Home News Sosialisasi DBHCHT 2021, Kabupaten Sleman Dapat Rp 1,6 Miliar

Sosialisasi DBHCHT 2021, Kabupaten Sleman Dapat Rp 1,6 Miliar

63
0
Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada para pemain, wasit dan official, Senin (20/9/2021), di Stadion Tridadi Sleman. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan sosialisasi terkait cukai tembakau kepada para pemain, wasit dan official, Senin (20/9/2021), di Stadion Tridadi Sleman. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sebelum pertandingan sepak bola persahabat antara PS Pemda Sleman dengan  PS Tirta Marta Yogyakarta.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, bahwa kegiatan sosialisasi cukai tembakau yang dilanjutkan pertandingan sepak bola ini merupakan salah satu program yang dapat diselenggarakan dari dana pengembalian cukai tembakau Kabupaten Sleman pada tahun 2021.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (kiri nomor 4) foto bersama dengan jajaran, dan Kepala Seksi Penyuluhan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Yogyakarta Joko Santoso. (Foto: Istimewa)

“Pada tahun ini, Sleman mendapatkan pengembalian cukai tembakau dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 1,6 Miliar yang juga akan dimanfaatkan untuk sosialisasi dalam berbagai program,” ungkapnya.

Dikatakan, salah satunya yang dikemas dalam pertandingan persahabatan ini dan juga dalam bentuk program bantuan kepada masyarakat tidak mampu terutama buruh pabrik dan petani tembakau.

Sosialisasi tersebut, lanjut Danang, dimaksudkan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan mencegah terjadinya pelanggaran terhadap cukai tembakau illegal sehingga turut serta membantu mengoptimalkan penerimaan negara di sektor cukai tembakau.

Suasana pertandingan seepak bola antara PS Tirta Marta Yogyakarta dengan PS Pemda Sleman, Senin (20/9/2021), di Lapangan Tridadi Sleman. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Yogyakarta Joko Santoso mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya menyeimbangkan persepsi kontradiksi yang ada di masyarakat.

“Ada sebuah asumsi mengenai tembakau sebagai sebuah bahan baku, dengan persepsi yang kontradiksi di masyarakat,” ungkap Joko Santoso.

Menurut Joko, hal ini harus kita seimbangkan melalui sosialisasi bagaimana tembakau yang kemudian menghasilkan dan memberikan pendapatan bagi daerah, dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui kegiatan positif olahraga, seni, kebudayaan dan lainnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here