Home News Sultan Resmikan Taman Budaya Gunungkidul: “Berharap Jadi Embrio Aktivasi”

Sultan Resmikan Taman Budaya Gunungkidul: “Berharap Jadi Embrio Aktivasi”

86
0
Gubernur DIY Sultan HB X didamping oleh GKR Hemas (tengah), serta tamu undangan foto bersama usai peresmian Taman Budaya Gunungkidul, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (20/12/2021). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Taman Budaya Gunungkidul, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (20/12/2021). Peresmian sekaligus dibarengi Konser Akhir Tahun Yogyakarta Royal Orchestra yang dimeriahkan oleh Iskandar Widjaja. Juga dihadiri oleh GKR Hemas, GKR Mangkubumi, Isteri Bupati Gunungkidul Diah Purwanti, Kepala OPD DIY terkait, Jajaran Forkopinda Kabupaten Gunungkidul dan Direksi Bank BPDDIY.

Dalam sambutannya, Sultan HB X mengatakan, bahwa potensi budaya dan seni Gunungkidul yang beragam memerlukan berbagai sentuhan agar semakin dimaknai dan bermanfaat bagi masyarakat. “Untuk mengembangkan potensi tersebut, berdirilah Taman Budaya Gunungkidul yang merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bagi seni dan budaya,” ungkap Sultan HB X, seperti dikutip dari laman jogjaprov.co.id.  

Sultan HB X berharap, bahwa kehadiran Taman Budaya ini semakin memberikan manfaat dengan menjadikannya sebagai embrio aktivasi.” Di sini, dapat dibuat terobosan-terobosan produktif, dengan menjadikannya sebagai inkubator budaya yang memiliki daya ungkit ekonomi,” bebernya.

Dikatakan, dengan berdirinya Taman Budaya Gunungkidul ini diharapkan dapat mengembangkan invensi, inovasi, serta kreativitas di berbagai bidang untuk mengejar ketertinggalan dari kemajuan bangsa-bangsa Barat dan China. Sri Sultan juga menyatakan pentingnya persatuan demi kemajuan bersama.

“Saya berharap agar gedung yang megah ini diimbangi dengan pemeliharaan dan pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat seniman dan penggiat seni budaya di Kabupaten Gunungkidul,” tutur Sri Sultan.

Taman Budaya Kabupaten Gunungkidul sendiri merupakan kompleks yang meliputi ruang terbuka dan ruang tertutup, sebagai wadah kegiatan untuk penyelenggaraan berbagai pertunjukan dan pagelaran. Juga sekaligus merupakan tempat bertemu dan berkumpulnya para seniman untuk saling bertukar informasi sebagai ajang pengenalan kota dan pelestarian kebudayaan.

Ketua Panitia Agus Kamtono mengatakan, bahwa Taman Budaya diharapkan dapat mewadahi berbagai kegiatan kebudayaan diantaranya adalah pagelaran. Beberapa pagelaran yang bisa difasilitasi antaranya adalah karya gelar seni tradisi, pentas musik, pentas tari, drama atau teater, dan potensi lainnya seperti seni kriya, rupa, kuliner, dan lain-lain. ”Selain itu, Taman Budaya ini juga dapat digunakan untuk workshop atau sarasehan mengenai hasil karya yang dipertunjukkan,” ujar Agus.

Kompleks bangunan Taman Budaya berada di bidang tanah seluas 2,8 hektar dan meliputi gedung auditorium, amfiteater atau ruang pentas terbuka, dan bangunan gedung yang terdiri dari perkantoran, pertokoan atau kios, mini museum, ATM Center, dan lain sebagainya. Dana pembangunan Taman Budaya ini berasal dari dana keistimewaan.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, mudah-mudahan tempat yang luar biasa ini dapat kami jadikan sebagai tempat untuk memberikan edukasi dan juga mengelola atraksi-atraksi seni budaya di Gunungkidul ini. “Dan mudah-mudahan juga akan memberikan dampak positif bagi perkembangan atau pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul.” harap Sunaryanta. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here