Home Pendidikan SMP Negeri 3 Mlati Sleman Berkomitmen Mendukung Literasi untuk Peradaban

SMP Negeri 3 Mlati Sleman Berkomitmen Mendukung Literasi untuk Peradaban

381
0
Kepala SMP Negeri 3 Mlati Sleman Dra Nurhidayati, MPd., Moderator Mujiyono S.Pd., Narasumber Y.B. Margantoro serta para guru dan tenaga kependidikan foto bersama seusai Safari Literasi Guru di SMP Negeri 3 Mlati, Gedongan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, DIY, Rabu (1/12/2021). Foto : Ch Endah Heruwati

BERNASNEWS.COM – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 3 Mlati, Sleman, DIY, berkomitmen mendukung keberhasilan gerakan literasi sekolah (GLS) untuk peradaban. Warga sekolah setempat menganggap serius media massa dan buku sebagai ladang yang dapat digarap untuk berkarya tulis. Harapannya, GLS terutama dapat menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik dan budaya literasi di sekolah.

Hal tersebut mengemuka dalam sambutan Kepala SMP Negeri 3 Mlati Sleman Dra Nurhidayati M.Pd dan pengantar Narasumber YB Margantoro pada acara pembukaan Safari Literasi Guru SMP Negeri 3 Mlati bertajuk Menulis di Media Massa dan Buku, di sekolah setempat, Gedongan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, DIY, Rabu (1/12/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Drs Ery Widaryana, MM yang dihubungi terpisah melalui whatshaap menyambut gembira dan mengapresiasi kegiatan ini.  Dia berharap, guru-guru di Kabupaten Sleman semakin produktif menulis sehingga pendidikan meningkat kualitasnya dengan guru-guru yang hebat.

Safari literasi untuk guru ini dilaksanakan dua kali pertemuan, Rabu (1/12) dan Sabtu (4/12). Untuk peserta siswa akan dilaksanakan pekan depan. Harapan dari kegiatan ini, selain dapat menghasilkan karya media dan karya buku, juga dinamika literasi sekolah dapat bertumbuh dan bermakna.

Pegiat Literasi YB Margantoro memberikan buku kepada Kepala SMP Negeri 3 Mlati Sleman Dra Nurhidayati, M.Pd. seusai pembukaan Safari Literasi Guru di sekolah setempat, Rabu (1/12/2021). Foto : Kiriman Ch Endah Heruwati

Menurut kepala sekolah Nurhidayati, sekolah ini berdiri pada tahun 1982. Memiliki 24 orang guru, enam orang tenaga kependidikan, dan 12 kelas siswa. Untuk kelas VII ada 128 orang siswa, kelas VIII 129 orang siswa dan kelas IX 128 orang siswa. Beberapa keunggulan yang dimiliki sekolah ini antara lain ekstrakurikuler drumband yang sudah memiliki prestasi juara 1 tingkat kabupaten, prestasi juara 3 MTQ tingkat kecamatan, memiliki greenhouse untuk mengembangkan kreativitas siswa didik bekerjasama dengan dunia usaha berupa penyediaan bahan baku untuk pembuatan peyek sirih.

“Selain itu, tingkat kepedulian sebagian besar orangtua murid cukup tinggi. Kami juga memiliki beberapa guru yang memiliki kompetensi dalam menulis yang dapat dikembangkan sehingga mampu memotivasi peserta didik untuk mengembangkan literasi,” kata dia.

Butuh keseriusan

Pada acara safari literasi guru ini, narasumber Pegiat Literasi Y.B. Margantoro meminta guru menulis langsung kepada tiga kelompok peserta dengan topik berbeda yakni GLS, Hari Ibu dan Sleman Smart City.

Guru Bahasa Indonesia Aprilia Miftahurrahman, S.Pd. berpendapat, menumbuhkan budaya literasi di dunia pendidikan saat ini memang tidak mudah. Dibutuhkan keseriusan untuk melakukannya. Apabila literasi sekolah dijadikan metode pengembangan kegiatan di sekolah berarti aktivitas pembelajaran bertumpu pada kegiatan membaca, berpikir dan menulis.        

Bicara tentang (Hari) Ibu, guru bahasa Inggris Destyari Adityarini Ika Putri, S.Pd. mengatakan, pengertian ibu itu sangatlah luas. Ibu tidak hanya didefinisikan sebagai ibu kandung yang melahirkan melalui rahimnya, tetapi pengertian ibu juga dapat diartikan lebih dari itu.

“Peranan ibu sangatlah mulia, baik itu ibu sebagai ibu kandung, ibu guru yang ada di sekolah, maupun pemimpin di suatu instansi atau lembaga. Semuanya harus dihormarti karena doa-doa dari merekalah dapat mengantarkan pada kesuksesan yang abadi,” kata dia.

Guru bimbingan dan konseling (BK) Ina Ismi Fatmawati, SPd. mengatakan, Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang sudah menerapkan smart city. Ciri dari smart city yaitu responsif terhadap permasalahan masyarakat, mengintegrasikan pemikiran dan inovasi baru, serta memiliki solusi yang efektif, inovatif dan menginspirasi.

“Salah satu solusi yang diterapkan dan menginspirasi kabupaten lain adalah adanya aplikasi Lapor Sleman. Aplikasi ini digunakan bagi semua warga Sleman untuk melaporkan kejadian yang berpengaruh,” kata dia. (*/lip)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here