Home News Stok Pangan Aman Selama Ramadan

Stok Pangan Aman Selama Ramadan

301
0
Sunardi, warga Dusun Soman, mengangkut gabah ke tepi jalan usai panen , Minggu (29/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian menjamin stok pangan selama Ramadan di tengah pandemi Covid-19 aman dengan cadangan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan. Neraca kebutuhan pangan dipastikan cukup bagus dan terkendali dengan baik.

“Dari neraca pangan nasional, sebenarnya kita punya neraca cukup bagus terkendali baik, cukup tersedia,” kata Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI, dalam telekonferensi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjamin solusi pangan rakyat agar stok pangan tersedia bagi 267 juta penduduk Indonesia. Saat ini, dari neraca pangan nasional memiliki surplus cadangan kurang lebih 3,5 juta ton. Sementara pada kurun Februari hingga Mei lahan persawahan mampu memproduksi 12,4 juta ton beras.

Padi menguning siap panen di lahan persawahan Dusun Soman, Desa Selomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Minggu (29/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Jika ditambah stok di Badan Urusan Logistik (Bulog) dan di penggilingan maka terdapat total stok sebanyak 15 juta ton beras.Dalam hal ini, Kementerian Pertanian memiliki tiga pilihan pendekatan dalam skema pangan nasional yaitu optimistis, moderat dan pesimistis menilik keadaan lahan yang dapat menghasilkan beras dan aspek distribusi hingga sampai ke masyarakat.

Dari sisi optimistis, kata dia, terdapat stok 15 juta ton beras nasional dan kebutuhan beras nasional 7,6 juta ton lebih kurun Februari-Mei. Jika begitu akan ada sisa stok 7 juta ton lebih. Sementara dengan pendekatan moderat, lanjut dia, dari 3,5 juta ton stok yang ada dan skema kemampuan produksi beras turun 4 persen dari stok 12,4 juta ton maka tinggal 11 juta ton lebih. Sedangkan kebutuhan beras naik menjadi 7,6 juta-7,9 juta ton maka akan tetap tersisa stok dalam kisaran 7 juta ton beras.

Kemudian melalui pendekatan pesimistis, kata Yasin, dengan stok 3,5 juta ton, produksi 11,2 juta ton sementara kebutuhan beras nasional 8,3 juta maka akan tersedia sisa stok 6 juta ton hingga akhir Mei 2020.“Kalau begitu bulan puasa dan Idul Fitri dalam kendali aman. Data sudah kami validasi sampai ke daerah. Semoga Allah memberi, ada inayah sehingga data ini menjadi data obyektif normatif,” kata Yasin Limpo seperti dikutip Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam covid19.go.id. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here