Home Opini Strategi Ritel Kuliner untuk Bangkit Meraup Keuntungan Tinggi

Strategi Ritel Kuliner untuk Bangkit Meraup Keuntungan Tinggi

93
0
Sri Ekanti Sabardini, Dosen STIM YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Saat pembatasan fisik usaha kuliner diberlakukan dan merebaknya penjualan kuliner via online, banyak usaha kuliner yang penjualannya menurun drastis. Banyak rumah makan yang tutup sementara atau bahkan seterusnya karena tidak mampu bertahan dengan jumlah konsumen yang sedikit sehingga tidak mampu menutupi biaya operasionalnya.

Jika masalah ini tidak segera diatasi maka makin banyak usaha yang merugi. Data menunjukkan 74 persen konsumen mencari kebutuhan kuliner melalui online. Penelitian Lulus Prapti juga menunjukkan bahwa pendapatan usaha kuliner menjadi meningkat setelah mengikuti Go Food. Penelitian Hironimus Leong menyimpulkan bahwa UMKM  perlu mengubah strategi pemasaran dari konvensional menuju digital. Kenyataan ini menunjukkan perlunya usaha rumah makan offline melakukan pembenahan-pembenahan menggunakan media online.

Riset Nielsen menyarankan perlunya usaha untuk menggunakan website, menggunakan uang digital dan komunikasi secara digital untuk mampu bersaing pada dekade ini. Ditulis pula oleh Nirmala Aninda dalam bisnis.com 4 strategi yang paling penting untuk bisnis ritel pada saat ini adalah 1. Evolusi saluran  penjualan  2. Saluran digital diperluas   3. Konsolidasi menciptakan peluang  4. Personalisasi di masa pembatasan jarak sosial. Saran saran ini dapat digunakan oleh para peritel dalam membenahi usaha kulinernya. Sebagai contoh penggambaran strategi ini saya tertarik mengungkap bagaimana Gudeg Yu Jum, usaha kuliner yang sudah tua di Yogyakarta melakukan berbagai macam terobosan untuk mengatasi kondisi menurunnya penjualan pada saat ini.

Evolusi saluran penjualan

Gudeg Yu Jum melakukan perubahan yang cukup mendalam dari memasarkan gudegnya melalui outlet outletnya menjadi lebih banyak memfokuskan promosinya untuk mendorong penjualan online. Paket-paket makanan yang ditawarkan banyak yang membuat orang tergiur pada pelayanan deliverinya, misalnya menyediakan paket katering, pesanan box/besek untuk makan sekeluarga, paket gudeg di rumah aja, pelayanan melalui aplikasi shopee dan toko pedia.

Perubahan ini menjadikan gudeg Yu Jum yang tadinya ramai di outlet menjadi mulai dikenal di media online. Bagi usaha kuliner yang masih konvensional hanya menyajikan daya tarik usaha kuliner melalui tempat yang instagramable, pelayanan yang berkualitas di resto, sebaiknya mulai menambahkan alternatif menyediakan layanan online baik melalui market place tertentu maupun dengan banyak promosi dengan mencantumkan WA.

Dalam instagramnya, Gudeg Yu Jum selalu menggunakan tulisan WA yang mudah dihubungi, sehingga konsumen sangat mudah dalam menghubungi usahanya. Dicantumkan dalam berbagai media layanan telpon/WA delivery.

Banyak usaha yang lupa mencantumkan nomor WA besar-besar dalam gambar iklannya, padahal saluran distribusi yang paling penting pada saat ini bukan google maps, tetapi no WA pesanan atau nomor WA untuk delivery.

Saluran digital diperluas

Sudah saatnya usaha kuliner menambahkan sebanyak mungkin media digital yang diperkirakan digunakan oleh target pasarnya. Gudeg Yu Jum memilih instagram sebagai media sosialnya. Pada instagram tersebut penuh dengan gambar-gambar yang merupakan promo dari usaha kuliner tersebut. Hampir setiap bulan ada saja gambar yang diupload dan desain gambarnya menarik dengan warna sama (coklat) sehingga ini membentuk citra tersendiri pada gudeg Yu Jum.

Sebagai pemain “tua” seolah tidak mau ketinggalan dengan gaya anak muda yang lain yang memasang banyak sekali info di instagramnya. Kalau gudeg biasanya identik dengan makanan orang tua, menjadi makanan yang menarik dikonsumsi anak muda. Dipasang juga give away yang menarik bagi pengunjung instagram dan game yang menarik untuk diikuti dengan hadiah produk kuliner tersebut.

Konsolidasi menciptakan peluang

Kerjasama yang dilakukan dengan pihak lain untuk mendukung peningkatan penjualan di luar wilayah Yogyakarta dilakukan dengan Paxel paket pengiriman yang sampai dalam waktu 1 hari. Ini bagus dilakukan sehingga meskipun konsumen bisa membeli gudeg kalengan ataupun gudeg dalam kemasan vacuum yang relatif awet, namun bagi yang ingin merasakan gudeg segar bisa dikirim melalui paxel.

Yang nampaknya belum dilakukan Gudeg Yu Jum adalah bekerja sama dengan pihak pihak reseller diluar perusahaan. Semua aktifitas promosi dan distribusi masih dipegang langsung oleh pihak perusahaan. Jika ini dilakukan akan bagus sekali dalam meningkatkan penjualan. Pada prakteknya reseller atau para pemain kecil yang ingin ikut menikmati keuntungan berjualan gudeg sangat bermanfaat untuk meningkatkan penjualan.

Personalisasi pada masa pembatasan berjarak

Diperlukan langkah langkah kreatif usaha untuk membuat orang nyaman berkunjung di outlet, yang ini sayangnya jarang dilakukan pada para pengusaha kuliner. Tidak hanya sekedar menyediakan tempat cuci tangan, handsanitizer pada pengunjung, pengusaha bisa melakukan banyak hal kreatif.

Mensetting meja dengan kursi berjarak dan jumlah yang sedikit, dan meletakkannya berjarak dengan meja lain  akan membuat pengunjung outlet merasa aman. Kalaupun lokasi sempit justru bisa menjadikan peluang bagi pengusaha kuliner untuk melakukan pembatasan pengunjung pada jam tertentu. Pengunjung disa diajak melakukan pesanan tempat sebelum berkunjung ke outlet, sehingga terlihat sangat melindungi keamanan konsumen. Pada prakteknya pembatasan orang justru akan malah menjadikan mereka penasaran dan memancing minat lebih tinggi

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan pada berbagai usaha kuliner, berkaca dari yang dilakukan Gudeg Yu Jum dan masukan yang belum dilakukan oleh Gudeg Yu Jum. Semoga usaha kuliner tetep laris meski kondisi pandemi. (Sri Ekanti Sabardini, Dosen STIM YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here