Home News SMKN 2 Yogyakarta Mulai Berlakukan Tatap Muka Praktek Terbatas

SMKN 2 Yogyakarta Mulai Berlakukan Tatap Muka Praktek Terbatas

198
0
SMK Negeri 2 Yogyakarta memberlakukan pembelajaran tatap muka praktek terbatas mulai, Rabu (23/9/2020), dengan pelaksanaan Protokol Covid-19 secara ketat. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — SMK Negeri 2 Yogyakarta telah memberlakukan pembelajaran tatap muka praktek terbatas mulai, Rabu (23/9/2020). Segala hal terkait dengan persiapan dan pencegahan Covid-19 sudah dipersiapkan dan diantisipasi secara matang. Demikian disampaikan oleh Drs. Sumadi selaku Wakil Kepala Sekolah melalui rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, Senin (21/9/2020).

Pengecekan suhu tubuh siswa dimulai dari pintu depan masuk lingkungan SMKN 2 Yogyakarta oleh Ssecurity sekolahan. (Foto: istimewa)

“Siswa harus mendapat ijin orang tua dan Siswa harus berisiko kecil terhadap kemungkinan penularan Covid-19. Kedua hal tersebut SMK N 2 Yogyakarta sudah mengeluarkan surat edaran yang berupa angket untuk menjaring ijin dari orang tua dan menganalisa resiko penularan Covid-19 dari siswa yang akan tatap muka,” kata Sumadi.

Dikatakan, berdasarkan data yang masuk menyimpulkan bahwa sebesar 84,7 % orang tua setuju putra putrinya untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka praktek walaupun terbatas, dengan alasan yang dominan yaitu agar para siswa dapat melaksanakan praktik tidak hanya teori saja melalui daring.

“Karena ini SMK yang harus ada prakteknya untuk meningkatkan kompetensi siswa. Sedangkan sebesar 15,3% tidak menyetujui dikarenakan masih takut dengan resiko penularan Covid-19 sejak perjalanan kesekolah, selama disekolah dan sesudah dari sekolah,” ungkap Sumadi.

Penyemprotan desinfektan setiap saat seluruh sapras SMKN 2 Yogyakarta oleh Tim Pencegahan Gusus Covid-19. (Foto: istimewa)

Dari data tersebut Kepala SMK N 2 Yogyakarta maklum, dan sesuai dengan instruksi dari Balai Pendidikan menengah yang merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bahwa bagi orang tua yang belum mengijinkan tidak masalah, bisa diakomodir dengan pembelajaran jarak jauh walaupun dengan segala keterbatasannya.

Sementara dari analisa resiko penularan Covid-19, menurut Sumadi, dari data yang ada dapat disimpulkan resiko kecil dengan persyaratan semua siswa yang telah mengisi angket selalu konsisten dalam menerapkan protokoler Pencegahan Covid-19. “Dengan persyaratan semua siswa yang telah mengisi angket selalu konsisten dalam menerapkan protokoler pencegahan Covid-19,” tegas Sumadi.

Denah Jalur Masuk Lingkungan Sekolah SMKN 2 Yogyakarta. (Foto: Repro)

SMKN 2 Yogyakarta sudah menyiapkan berbagai sarana prasarana dan metode pencegahannya, di antaranya, KBM praktek tatap muka terbatas dengan jadwal hanya 1/3 jumlah sarpras yang ada, sehingga jadwal sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Siswa di sekolah dibagi 2 shift pagi dan sore serta hanya durasi 3 jam. Juga jeda waktu antar shift untuk menghindari kerumunan orang dan praktek hanya 2 orang setiap kelompok.

“Proses masuk dan keluar sekolah dan ke ruang praktek diatur dengan ketat dengan pencegahan dan protokol Covid-19. Piket Tim Budaya dan Tim Gugus Pencegahan Covid-19 setiap hari, dengan penyemprotan desinfektan dan piket keliling operasi pemakaian masker, serta menghindari kerumunan selama pembelajaran di sekolah,” tutup Sumadi. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here