Sunday, August 14, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeSeni BudayaSosok Peserta FDC UNY 2022 yang Tercecer, Danendra Usia 6 Tahun Peserta...

Sosok Peserta FDC UNY 2022 yang Tercecer, Danendra Usia 6 Tahun Peserta Termuda dari Ngawi

bernasnews.com — Gelaran Festival Dalang Cilik (FDC) UNY 2022 yang dihelat 15-19 Mei 2022 lalu meninggalkan catatan menarik, pasalnya salah satu pesertanya benar-benar masih belia baru berusia 6 tahun. Adalah Danendra Imam Khadafie adalah siswa kelas 2 SDN Mojo 1 Ngawi yang ikut dalam FDC UNY 2022.

Anak kelahiran Jember 12 April 2016 tersebut, tertarik dengan dunia wayang sejak usia 4 tahun saat melihat pentas wayang almarhum Ki Seno lewat kanal YouTube. “Saya suka sabetannya Ki Seno, juga lakon yang dimainkan beliau,” ujar Danendra, beberapa waktu lalu.

Putra satu-satunya pasangan David dan Aisyah yang berprofesi sebagai pedagang bakso di Jember tersebut mengaku baru dua kali mendalang, yaitu pada saat tahun baru di Ngawi dan kedua pada saat ikut festival dalang cilik gelaran UNY, dengan memainkan lakon favoritnya ‘Gatotkaca Jedhi’.

Di saat teman-temannya memegang gadget yang merupakan benda wajib, Danendra memilih wayang sebagai hal yang menyenangkan. Warga Desa Mojo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi itu berlatih di Sanggar Mastuti Budaya pimpinan Sukadi.

Danendra Imam Khadafie adalah siswa kelas 2 SDN Mojo 1 Ngawi yang ikut dalam FDC UNY 2022 saat memainkan wayang raksasa dengan piawai meskipun berukuran hampir sebesar badannya. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Sukadi menjelaskan, bahwa Danendra berlatih setiap usai subuh serta pulang sekolah antara pukul 14:00 hingga 16:00 WIB. “Karena setelah pukul 16:00 WIB Danendra harus ikut TPA, bahkan kadang pukul 20:00 hingga 21:00 WIB  juga berlatih,” katanya.

Lanjut Sukadi, metode pelatihannya menggunakan sistem hybrid yaitu gabungan latihan daring dan luring. Untuk berlatih suluk (narasi dengan lagu) misalnya, bisa secara luring atau daring. “Namun untuk pelatihan cepengan (memainkan wayang) harus didampingi secara luring, beruntungnya Danendra sudah menguasai dasar-dasar wayang,” terang dia.

Menurut Ketua Panitia Festival Dalang Cilik UNY Sukisno, dalang memang salah satu profesi yang terhitung sulit di dunia seni. Sebab dalam waktu bersamaan seorang dalang harus bisa memecah dirinya menjadi beberapa kegiatan. Misalnya, kaki menjejak keprak, tangan bermain wayang, mulutnya menyuarakan antawacana dialog, lalu telinganya mendengarkan iringan gamelan.

“Itu sangat sulit dan kompleks, bila tidak bisa fokus maka dalang tidak bisa menampilkan permainan yang indah dan harmoni untuk ditonton,” katanya.

Sukisno juga berharap para dalang cilik bisa ngurubke atau mengobarkan dan ngirabke atau  bangga terhadap kebudayaannya sendiri, budaya Jawa yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments