Home News Spirit Sumpah Pemuda, Pegiat Sungai Ajak Generasi Milenial Peduli Sungai

Spirit Sumpah Pemuda, Pegiat Sungai Ajak Generasi Milenial Peduli Sungai

270
0
Kepala DLH Sleman Ir Dwi Anta Sudibya MT (kiri) memimpin langsung upacara peringatan Sumpah Pemuda di Sungai Kuning, Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (28/10/2020) pagi. Upacara yang dilangsungkan di tengah sungai tersebut mengajak publik agar kian peduli kelestarian sungai. (Foto: AG Irawan)

BERNASNEWS.COM – Sebagai tonggak sejarah yang mempersatukan beragam suku bangsa di Indonesia kalaitu, maka momentum Sumpah Pemuda menjadi sangat penting dimaknai dan dihidupkan terus. Begitu juga dalam merawat dan menjaga lingkungan. Semua warga lintas generasi dan lintas teritori harus bersatu, berkomitmen bergerak dalam pelestarikan alam.

Berlatar hal tersebut, para pegiat sungai yang tergabung dalam Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) bersama Karang Taruna “Parikesit” Kelurahan Wedomartani, Pramuka Saka Kalpataru Sleman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman dan warga sekitar bantaran sungai menggelar Upacara Bendara Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 di Jembatan Dam Sungai Kuning, Sempu, Wedomartani, Ngemplak Sleman, Rabu (28/10/2020) pagi.

Kepala DLH Sleman Ir Dwi Anta Sudibya MT bersama sejumlah peserta menebar benih ikan asli (endemik) sungai di Sungai Kuning, Sempu, Wedomartani, Rabu (28/10/2020) pagi. (Foto: AG Irawan)

Upacara bendera yang berlangsung kidmat dipimpin langsung Kepala DLH Sleman Ir.Dwi Anta Sudibya MT Dalam amanatnya, Sudibya menyampaikan pentingnya generasi muda untuk kian peduli kelestarian lingkungan khususnya sungai.

“Sungai-sungai kita ini kian tercemar. Bukan hanya disebabkan perilaku warga yang membuang sampah ke sungai, tapi juga aturan yang mengijinjan sejumlah usaha membuang limbahnya ke sungai,” terang dia.

Sudibya menambahkan, perlunya keterlibatan masyarakat dalam ikut menjaga lingkungan. “Jika melihat ada industri atau unit usaha yang membuang limbah atau sampahnya ke sungai, segers lapor kami,” tandasnya.

Menurutnya, sejumlah titik sungai yang masih bersih, seperti di Dam Kali Kuning Sempu ini, perlu dijaga. Air yang jernih menjadikan ikan-ikan sungai hidup bebas tanpa terganggu limbah dan sampah. “Momentum Sumpah Pemuda memberi pengingat pada kita semua, khususnya generasi muda, generasi milenial ini bersatu merawat dan melindungi sungai dari beragam polutan pengganggu,” kata dia.

Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 di Jembatan Dam Kali Kuning Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (28/10/2020) pagi. Upacara diikuti puluhan peserta dari Forum Komunitas Sungai Sleman, Karang Taruna Parikesit Wedomartani, Saka Kalpataru Sleman, Jajaran Kapanewon Ngemplak dan Kelurahan Wedomartani serta warga setempat. (Foto: Jumadi)

Dalam rangkaian upacara bendera diisi dengan pembacaan naskah Sumpah Pemuda oleh Karang Taruna. Disusul pembacaaan Tri Satya oleh Saka Kalpataru dan pembacaan Ikrar Sungai Sleman oleh komunitas sungai.

Setelah upacara dilanjutkan bersih Sungai Kuning, Sempu sepanjang 800 meter dan penebaran sekitar 200 bibit ikan wader dan melem, yang merupakan ikan asli sungai. Sebagai bentuk apresiasi dilakukan potong tumpeng oleh Kepala DLH Sleman yang diserahkan kepada perwakilan pemuda karang taruna setempat.

Dalam acara sarasehan yang juga dihelat di pinggir sungai dan beralas rerumputan khas pinggir sungai, Ivan salah satu pegiat Sungai Adem, Girikerto, Turi, mengatakan, acara bincang lingkungan ini bagus. Apalagi digelar dipinggir sungai. “Tempat seperti ini membuat kita kian akran dan cinta dengan lingkungan. Dsn kita jadi pengin terus lihat sungai yang bersih,” ujarnya.

Kepala DLH Sleman Ir Dwi Anta Sudibya MT menyerahkan tumpeng kepada Katua Karang Taruna “Parikesit” Wedomartani sebagai dukungan bagi generasi milenial agar peduli sungai, Rabu (28/10/2020). (Foto: Restu)

Sedang Restu Wahyuni dari Karang Taruna “Parikesit”, berkeinginan menjadikan bantaran sungai yang masih asri ini sebagai “kampung karang taruna”. Hal ini berguna untuk kegiatan anak-anak muda dalam melestarikan alam.

Hadir pula dalam bincang-bincang pinggir sungai Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno. Pihaknya sangat mendukung gerakan pelestarian sungai yang dimotori anak muda generasi milenial ini. “Kami senang dengan keterlibatan generasi milenial dalam pelestarian lingkungan. Kami akan dukung pemanfaatan lahan kas desa yang dikelola karang taruna setempat,” tegas dia.

Hal senada disampaikan pengelola Wisata Ledok Blotan, Abdullah Lubis. Pihaknya terus mengelola lingkungan pinggir di daerahnya. “Ternyata wisata pinggir sungai peminatnya banyak. Jika bisa dikelola warga khususnya anak-anak muda setempat, tentu lebih pas. Jadi tidak perlu bingung cari kerjaan ke luar kota,” ungkapnya.

Sarasehan dan bincang-bincang sungai yang dikemas santai dengan formasi duduk di alam bebas, menjadikan sejumlah persoalan lingkungan mampu terungkap lugas. Sesekali ada canda, tawa juga ajakan yang menuntut konsistensi. Demikianlah merawat dan melindungi sungai, butuh generasi yang peduli guna menjaga agar lingkungan lestari. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here