Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsSoal Sampah Begini Faktanya, DLH Kota Yogyakarta Telah Lama Proses Sampah Jadi...

Soal Sampah Begini Faktanya, DLH Kota Yogyakarta Telah Lama Proses Sampah Jadi Kompos

bernasnews.com — Barangkali belum banyak warga masyarakat yang mengetahui, bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta telah berupaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sejak lama.

Salah satunya dengan mengelola sampah organik menjadi kompos melalui Rumah Kompos yang diampu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Nitikan, Yogyakarta.

Kepala DLH Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengungkapkan, bahwa pemilahan sampah  organik dan non organik di TPST Nitikan hanya skala kecil jika dibandingkan dengan total volume sampah di Kota Yogyakarta yang mencapai sekitar 370 ton per hari.

“Untuk itu diperlukan peran dari masyarakat untuk mengelola sampah. Selama ini volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan sekitar 260 ton karena bisa berkurang dari pemulung dan bank sampah,” kata dia, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (10/5/2022).

Menurut Sugeng Darmanto, sampah non organik seperti botol-botol dan kertas bisa terkurangi sekitar 19 persen di pemulung dan dua persen dari bank sampah. “Dalam kondisi seperti ini harus mengaktifkan semua bank sampah dan masyarakat untuk memilah sampah,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko mengatakan, sebelum ada pemilihan dan pengolahan sampah organik menjadi kompos volume sampah di TPST Nitikan mencapai sekitar 20 ton per hari. Setelah dilakukan pemilihan dan pengolahan sampah organik volume sampah berkurang menjadi sekitar 15 ton per hari.

“Pemilihan sampah organik seperti dari pemangkasan pohon-pohon perindang di Kota Yogyakarta dan dari masyarakat. Sampah organik yang dipilah itu diolah menjadi kompos,” jelas dia.

Selain mengelola sampah organik menjadi kompos, lanjut Ahmad Haryoko, keberadaan TPST Nitikan menjadi laboratorium percontohan pengelolaan sampah bagi masyarakat. Terutama terkait teknis pengolahan sampah organik menjadi kompos maupun untuk budidaya maggot. Masyarakat dapat memilih teknis pengelolaannya sesuai karakter masing-masing wilayah.

Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dengan sampah yang menggunung hingga menutupi deretan kios dampak ditutupnya TPA Piyungan. TPS tepat berada di pojok perempatan Tamansari, Jalan Suryowijayan, Yogyakarta. Foto diabadikan, Selasa (10/5/2022). Tedy Kartyadi/ bernasnews.com.

Dikatakan, sekitar 60 persen sampah organik dari rumah tangga belum diolah dan dibuang ke TPA Piyungan. Untuk mengurangi itu, Pemkot Yogyakarta akan mengembangkan pengelolaan sampah organik di tiap kelurahan. Setiap kelurahan akan mendapatkan bantuan untuk mendukung pengelolaan sampah organik. Bank sampah yang sehat dan baik di wilayah akan menjadi ketua untuk pengelolaan.

“Kami bersama Bappeda mulai tahun 2023 akan ada pengolahan sampah organik di masing-masing kelurahan. Kami akan menyasar ke bank-bank sampah di wilayah agar sampah organik juga diolah, sehingga bisa zero sampah di masing-masing wilayah,” pungkasnya.

Koordinator TPST Nitikan, Klimin menjelaskan, produksi kompos di Rumah Kompos TPST Nitikan sekitar 300 karung per bulan. Setiap karung berisi sekitar 35 kg kompos, sehingga sebulan bisa menghasilkan sekitar 10 ton kompos. Proses produksi kompos menggunakan mesin-mesin penggiling.

Juga bak-bak penampungan berukuran 3×1,5 meter untuk fermentasi. Satu bak penampungan bisa menampung sekitar 1 ton kompos. Butuh waktu sekitar minimal 3 sampai 4 minggu untuk masa fermentasi.

“Hasil kompos dari Rumah Kompos TPST Nitikan diberikan secara gratis kepada masyarakat Yogyakarta melalui kelompok seperti kelompok tani, PKK maupun RT/RW untuk membantu kegiatan tanam masyarakat,” ujar Klimin, seperti dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments