Home News Spesialis Konsultan Obstetri Gynekologi: Ibu yang Menginginkan Anak dan Belum Vaksin, Sebaiknya...

Spesialis Konsultan Obstetri Gynekologi: Ibu yang Menginginkan Anak dan Belum Vaksin, Sebaiknya Kehamilan Ditunda Dahulu

254
0
Kepala Instalasi Maternal Perinatal RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr. Irwan Taufiqurrahman, Sp. OG (K). Foto: Dok. Pribadi.

BERNASNEWS.COM — Di tengah kondisi pandemi Covid-19, ibu hamil dengan Covid-19 memicu kecemasan tersendiri. Ada sisi takut terhadap proses melahirkan, serta bagaimana nanti perawatan setelah melahirkan.

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebagai rumah sakit rujukan tertinggi dan sekaligus rujukan Covid-19, telah menyiapkan infrastruktur yang lengkap termasuk SDM, prosedur dan alur yang memadai untuk penanganan pasien hamil untuk proses melahirkan.

“Sekilas bila dilihat data, jumlah pasien hamil dengan Covid-19 dari bulan Januari sampai Juli 2021 telah merawat 154 persalinan. Pasien-pasien tersebut sebagian besar dapat tertangani dengan baik,” ungkap Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dr. Erniati, MSc, SpKJ, MMR dalm rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, Jumat (6/8/2021).

Dikatakan, menurut data di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, pada tahun 2021 angka kesembuhan pasien yang melahirkan dengan Covid adalah 86,36%. Selebihnya pasien pulang atas keinginan sendiri sebelum dinyatakan sembuh, dan lainnya meninggal karena kondisi penyakit Covid yang berat sebanyak 5,6%.

Sementara itu, Kepala Instalasi Maternal Perinatal RSUP Dr Sardjito, Dr. Irwan Taufiqurhoman, Sp.OG(K) mengungkapkan, bahwa pesalinan di RSUP Dr. Sardjito melayani mulai dari pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dari yang tidak bergejala (asimptomatiks) sampai dengan pasien dengan gejala kritis.

“Persalinan pasien dengan Covid-19 ini ditolong secara multidisplin, tidak hanya dari
Obstetri dan Gynekologi. Tim yang terlibat mulai dari dokter spesialis paru, dokter penyakit dalam, spesialis obstetric gynekologi, spesialis anestesi, dan spesialis perinatology,” terang Dr. Irwan.

Proses melahirkan di RSUP Dr. Sardjito, lanjut Dr. Irwan, selalu diupayakan aman tertangani dengan baik bagi pasien dan bayinya. Pada ibu hamil dengan Covid-19 dibagi menjadi 2, yaitu ibu hamil yang bergejala dan ibu hamil yang tidak bergejala. Pada ibu hamil yang tidak bergejala, diharapkan tetap lapor ke Puskesmas dan bisa melakukan isoman secara mandiri selama 10 hari.

Sedangkan pada ibu hamil bergejala ringan maka dilakukan isolasi 10 hari ditambah 3 hari bebas dari gejala. “Apabila terjadi perburukan terhadap kehamilannya ataupun kondisi Covidnya, maka ibu hamil dengan Covid tersebut harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan lebih lanjut,” tegasnya.

Tanda kegawatan yang berhubungan dengan kehamilan seperti pada Trimester 1 (3 bulan pertama) dapat diketahui dengan adanya nyeri perut kanan bawah dan keluar flek. Pada Trimester III (fase 3 bulan terakhir), kegawatan terjadi bila ada perdarahan / kontraksi yang disertai pecahnya ketuban.

“Sementara tanda kegawatan yang berhubungan dengan penyakit Covid sendiri terjadi

apabila muncul sesak nafas disertai dengan penurunan saturasi oksigen, peningkatan suhu tubuh, dan demam,” ujar Dr. Irawan.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa tingkat keparahan yang terjadi pada ibu hamil dengan Covid karena ibu hamil sampai saat ini belum dilakukan vaksinasi, varian virus dengan pola penularan yang sangat cepat, dan kesadaran melaksanakan protokol kesehatan yang belum optimal.

Spesialis Konsultan Obstetri Gynekologi ini juga menyampaikan, bahwa bagi ibu yang menginginkan anak dan belum vaksin (minimal 2 kali), sebaiknya kehamilan ditunda terlebih dahulu. Karena ibu hamil yang belum vaksin mempunyai risiko lebih tinggi terkena covid dari yang sudah dilakukan vaksin.

Ibu yang ingin bersalin di rumah sakit harus menyiapkan buku KIA, karena akan dibutuhkan untuk melengkapi data riwayat kehamilan sebelum persalinan. Untuk penanganan kehamilan di masa pandemik Covid-19, Dr. Irwan berharap agar setiap fasyankes yang melayani proses persalinan selalu memastikan ketersediaan obat dan oksigen terpenuhi.

RSUP Dr. Sardjito telah menyiapkan pelayanan persalinan pasien Covid-19 dengan menyediakan 10% tempat tidur Maternal yaitu 22 bed untuk Maternal Covid dan 12 bed untuk NICU dan Perinatal Covid. Juga dukungan peralatan yang lengkap, penyiapan SDM Medis secara Multidisplin dan SDM non medis sesuai standar.

“Penataan alur pelayanan pasien melahirkan dan perawatan pasca melahirkan dengan Covid-19 yang baik, sehingga diharapkan pelayanan yang diberikan dapat dilakukan seoptimal mungkin,” imbuh dr. Erniati. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here