Home Ekonomi Sulit Mendapatkan Izin Industri di Kabupaten Sleman

Sulit Mendapatkan Izin Industri di Kabupaten Sleman

75
0
Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo bersama pengurus Dekranasda Sleman dan Dinas Perindag Sleman, mengunjungi pelaku usaha ekspor atau eksportir asal Kabupaten Sleman yaitu CV Seken dan Bucini MT Joint untuk mendengarkan masukan-masukan dari para pelaku usaha, terutama pelaku usaha bidang ekspor, Rabu (17/6/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Pemilik CV Seken Sleman Firyal mengaku sulit mendapatkan izin untuk membuka industri di Kabupaten Sleman. Karena itu ia mengusulkan agar perlu ada kawasan khusus untuk sentra industri di Sleman untuk memudahkan mendapat iizin dan ekspor juga bisa menjadi lebih mudah.

Hal itu disampaikan Firyal saat menerima kunjungan Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo bersama pengurus Dekranasda Sleman dan Dinas Perindag Sleman, Rabu (17/6/2020). Pada kesempatan itu, Istri Bupati Sleman ini mengunjungi pelaku usaha ekspor atau eksportir asal Kabupaten Sleman yaitu CV Seken dan Bucini MT Joint untuk mendengarkan masukan-masukan dari para pelaku usaha, terutama pelaku usaha bidang ekspor.

Menurut Dra Shavitri Nurmaladewi MA, Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Selasa (23/6/2020), CV Seken merupakan eksportir kayu mebel furniture yang memiliki pasar di Eropa dan Amerika serta Asia. Dengan adanya pandemic Covid-19 ini sedikit mempengaruhi omset yang diterima oleh CV Seken. Namun CV Seken tidak sampai merumahkan karyawan ataupun menerapkan WFH, semua tetap bekerja seperti biasa dengan tetap menggunakan protokol kesehatan.

Dalam dialog dengan Dra Hj Kustini Sri Purnomo selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Firyal menyampaikan beberapa hal. Pertama, sulit mendapatkan izin untuk membuka industri di Sleman. Kedua, akibat adanya Covid-19 ini pemasaran turun 10-20 persen. Dan ketiga, Kabupaten Sleman membutuhkan kawasan khusus sentra industri agar perizinan dan ekspor menjadi lebih mudah.

Ny Kustini Sri Purnomo pun mengatakan akan menampung semua masukan dan akan dicarikan jalan keluar yang terbaik antar pelaku usaha dengan pemerintah. Dalam hal ini bukan hanya Pemerintah Kabupaten Sleman, namun juga pemerintah provinsi, karena pembukaan lahan untuk Kawasan industri merupakan kewenangan dari pemerintah provinsi.

Sementara Bucini MT Joint merupakan industri yang bergerak di bidang ekspor tas dan sepatu kulit handmade. Bucini memiliki pasar di Eropa. Dalam masa Covid-19i, Bucini sudah merumahkan beberapa karyawan karena terjadi penurunan penjualan. Biasanya setiap minggu ramai oleh wisatawan dari luar negeri maupun dalam negeri, namun sekarang sudah tidak ada.

Pihak marketing Bucini mengatakan bahwa jika pemerintah Kabupaten SLeman ingin melakukan pengadaan barang, Bucini siap menerima orderan. Selain itu, pihak Bucini menginginkan agar akses jalan menuju Bucini diperbaiki lagi karena masih jelek dan belum diaspal.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa akan mensupport produk lokal dari Kabupaten Sleman. Ia juga mengatakan bahwa kalau bisa SDA dan SDM berasal dari Kabupaten Sleman supaya dapat meningkatkan ekonomi orang-orang Sleman.

Dra Hj Kustini Sri Purnomo berkomitmen agar pemerintah dan pelaku industri produk ekspor akan maju bersama. “Semoga Kabupaten SLeman menjadi kabupaten yang unggul terutama dalam bidang ekspor. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here