Home News Sosialisasikan Indonesia Raya Bergema, Aktivis For You Indonesia Temui Danrem

Sosialisasikan Indonesia Raya Bergema, Aktivis For You Indonesia Temui Danrem

197
0
Perwakilan For You Indonesia yakni Lestanta Budiman, Eko Bebek dan Widihasto Wasana Putra menemui Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan di Makorem Yogyakarta, hari Senin (19/4/2021). Foto : kiriman Widihasto Wasana Putra 


BERNASNEWS.COM – Aktivis gerakan For You Indonesia menemui Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan di Makorem Yogyakarta pada Senin 19 April 2021.

Mereka melakukan sosialisasi gerakan Indonesia Raya Bergema, setelah pada Jumat 16 April 2021 lalu, dilaporkan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Para pegiat gerakan ini terus menggandeng sejumlah pihak untuk bersinergi dalam gerakan tersebut.

Menurut Widihasto Wasana Putra, Humas For You Indonesia, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com hari Senin 19 April 2021, Indonesia Raya Bergema merupakan gerakan untuk mengampanye kesadaran berkelanjutan guna memperkuat nasionalisme.

Hal ini dilakukan dengan cara mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara kontinyu setiap hari pada jam yang ditentukan di ruang-ruang publik seperti lembaga pendidikan, instansi pemerintah, perkantoran swasta, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat lain yang memungkinkan. 

Menurut Hasto, rencana gerakan Indonesia Raya Bergema dicanangkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersamaan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2021.Pada hari Senin (19/4/2021) perwakilan For You Indonesia yakni Lestanta Budiman, Eko Bebek dan Widihasto Wasana Putra menemui Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan di Makorem Yogyakarta.

Danrem Ibnu Bintang Setiawan menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif masyarakat Yogyakarta menggelorakan Indonesia Raya Bergema. Menurut Danrem, semangat bela negara dan cinta Tanah Air wajib terus dipelihara seluruh komponen bangsa. Terlebih saat ini masih ada ancaman dan rongrongan sekelompok kecil kalangan terhadap persatuan dan kesatuan NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Danrem mengatakan bahwa kesadaran dan wawasan kebangsaan warga Yogyakarta diakui sangat tinggi. Sehingga dari Yogyakarta kerap lahir gerakan-gerakan kebangsaan yang patut dicontoh daerah lain.

“Saya sangat percaya masyarakat Yogyakarta memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap NKRI. Saya rasa ini modal sosial yang perlu terus dijaga. TNI dan Polri sebagai alat negara tidak bisa berjalan sendiri tanpa didukung masyarakat. Saya bersyukur warga Yogya selalu punya semangat juang tinggi menyuarakan persatuan dan kesatuan NKRI,” kata Danrem.

Danrem pun berpesan agar pelaksanaan teknis khususnya setelah gerakan Indonesia Raya Bergema nantinya dicanangkan dapat sungguh-sungguh konsisten dijalankan.

“Saya yakin pada saat dicanangkan pada momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 nanti akan sukses dan viral secara nasional. Apa lagi Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X berkenan hadir. Namun yang penting bagaimana setelahnya. Jangan sampai semangatnya mengendor,” imbuhnya.

Di lingkungan Korem 072 Pamungkas sendiri metode penanaman semangat nasionalisme kepada para anggota melalui metode penyiaran lagu-lagu kebangsaan rutin dilakukan. Tujuannya agar terpelihara semangat cinta tanah air.

Dalam kesempatan terpisah, 3 rektor perguruan tinggi di Jogja yakni Prof Panut Mulyono (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Prof Edi Suandi Hamid (Universitas Widya Mataram Yogyakarta) dan Dr Mohammad Irhas Effendi (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta) menyatakan kesiapannya mendukung gerakan Indonesia Raya Bergema.

Rektor UGM Panut Mulyono menyambut baik. Ia mengaku secepatnya akan berkoordinasi dengan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta agar gagasan ini dapat dikomunikasikan dan diperluas dengan kalangan pimpinan perguruan tinggi.

Sementara Rektor UWMY Edy Suandi Hamid mengungkapkan pengalamannya tinggal lebih dari dua tahun di negara Thailand. Di sana setiap hari dua kali lagu kebangsaan Thailand diputar di ruang publik yang diputar pada jam 08.00 pagi dan 18.00 sore.

Semua orang yang tengah berjalan kaki atau beraktivitas akan berdiri sempurna mendengarkan lagu kebangsaan. Begitu juga di bioskop, saat film mau diputar, diperdengarkan lagu kebangsaan, dan  penonton berdiri ikut menyanyi. “Itu bagian dari menanamkan jiwa kebangsaan. Apakah bisa dilakukan di Yogyakarta atau di Indonesia? Menurut saya bisa, kalau komponen masyarakat digerakkan dan didukung pemerintah,” kata Prof Edy Suandi Hamid.

Senada Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Irhas Effendi siap mendukung. Diakui jika pemutaran lagu kebangsaan dilakukan rutin setiap hari akan memperkokoh rasa cinta tanah air dan sikap bela negara.

Ia menerangkan sesuatu yang diulang-ulang setiap hari akan membuahkan kebiasaan. Syair lagu kebangsaan Indonesia Raya yang sarat nilai kejuangan akan membangun kecintaan terhadap NKRI. “Kami akan segera memeriksa kesiapan jaringan audio di wilayah kampus kami untuk mendukung gerakan ini,” katanya.

Sementara Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pihaknya awal bulan Mei akan membantu mengundang para stakeholder terkait guna mengonsolidasikan rencana Indonesia Raya Bergema. “Bisa saja dari pihak Pemda DIY bakal menerbitkan surat edaran kepada jajaran organisasi perangkat daerah dan pemerintah Kabupaten/Kota di DIY agar nantinya menindaklanjuti gerakan Indonesia Raya Bergema di kewilayahannya masing-masing,” katanya.

Penggiat For You Indonesia Lestanta Budiman mengajak semua komponen masyarakat untuk terus menumbuhkan dan memperkokoh semangat nasionalisme.

“Bahwa hari ini negara dalam posisi terancam karena adanya gerakan fundamentalisme agama yang berpotensi memecah belah NKRI yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Aksi terorisme sebagai extra ordinary crime riil masih menjadi ancaman terhadap kedamaian Indonesia,” kata Lestanta Budiman. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here