Home News Demi Mendukung PJJ, SMA Bosa Bantu Pembelian Pulsa untuk Siswa

Demi Mendukung PJJ, SMA Bosa Bantu Pembelian Pulsa untuk Siswa

652
0
Kepala SMA BOPKRI I Yogyakarta Drs Andar Rujito MH. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – SMA BOPKRI I (Bosa) Yogyakarta mewujudkan kepedulian kepada sesama dengan memberi bantuan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah bantuan pembelian pulsa kepada siswa guna menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring).

“Kami memberi bantuan untuk pembelian pulsa guna menunjang pembelajaran jarak jauh. Masing-masing siswa sebesar Rp 100 ribu/ bulan untuk waktu 2 bulan atau Rp 200 ribu per siswa. Teknisnya kami potong dari pembayaran SPP mereka,” kata Drs Andar Rujito MH, Kepala SMA BOPKRI I Yogyakarta, ketika dihubungi Bernasnews.com, Rabu (29/4/2020) malam.

Dikatakan, bantuan pembelian pulsa diberikan kepada siswa yang mengikuti pembelajaran jarak jauh yaitu kelas 10 dan 11. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian karena anak-anak harus melakukan pembelajaran online dan tentu membutuhkan pulsa untuk bisa on.

“Ini juga sebagai realisasi kebijakan pemerintah, khususnya Kemendikbud bahwa masing-masing sekolah bisa menggunakan dana BOS untuk membantu peserta didik dan guru dalam pelaksanaan pembelajaran online atau e learning,” kata Andar Rujito.

Selain bantuan pembelian pulsa untuk para siswa, SMA Bosa juga menunjukkan kepedulian kepada sesama, baik secara perorangan maupun komunitas, dengan memberikan bantuan dalam bentuk barang atau sembako. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dalam situasi yang memprihatinkan seperti sekarang.

“Kami memberikan bantuan kepada orang-orang atau komunitas yang sangat membutuhkan. Bantuan disalurkan melalui komunitas-komunitas yang peduli sesama. Namun, ada juga bantuan yang langsung diberikan dari Bosa. Bantuan diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” kata Andar Rujito yang menjadi Kepala SMA Bosa sejak tahun 2012.

Andar Rujito mengaku prihatin karena dalam situasi seperti sekarang ada orang-orang yang masih mengeraskan hati untuk tidak peduli pada orang lain. “Bahkan tidak sedikit yang justru mengambil keuntungan yang tidak semestinya dilakukan,” kata Andar Rujito. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here