Home Pendidikan SMA Bosa Siap Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

SMA Bosa Siap Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

242
0
Bagian depan Gedung Kampus SMA Bopkri I Yogyakarta yang didirikan tahun 1946 dipertahankan hingga kini. SMA Bosa ingin mempertahankan sebagai sekolah unggul, terpercaya dan berkelanjutan. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – SMA BOPKRI I (Bosa) Yogyakarta siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (offline) atau secara langsung di sekolah. Bahkan sejak setahun lalu SMA Bosa Yogyakarta sudah menyiapkan sarana dan prasarana secara lengkap untuk menjalankan pembelajaran tatap muka.

“Secara sarana prasarana SMA Bosa sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka guru dan siswa. Karena sudah setahun yang lalu kami siapkan kelas, penunjuk arah, tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, ruangan selalu disemprot dengan disinvektan model fogging,” kata Sartana S.PAK MPd, Kepala SMA Bosa Yogykarta, ketika dihubungi Bernasnews.com, Senin (23/8/2021).

Bahkan menurut Sartana, ruang isolasi transit jika ada siswa atau guru karyawan yang diketahui positif Covid-19 sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. “Tentu kami mencoba untuk memberi fasilitas seperti yang dianjurkan pemerintah. Hanya kesiapan mental yang paling krusial adalah soal vaksin, semua bapak dan ibu guru-karyawan sudah selesai divaksin pada bulan Juli 2021, sementara siswa memang belum 100 persen divaksin Covid-19,” kata Sartana.

Kepala SMA Bosa Yogyakarta Sartana S.PAK MPd. Foto : Dok Pribadi

Menurut Sartana, pada hari Senin, 23 Agustus 2021, pihak SMA Bosa Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan Dandim 0734/Kota Yogyakarta untuk permohonan percepatan vaksin Covid-19 bagi siswa/siswi SMA Bosa. Dan sudah diagendakan, bahkan data sudah masuk dan segera akan dijadwalkan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi sisw/siswi SMA Bosa.

“Dari sekitar 700 siswa SMA Bosa, baru 400 siswa yang sudah tervaksin Covid-19 dan sisanya akan segera dijadwalkan dalam waktu dekat melaksanakan vaksinasi Covid-19,” kata Sartana.

Sartana mengaku tidak mau gegabah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, tapi menunggu izin/ lampu hijau dari Dindikpora DIY, regulasi izin dari orangtua dan yang paling penting 100 persen siswa sudah tervaksin Covid-19.

“Ketiga hal ini kami harus patuhi dan kami tidak akan tergesa-gesa melaksanakan pembelajaran off line jika salah satunya belum terpenuhi dengan sempurna,” tegas Sartana.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberi sinyal bahwa sekolah segera melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here