Home News Sultan HB X: Sejak Dulu Jogja jadi Simbol Toleransi Antaragama dan Pemeluknya

Sultan HB X: Sejak Dulu Jogja jadi Simbol Toleransi Antaragama dan Pemeluknya

64
0
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menandatangani piagam launching Pojok Wakaf Uang Digital di Pendapa Manggala Parasmya II, Bantul pada Rabu (29/9/2021). Foto: Humas Pemda DIY

BERNASNEWS.COM – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB) mengatakan bahwa sejak dulu Jogja telah menjadi simbol koeksistensi dan toleransi hidup antar agama dan pemeluknya. Karena itu, pencanangan Desa Kerukunan di DIY dapat memperkuat basis-basis toleransi dan moderasi beragama.

Hal itu disampaikan Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X pada acara pencanangan Desa Sadar Kerukunan dan launching Pojok Wakaf Uang Digital di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang dipusatkan di Pendapa Manggala Parasamya II Bantul pada Rabu, 29 September 2021.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur DIY dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menandatangani piagam launching Pojok Wakaf Uang Digital, disaksikan Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY Masmin Afif, Bupati Bantul dan Bupati Sleman.

Menurut Sultan HB X, dengan adanya inovasi Pojok Wakaf Digital diharapkan mampu membantu pemulihan sektor ekonomi dan sosial kemasyarakatan yang sempat terganggu oleh pandemi Covid-19. Inovasi tersebut merepresentasikan prinsip Ekonomi Pancasila dan nilai gotong-royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

“Pemda DIY selalu siap bekerjasama dalam pengembangan dan keberkelanjutan Desa Sadar Kerukunan dan Pojok Wakaf Uang Digital. Saya juga mengajak masyarakat agar terus menjaga kerukunan antar umat beragama dan memanfaatkan Pojok Wakaf Uang Digital,” kata Sultan HB X dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY.

Sementara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap desa ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. “Saya baru pertama kali meresmikan Desa Sadar Kerukunan seperti ini, luar biasa sekali. Saya baru menemukan ini dan kebetulan berada di Bantul. Mudah-mudahan di Gunungkidul dan lainnya segera menyusul dan tentu saya berharap akan menjadi inspirasi bagi desa-desa yang lain di Indonesia,” kata Menteri Agama.

Menurut Gus Yaqut-sapaan akrab Menteri Agama-keragaman agama dan budaya telah menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Dan Indonesia dibangun atas dasar kesepakatan pluralism. Baginya, tidak ada satupun orang atau kelompok yang berada di Indonesia yang boleh mengklaim dirinya yang paling memiliki Indonesia. “Negeri ini milik kita semua,” kata Gus Yaqut.

Karena itu, menurut Menteri Agama, semua pihak memiliki kewajiban bersamaguna menjaga Indonesia, karena faktanya ada sekelompok orang yang mencoba mengikis atau menafikan. Mereka menginginkan Indonesia hanyasatu warna. Merasa mayoritas/ paling banyak kemudian ingin menyingkirkan minoritas. Padahal, jika kita melihat dari agama masing-masing, semakin banyak jumlah kita, maka kita memiliki kewajiban untuk melindungi yang kurang banyak.

Menag pun berpesan dengan slogan “Yang Waras Ojo Ngalah”, artinya jika yang waras mengalah, maka negeri ini akan dengan mudah dijajah oleh suatu kelompok.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Masmin Afif jmengungkapkan bahwa pada 25 Januari 2021, telah diluncurkan Gerakan Wakaf Uang Nasional oleh Presiden RI. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, tahun 2019 potensi wakaf tunai di Indonesia mencapai Rp 188 triliun per tahun dan aset wakaf Rp 2000 triliun per tahun.

Namun, menurut Masmin, baru terealisasi kurang lebih Rp 30 triliun per tahun. Kkarena itu, sejak tahun 2019, Kanwil Kemenag Kabupaten Gunungkidul dan yang saat ini disusul oleh Kemenag Kabupaten/Kota se-DIY bersama Bank Indonesia menginisiasi program Jaga Berwakaf yang telah memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Program ini dilanjutkan tahun 2021 sejalan dengan blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah. Pojok Wakaf Uang Digital diawali dari tahun 2020 oleh KUA Rongkop dengan nama Pas Waktune, Pasangan Muda Sadar Wakaf Tunai yang merupakan layanan wakaf uang terpadu.

Menurut Masmin, peluncuran Pojok Wakaf Uang Digital bertujuan untuk terciptanya penerimaan wakaf uang dari masyarakat yang dikelola dan hasil disalurkan kepada mauquf ‘alaih di setiap kecamatan Kabupaten Gunungkidul dan menjadi embrio DIY pada umumnya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here