. Kondisi pandemi ini juga memberikan tekanan yang luar biasa pada konsumsi rumah tangga. Selain itu, ketimpangan di daerah perkotaan meningkat signifikan, sedangkan ketimpangan di pedesaan relatif stabil.

Sementara sejak 2017, pertumbuhan ekonomi di DIY selalu di atas rata-rata nasional. Pada 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi DIY sempat menjadi yang tertinggi se-Jawa. Namun sejak pandemi, tingkat kemiskinan di DIY justru meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY,  per Maret 2020 tingkat kemiskinan naik menjadi 12,28 persen dibandingkan September 2019 sebesar 11,44 persen.

Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin di DIY sebanyak 475.720 jiwa. Jumlah ini meningkat 34.800 dibandingkan September 2019 sebanyak 440.890 jiwa. Garis kemiskinan DIY juga meningkat jadi Rp 463.479 dari kondisi September 2019 sebesar Rp 449.485 per kapita per bulan. Peningkatan kemiskinan ini juga akibat dari pandemi yang menyebabkan terjadinya perlambatan perekonomian DIY. Angka kemiskinan ini masih lebih tinggi dari rerata nasional dan berada di peringkat ke-11 tertinggi dalam skala nasional.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap berupaya membuka ruang selebar-lebarnya untuk kegiatan ekonomi di tengah masa pandemi Covid-19, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Melalui Anggaran Perubahan tahun ini, Pemkab Sleman terus mendorong sektor-sektor perekonomian seperti jasa, pariwisata dan perdagangan untuk tetap bisa berjalan dan tumbuh dengan baik.

Di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19, perlu ada pengembangan strategi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang baru guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan Bazar Sunday Morning (Sunmor) seperti yang diselenggarakan di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Tujuan bazar tersebut mampu mendorong laju perputaran roda perekonomian di Kabupaten Sleman. Bazar mingguan tersebut digelar mulai pukul 06:00 sampai dengan 10:00 WIB. Jumlah pedagang yang terdaftar pada bazar tersebut sudah sebanyak kurang lebih 150 pedagang.

Hal ini tentunya sesuai dengan edaran Menteri Desa Nomor 15 Tahun 2020 tentang Program Padat Karya dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui BUMDEs. Salah satu poinnya yaitu membuka partisipasi warga untuk usaha di tempat-tempat wisata. Untuk menjaga kegiatan ekonomi ini, tetap disiplin dan patuh protokol kesehatan. Juga kegiatan razia yustisi pelanggaran protokol kesehatan terus dilakukan setiap hari di titik-titik aktivitas ekonomi masyarakat dan objek wisata. Razia oleh Satpol PP Sleman setiap hari dilakukan, dan jika ada yang melanggar maka akan diberikan sanksi tegas hingga penutupan sementara operasionalnya.

Hingga saat ini, masih belum diketahui kapan situasi pandemi ini akan berakhir dan yang bisa dilakukan hanyalah langkah pencegahan. Jadi, usahakan untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti rutin cuci tangan sebelum makan atau setelah menggunakan toilet, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat keluar rumah, hingga menerapkan jaga jarak. Dampak positif dan negatif dari pandemi memang memberi banyak pelajaran, terutama dalam hal pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Berbagai langkah pencegahan yang sudah diterapkan saat ini, dapat dijadikan sebagai bekal untuk menghadapi berbagai penyakit lainnya. (Fitria Salsa Bela PS, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here