Home Opini Sukses Harus Kerja Keras dan Cerdas

Sukses Harus Kerja Keras dan Cerdas

121
0
Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala dan Dosen ASMI Santa Maria Yogjakarta

BERNASNEWS.COM — Semangat globalisasi yang sudah berlangsung lebih dari 20 tahun, tampak masing-masing negara berusaha terus menguasai pasar dan perikehidupan suatu negara, termasuk negara Indonesia, tampaknya tidak mudah ditahan (Jawa: dibendung) keberadaannya. Dan negara kita Indonesia saat ini ada dalam G 20, yang tentu saja sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain dalam kiprahnya.  

Dalam suasana globalisasi setiap negara terutama negara berkembang, telah menjadi ‘tawanan’ para investor, para pemilik modal (Mubyarto, 2000). Negara berkembang dianggap selalu tergantung pada investor asing, sehingga untuk sekadar bisa bertahan saja, lebih-lebih untuk bisa tumbuh sangatlah tidak mudah. Padahal untuk terus tumbuh dan berkembang secara baik dituntut adanya aspek kualitas di segala bidang yang benar-benar terukur.

Sebagai gambaran pada jamannya perusahaan ‘Xerox’ dalam rangka bersaing untuk mendapatkan The Baldrige Award, mendorong peningkatan kualitas dan melahirkan era keberhasilan baru bagi perusahaan. Semenjak perusahaan-perusahaan fotocopy Jepang mulai mengambil alih pasar, Xerox didorong untuk bersing melalui konsep peningkatan kualitas. Pengendalian proses secara statistik serta karyawan terlatih yang lebih baik merupakan bagian dari konsep tersebut (John RS, 1999).

Sehingga tidak mengherankan bila saat itu  produk ‘Xerox’ mampu menempati posisi papan atas dalam kategori produk berkualitas. Hal ini membangkitkan negara lain untuk berupaya keras dalam mensejajarkan atau mensetarakan produknya dengan produk ‘Xerox’. Persoalannya untuk menuju  sukses  dalam memasarkan produk atau jasa yang kualitas tidak dapat diciptakan dalam waktu yang cepat, singkat atau  sesaat, seperti cerita dalam lakon  ‘Bandung Bondowoso’ yang dalam waktu semalam harus mampu  menciptakan seribu patung dalam cerita sejarah Candi Prambanan, akan tetapi kesuksesan harus diraih dan diupayakan melalui proses pembelajaran, kerja keras dan kerja secara cerdas.

Mengacu pada konsep keberhasilan ‘Xerox’, karena proses pembelajaran ‘Xerox” dari manajemen Jepang, yakni melalui kajian teori ‘Z’ yang dikemukakan oleh William G Quchi. Dalam konteks ini pihak manajemen perlu memberikan banyak perhatian, waktunya dipusatkan kepada hubungan kerja antara majikan dan karyawan, dengan cara demikian, maka akan tumbuh kesetiaan bersama, yakni kesetiaan organisasi – perusahaan terhadap kebutuhan karyawan secara individu, serta kesetiaan individu terhadap tujuan organisasi- perusahaan.

Lebih-lebih bagi perusahaan yang sedang tumbuh, kiranya konsep life time employment atau bekerja seumur hidup perlu direncanakan secara baik, karena kondisi pasar saat ini telah mengalami perububahan secara spektakuler dan kompleks. Dengan demikian adanya pandangan yang mengatakan bahwa customer is the king (konsumen adalah raja) perlu kiranya mulai diubah menjadi producer is the king (produsen adalah raja).

Kondisi producer is the king bisa terjadi manakala barang atau jasa yang kita tawarkan pada konsumen sesuai dengan selera, keinginan dan kebutuhan yang dikendaki. Sayangnya untuk mengetahui calon konsumen atau  perilaku konsumen yang demikian diperlukan suatu proses pembelajaran yang mendalam. Hal ini sangat terkait degan teori Geslat, dalam bahasa Jerman, Geslat berarti pola, bentuk atau wujud. Dalam teori Geslat, mengasumsikan bahwa orang-orang bertingkah laku karena didasari oleh suatu tujuan. Padahal pola dan perilaku konsumen menjadi salah satu tanggung jawab dari bidang atau bagian pemasaran.

Berbicara pemasaran, kiranya semua orang memahami bahwa bidang pemasaran merupakan pekerjaan yang menuntut kerja secara ekstra, yakni kerja keras dan kerja cerdas dalam hal memasarkan produk atau jasa,  agar dapat diminati oleh konsumen, apalagi saat ini situasi pasar yang semakin terbuka dan semakin kompleks, menuntut semua bagian untuk bekerja secara baik.

Hal ini perlu disadari oleh semua orang yang ada dalam organisasi-perusahaan, karena hasil dari pemasaran atau penjualan suatu produk atau jasa merupakan sumber kehidupan dan kelangsungan perusahaan lebih lanjut. Terlebih bagi perusahaan yang sedang tumbuh sangat memerlukan penanganan yang lebih serius. Begitulah kiat meraih sukses perlu proses pembelajaran secara benar, kerja keras dan kerja secara cerdas. (Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala dan Dosen ASMI Santa Maria Yogjakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here