Home Pendidikan SMK N 1 Pandak Berkolaborasi dengan Polabangtan Yoma dan Universitas Mercu Buana...

SMK N 1 Pandak Berkolaborasi dengan Polabangtan Yoma dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta

364
0
Workshop Sosialisasi SMKN 1 Pandak menjadi Center Of Excellent (CoE),Rabu (14/10/2020). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Seorang lulusan SMK dipersiapkan untuk siap bekerja atau berwirausaha sesuai dengan bidang keahlian yang dipelajarinya. Selain pemberian materi pelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Nasional, dan Skema Kerangka Kualifikasi  Nasional Indonesia (KKNI) penyediaan sarana dan pra sarana yang mendekati/mirip dengan suasana industri, guru pengajar yang  kompeten dan keterlibatan IDUKA (Industri dan dunia kerja) merupakan hal utama dalam mempersiapkan lulusan siap kerja dan berwirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Nurul Chairani selaku Guru SMKN 1 Pandak, Bantul dalam rilis yang dikirim ke Bernasnews.com beberapa waktu lalu. “Tetapi dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sumber daya manusianya, maka selalu ada perkembangan standar kerja di industri. Siswa lulusan SMK juga diharapkan memiliki kompetensi yang lebih,” ungkap Nurul Chairani.

Menurutnya, di samping itu tidak semua lulusan SMK berkeinginan langsung memasuki dunia kerja melainkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maka kolaborasi antara SMK dengan  Perguruan Tinggi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Awal tahun 2020 Menteri Pendidikan Nadiem Makarin menggulirkan wacana masa pendidikan SMK 3 tahun menjadi 4,5 tahun dan nantinya lulusan SMK akan setara dengan Program pendidikan Diploma 1 atau 2.

SMK N 1 Pandak selain memiliki kompetensi keahlian dengan masa studi 3 tahun. “Juga memiliki kompetensi keahlian dengan masa studi 4 tahun yaitu, Kompetensi Keahlian Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman,” ujarnya.

Suasana Worksho di SMKN 1 Pandak, Bantul, DIY. (Foto: istimewa)

Dikatakan, hari Rabu (14/10/2020), bersamaan dengan pelaksanaan Workshop Sosialisasi SMKN 1 Pandak menjadi Center Of Excellent (CoE), telah dilaksanakan sinkronisasi kurikulum Kompetensi Keahlian Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman dengan dua perguruan tinggi, yaitu Polbangtan Yoma, Prodi Teknologi Benih dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Fakultas Agroindustri.

“Diharapkan dengan pelaksanaan sinkronisasi kurikulum   dengan  Kompetensi Keahlian Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman dapat mewujudkan SMK 4 tahun setara dengan Program Diploma 1 seperti yang sudah digulirkan oleh Menteri Pendidikan,” papar Nurul.

Lulusan SMK yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi khususnya pada ke dua Perguruan Tinggi itu, lanjut Nurul, beberapa mata pelajaran yang sudah ditempuh pada jenjang SMK dapat diakui. Dengan demikian tidak perlu menempuh seluruh mata kuliah pada Fakultas Agroindustri maupun Prodi Perbenihan.

Sementara Agus Wartapa, SP, MP dari Polbangtan Yoma dan Ir. Wafit Dinarto, M Si, menyambut baik keinginan Kompetensi Keahlian Pemuliaan Tanaman untuk melakukan sinkronisasi kurikulum dengan perguruan tinggi tersebut. “Sudah dilakukan curah pendapat dengan pemaparan profil jurusan, struktur kurikulum dan sistem pembelajaran pada kedua perguruan tinggi tersebut. Selanjutnya Kompetensi Keahlian Pemuliaan Tanaman melakukan analisis kurikulum dan penyusunan silabus yang sinkron dengan perguruan tinggi,” pungkas Nurul Chairani. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here