Home Seni Budaya SMA BOSA Pentaskan Teater Virtual Gending Waringin pada 17 Agustus 2021

SMA BOSA Pentaskan Teater Virtual Gending Waringin pada 17 Agustus 2021

832
0
Poster pementasan teater virtual Gending Waringin SMA BOSA. Foto: Humas SMA BOSA

BERNASNEWS.COM – SMA BOPKRI 1 (BOSA) Yogyakarta akan mementaskan teater virtual dengan tema Gending Waringin pada Selasa, 17 Agustus 2021 mulai pukul 08.00 WIB. Pementasan teater dilakukan melalui kanal YouTube SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. Teater virtual Gending Waringin disutradarai Suwarto S.Sn.

Pementasan teater virtual Gending Waringin itu akan diawali sambutan Kepala SMA BOSA Sartana S.PAK MPd dan dipandu Andrea Pramesti Putri selaku pembawa acara.

Bimo Kalbharrianto SPd, Wakasek Kesiswaan SMA BOSA, dalam rilis yang diterima Bernasnews.com, Minggu (15/8/2021) mengatakan, para pemeran teater virtual Gending Waringin terdiri dari guru dan karyawan SMA BOSA.

Mereka adalah Meritz Hindra yang berperan sebagai lelaki tua Veteran Perang, Timotius Tri Yogatama MPd sebagai Komandan Pribumi/Komandan Belanda, Cristian Ade Prasetia SPd sebagai Komandan Pribumi, Andi Setyawan MPd sebagai Pejuang Pribumi 1, Octavianus Chris Ardyanto SPd sebagai Pejuang Pribumi 2, Anita Krisnandari SPd sebagai Pejuang Pribumi 3, Anantyas Kusuma Dewi SPd.Gr sebagai Pejuang Pribumi 4 dan Devi Safitri W sebagai Pejuang Pribumi 5.

Kepala SMA BOSA Sartana S.PAK MPd. Foto: Humas SMA BOSA

Selain itu, Christian Diesta Kurniawan SS sebagai Tentara Belanda, Antonius Nico Suryadi SPd sebagai Guru, Yeshya Paskhalia Pradipta Suci sebagai Siswa 1, Defrin Putri Pratama sebagai Siswa 2, Vicki Riana Santoso sebagai Siswa 3, Steven William N sebagai Siswa 4, Winston Lim sebagai Siswa 5 dan Adinda Vidia sebagai Siswa 6.

Sinopsis

Jalan cerita Teater Virtual Gending Waringin secara singkat adalah seorang lelaki tua yang merupakan mantan prajurit Militer Akademi berjalan melintasi kota Yogyakarta. Walau langkah kaki sudah tak bisa berderap,namun ia berjalan terengah menuju sebuah bangunan tua dengan penuh asa akan sebuah memorabilia.

(Baca juga: Dies Natalis ke-75, SMA BOSA Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi)

Lelaki tua itu terhenti di sebuah bangunan tua yang dulu dikenal dengan Militer Akademi. Dia bersemangat melihat kembali sudut-sudut bangunan Militer Akademi tersebut. Dia kembali berderap, memberi hormat dan berorasi seakan dibawa kembali menuju masa perjuangan melawan Belanda.

Pada zaman ini, bangunan itu dikenal sebagai SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. Sebuah peninggalan sejarah dalam bentuk bangunan, yang kini menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa.

(Baca juga: Museum Memorabilia Akmil di Kampus SMA BOSA Diresmikan)

Lantas, penerus bangsa ini harus tahu bahwa BOSA menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan penuh semangat membara, lelaki tua itu bercerita awal perjuangan dari Militer Akademi. Mulai dari para prajurit yang berkumpul di sebuah beringin untuk melakukan penyerbuan terhadap Belanda. Bersatu padu, mengangkat senjata, berjuang demi kemerdekaan Indonesia!

Mengangkat bambu runcing, menembak dengan senjata, sebagai wujud perlawanan terhadap Belanda. “Bagaimana kisah selengkapnya? Mari kita saksikan bersama visualiasi perjuangan kemerdekaan “Gending Waringin”. Selamat menyaksikan!,” ajak Sutradara yang juga Guru Seni SMA BOSA Suwarto. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here