Home News SMS dari BRI-INFO Sempat Dianggap Hoaks, Ternyata Dapat Bantuan Modal Rp...

SMS dari BRI-INFO Sempat Dianggap Hoaks, Ternyata Dapat Bantuan Modal Rp 2,4 Juta dari Program BPUM

10941
0
Ratusan warga mengurus pencairan bantuan BPUM di Kantor Kas BRI depan Kampus Instiper Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (21/10/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Fitri Yanti SR, warga Perumahan Citra Ringin Mas Blok D-42 Dusun Karangmojo, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, sempat kaget, ketika menerima SMS dari Bank BRI melalui BRI-INFO pada 8 Oktober 2020.

“NSBH Yth. Anda terdaftar sebagai penerima Banpres Produktif (BPUM). Untuk verifikasi dan pencairan silakan menghubungi kantor BRI terdekat dengan membawa eKTP,” demikian isi sms dari BRI-INFO yang diterima Fitri.

Awalnya Fitri tak percaya dan dikira hoaks. Bahkan ia hendak menghapus sms tersebut. Namun, karena penasaran dengan isi SMS tersebut ia berusaha mengonfirmasi kebenarannya dengan mendatangi Kantor BRI terdekat seperti yang diminta melalui sms tersebut.

Cara mengecek bantuan BPUM melalui e-FORMBRI dengan mengisi nomor KTP atau NIK dan kode verifikasi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Dan sekitar jam 10.00 WIB, Fitri pun datang mengecek ke BRI dan ternyata benar. Ia mendapat bantuan dari pemerintah melalui progam BUPM BRI sebesar Rp 2.400.000. Dan tak menunggu lama, Fitri yang punya usaha membuat kue Brownis Batik di rumahnya itu langsung memproses untuk pencairan dana tersebut untuk menambah modal usaha pada 16 Oktober 2020.

Fitri yang dihubungi Bernasnews.com, Rabu (21/10/2020) mengaku tidak pernah mengajukan permohnan atau mendaftar untuk mendapatkan bantuan tersebut. Namun, data-data pribadi termasuk usaha yang ditekuni tercatat/terdaftar di kecamatan. Data yang ada di kecamatan yang juga masuk ke di Dinas Koperasi dan UMKM itulah yang diverifikasi oleh pihak bank penyalur dana bantuan BPUM untuk mendapat bantuan.

(Baca juga : Ratusan Warga Berjubel Cairkan Bantuan BPUM Rp 2,4 Juta)

Ada tiga bank penyalur BPUM yakni Bank BRI, BNI dan bank Mandiri Syariah. Penerima akan mendapatkan sms/informasi dari bank dimana ia menjadi nasabah atau rekening di bank tersebut. Kebetulan Fitri nasabah BRI.

Selain melalui sms BRI-INFO, calon penerima bantuan juga bisa mengecek langsung untuk mengetahui apakah mendapat bantuan BPUM ata tidak dengan mengecek ke e-FORMBRI bagi nasabah Bank BRI. Masukkan nomor KTP/NIK di kolom yang tersedia dan tulis ulang kode verifikasi yang sudah tertera dan masukkan di kolom sebelah kanan lalu klik Proses Inquiry.

Bila Anda mendapat bantuan maka akan keluar jawaban : Nomor eKTP terdaftar sebagai penerima BPUM, an……(nama Anda, red) dengan nomor rekening……(nomor rekening Anda di bank tersebut, red). Untuk verifikasi dan pencairan hubungi Kantor BRI terdekat membawa eKTP.

Penerima akan mendapatkan jawaban seperti ini di e-FORMBRI bila mendapat bantuan BPUM. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Namun, bila Anda tidak mendapat bantuan BUPM maka akan muncul jawaban : Nomor eKTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM.

Contoh jawaban bagi mereka yang tidak menerima bantuan BPUM yang dicek melalu e-FORMBRI. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Sementara pelaku usaha yang informasi mendapat bantuan BUPM melalui sms BRI-INFO dari bank penyalur sesuai bank dimana penerima menjadi nasabah atau punya nomor rekening, kemudian melakukan verifikasi ke bank penyalur dengan membawa e-KTP.

Setelah verifikasi, maka proses pencarian dana bantuan BPUM sebesar Rp 2,4 juta tersebut bisa segera dilakukan oleh pelaku UMKM/penerma dan bank penyalur.

Lestari, warga Dabag, Condongcatur membawa formulir berisi data pribadi untuk mencairkan dana bantuan modal BPUM, Rabu (21/10/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Mereka yang mendapatkan bantuan modal melalui program BPUM tersebut adalah WNI, punya NIK, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM beserta lampirannya yang merupakan satu kesatuan.

Penerima adalah bukan PNS,TNI/Polri, pegawai BUMN atau BUMD, tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR. Sementara pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domosili usaha berbeda bisa melampirkan Surat Keterangan Usaha (KSU).

Lalu, siapa yang mengusulkan mereka untuk mendapatkan bantuan modal BPUM? Pengusul BPUM meliputi Dinas Koperasi dan UKM provinsi/kabupaten/kota, koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum, kementerian/lembaga, perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK, lembaga penyalur program kredit pemerintah (BUMN/BLU). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here