Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePolitikStadium Generale: Putusan-putusan Monumental Mahkamah Konstitusi

Stadium Generale: Putusan-putusan Monumental Mahkamah Konstitusi

bernasnews.com — Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (FH UWM) bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) menyelenggarakan Stadium General dengan tema ‘Putusan-putusan Monumental Mahkamah Konstitusi’ yang diadakan secara luring, Jumat (27/5/2022), di Ruang Sidang Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Acara stadium general tersebut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum, dan civitas akademika lainnya di lingkungan Universitas Widya Mataram (UWM), serta beberapa perwakilan dari organisasi Advokat.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Hakim Konstitusi Prof Dr. Enny Nurbaningsih, SH, M Hum, Dr H. Wahiduddin Adams, S H, M A dan Dekan Fakultas Hukum UWM Dr. Kelik Endro Suryono, SH, M. Hum.

Dalam sambutannya, Dekan FH UWM, Kelik Endro Suryono memberikan apresiasi dan penghargaan kepada MKRI, yang telah berkenan menyelenggarakan stadium generale di Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram.

Menurut Kelik, kegiatan-kegiatan yang melibatkan lembaga negara tentu harus terus diselenggarakan agar Fakultas Hukum UWM dapat semakin dikenal luas, dan juga memperkuat komitmen Universitas Widya Mataram, utamanya dalam memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi.

Hakim Konstitusi Dr H. Wahiduddin Adams, SH, M A di awal pemaparannya menyinggung sedikit terkait UWM sebagai kampus budaya, yang merupakan universitas yang berada di lingkungan Kraton Yogyakarta sehingga keberadaan dan perannya dinilai cukup strategis di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Sementara terkait putusan-putusan monumental bukanlah istilah dalam konsep hukum, tetapi penggunaannya lebih pada bahasa yang populer,” ungkap Wahiduddin.

Dikatakan, bahwa istilah putusan monumental penggunaannya sering merujuk pada terjemahan dari Bahasa Inggris, yaitu “landmark decision” yang padanannya terdapat kata yang serupa, yaitu antara “landmark” dan “monumental”.

Terdapat beberapa kriteria yang ditentukan oleh MKRI terkait landmark decision, dimana salah satunya adalah putusan yang memuat prinsip hukum baru. “Contoh adanya putusan MKRI tahun 2003 terkait pengujian Undang-Undang Ketenagalistrikan, sebagaimana Putusan Nomor 001-021-022/ PUU-I/2003,” pungkasnya.

Nara sumber Stadium General dengan tema ‘Putusan-putusan Monumental Mahkamah Konstitusi’ yang diadakan secara luring, Jumat (27/5/2022), di Ruang Sidang Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, SH, M. Hum menjelaskan terkait beberapa fungsi MKRI, diantaranya sebagai The Guardian of Constitution dan The Guardian of Democracy.

Pihaknya menyertakan contoh terkait putusan monumental MKRI, yaitu Perkara Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2020 terkait syarat kewarganegaraan sebagai calon Kepala Daerah dan PHP Kepala Daerah Kabupaten Boven Digoel Tahun 2020, terkait masa jeda bagi mantan narapidana yang ikut Pemilihan Kepala Daerah.

“MKRI telah meluncurkan 66 Ikon Hak Konstitusional Warga Negara (HKWN) beberapa waktu lalu dan dituangkan dalam buku saku yang telah dibagi pada saat Stadium Generale kepada para peserta yang hadir dalam acara tersebut,” terang Prof Enny.

Dr. Kelik Endro Suryono, SH., M. Hum sebagai narasumber ketiga memaparkan tema terkait Eksistensi Mahkamah Konstitusi Dalam Praktik Politik. Ia menjelaskan kedudukan MKRI dalam praktik. Antara lain melakukan checks and balances dalam kekuasaan pembentukan undang-undang yang disusun oleh DPR dan Presiden (judicial review), semangat penegakan konstitusi sebagai grundnorm atau highest norm serta adanya pelimpahan kedaulatan rakyat (the sovereignity of the people) Kepada Negara.

Pada kesempatan tersebut juga disinggung adanya beberapa kali gugatan terkait presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden 20persen, yang dilakukan oleh beberapa akademisi, praktisi dan tokoh-tokoh nasional.

Acara stadium generale berakhir dan ditutup oleh Moderator Bagus Anwar Hidayatullah, SH, MH, MSc, yang juga merupakan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram, dengan foto bersama narasumber dan peserta undangan stadium generale. (Nuning)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments