Home News Sumadulur dan Srawung di Bumi Pertiwi Nusantara yang Plural

Sumadulur dan Srawung di Bumi Pertiwi Nusantara yang Plural

775
0
Sejumlah pelajar Katolik dari sejumlah SMA di Kabupaten Sleman foto bersama d sela-sela acara Srawung Pelajar Katolik Sleman dan di Seminari Tinggi St Paulus Kentungan Jalan Kaliurang, Depok, Sleman. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Srawung Pelajar Katolik Sleman (SPKS) merupakan wadah para pelajar Katolik Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Sleman. Perkumpulan ini menjadi media komunikasi dan jejaring lintas sekolah.

Salah satu kegiatan yang dilakukan SPKS adalah pertemuan dan Ekaristi Kaum Muda. Acara ini diselenggarakan di kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Jalan Kaliurang. Cuaca mendung tak menyurutkan semangat mereka untuk berkumpul di Pendopo Willekens. Acara dengan tema Nyawiji Dadi Sidji  ini diawali dengan permainan, dinamika kelompok serta beberapa sambutan.

Para peserta SPKS bermain musik pada acara SPKS di Seminari Tinggi St Paulus Kentungan. Foto : Istimewa

CB Ismulyadi SS.M.Hum, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kab Sleman menyambut baik keberadaan SPKS dan kegiatan yang diadakan. “Semoga SPKS betul-betul menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi para pelajar, baik sebagai medan latihan kepemimpinan, pengembangan pribadi, jaringan komunikasi, peneguhan iman serta memberikan sumbangan positif di tingkat sekolah masing-masing dan Kabupaten Sleman,” tutur Ismulyadi.

Cicilia Siswantiningrum S.Pd, Guru SMA N Depok, merasa kagum, bangga dan bersyukur. “Saya kagum dengan semangat dan cara kerja para pelajar, khususnya mereka yang menjadi panitia. Mereka berasal dari berbagai sekolah. Setidaknya lebih dari sepuluh sekolah. Saya bangga dengan aktivitas mereka. Di tengah kesibukan belajar dan event di sekolah, mereka tetap berusaha mengatur waktu demi kelancaran acara. Saya dapat menyaksikan mereka berdinamika dalam semangat untuk berkumpul bersama dengan rekan sebaya. Hal ini memberi warna pada pendidilan di Kabupaten Sleman. Saya juga bersyukur karena para pelajar dapat saling bekerjasama. Saya berharap para pelajar ini terus berproses untuk semakin memberi warna bagi kaum muda,” kata Cicilia.

Sejumlah guru foto bersama romo pada acara Srawung Pelajar Katolik Sleman di Seminari Tinggi St Paulus Kentungan. Foto : Istimewa

Romo FX Sukendar Pr memimpin Perayaan Ekaristi yang dihadiri sekitar 400 pelajar SMAN 1 Godean, SMAN 1 Minggir, SMAN 1 Sleman, SMA N 1 Pakem, SMAN 1 Ngemplak, SMAN 1 Kalasan, SMKN 2 Depok.

Melalui salah satu bagian dalam khotbah, Romo Kendar menyampaikan apresiasi atas keberadaan paguyuban SPKS. Apresiasi positif dan salut untuk para guru/pendamping juga Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kab Sleman sebagai fasilitator paguyuban SPKS.

“Paus Fransiskus mengeluarkan Anjuran Apostolik Christus Vivit – Kristus Hidup, pada 19 Maret 2019 sebagai bentuk apresiasi bagi geliat Gereja memberi perhatian dan kesempatan kepada Gereja untuk memberi perhatian nyata bagi kaum muda. Gereja hidup dan terus hidup manakala memberikan hatinya bagi pembinaan kaum muda. Tokoh-tokoh Alkitab juga santo-santa dihiasi oleh keterlibatan tokoh muda untuk menghidupkan asa akan penyertaan dan kebaikan  Tuhan. Kehadiran para pelajar Katolik se Kab Sleman yang hampir 400an dan memenuhi kapel dan kompleks Seminari Tinggi St Paulus Kentungan, sangat membanggakan,” kata Romo Kendar Pr.

Para pelajar Katolik mengikuti Perayaan Ekaristi dalam acara Srawung Pelajar Katolik Sleman di Seminari Tinggi St Paulus Kentungan. Foto : Istimewa

Romo Kendar berharap semoga perjumpaan ini akan berlanjut pada perjumpaan dan pendampingan berikutnya. Upaya untuk membangun paguyuban, persaudaraan dan srawung antar orang muda Katolik dengan support para orangtua dan pendamping, tentu menjadi harapan kita semua. Ikatan persaudaraan dengan keterbukaan hati untuk berjejaring, saling melengkapi serta belajar berorganisasi diantara orang muda Katolik tentulah menjadi dinamika yang perlu dihidupi dari hari ke hari.

Romo Sukendar Pr saat memimpin Perayaan Ekaristi pada acara Srawung Pelajar Katolik Sleman di Seminari Tinggi St Paulus Kentungan. Foto : Istimewa

Dan kemauan untuk rutin bertemu dari para pengurus SPKS dengan pendampingan guru, tentu menjadi modal dasar yang perlu terus dihidupi dan digemakan. “Selamat berproses untuk sumadulur dan srawung dengan landasan iman Katolik di bumi pertiwi Nusantara yang plural. Bravo Orang Muda Katolik khususnya SPKS,” ucap Romo Kendar.

Kesan positif terhadap rangkaian acara muncul dari para pelajar yang hadir. Catra, pelajar SMAN 2 Sleman, mengatakan, “Terimakasih dengan kegiatan yang sudah diadakan. Saya bisa bertemu dan lebih kenal dengan teman-teman serta guru pendamping. Melalui acara ini, pengetahuan dan pengalaman saya semakin bertambah.” (CB Ismulyadi SS.M.Hum, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kab Sleman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here