Home Pendidikan SMA BOSA Dukung Siswa untuk Kuliah di Luar Negeri Lewat Program BOSA-AIS

SMA BOSA Dukung Siswa untuk Kuliah di Luar Negeri Lewat Program BOSA-AIS

1003
0
Kepala SMA Bopkri 1 Yogyakarta, Andar Rujito (kanan) saat seremoni serah terima Nicolas (kiri) sebagai siswa program edukasi BOSA-AIS yang pertama, Rabu (27/1/2021). (Foto: Ayu)

BERNASNEWS.COM – Tren pelajar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri kian meningkat setiap tahunnya. Tak sedikit yang berupaya untuk mencari jalan agar bisa merasakan mengenyam pendidikan di luar negeri.

Melihat hal ini, SMA Bopkri 1 (BOSA) Yogyakarta memberikan kemudahan pada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Salah satunya dengan program BOSA-AIS yang memungkinkan siswa untuk mengenyam pendidikan di Australia sejak SMA.

“Kalau kita melihat fenomena, mempersiapkan masa depan anak agar sukses itu masih diyakini bahwa pendidikan di negara maju itu benar-benar menjanjikan,” ujar Kepala SMA BOSA Yogyakarta, Andar Rujito, Rabu (27/1/2021).

Pihaknya mengakui bahwa tren untuk kuliah di luar negeri meningkat setiap waktunya. Untuk itu, SMA BOSA memberikan fasilitas bagi para siswa yang hendak mewujudkan hal tersebut.

Kerja sama dengan Adelaide International School (AIS), Australia, menjadi salah satu sekolah internasional yang menjalin kerja sama. Uniknya, para siswa sudah akan merasakan kurikulum internasional sejak semester kedua.

“Anak-anak memiliki kesempatan lebih mudah dari pada menunggu lulus SMA baru ke luar negeri, tapi sejak SMA dia sudah merasakan kurikulum internasional, merasakan pembelajaran kelas internasional, dan meningkatkan kualitas mutu,” tuturnya.

Pada tahun ajaran ini, Nicolas, menjadi satu-satunya siswa yang mengambil program BOSA-AIS. Andar mengatakan, seharusnya siswa tersebut sudah berangkat ke Australia untuk menempuh pendidikan di Adelaide International School. Namun pandemi corona membuatnya terpaksa mengikuti pembelajaran secara online di Indonesia.

“Mestinya, angkatan pertama Januari ini sudah berangkat ke australia. Tapi karena tidak memungkinkan, maka hari ini belum bisa ke australia terpaksa pembelajaran tetap online. Tapi hari ini, secara resmi, Nicolas sudah menjadi siswa AIS,” tegasnya.

Pihaknya berharap, program BOSA-AIS ini menjadi salah satu pijakan untuk siswa yang ingin menempuh kuliah di luar negeri. Kerja sama internasional ini pun disambut baik oleh Principal of Adelaide International School, Peter Daw.

Pihaknya mengungkapkan bahwa kerja sama internasional ini memungkinkan para siswa dari luar Australia untuk mengenyam pendidikan di AIS. Mereka yang saat ini berada di tahun terakhir SMA, seharusnya bisa berangkat ke AIS.

“Ada kesempatan bagi para pelajar di Indoensia untuk menempuh pendidikan di Australia.Apabila tidak terjadi pandemi, kami sudah menerima para siswa untuk datang ke AIS. Tapi sayangnya pandemi ini membuat siswa tidak bisa ke sini,” katanya.

Hari ini, Rabu (27/1/2021), SMA BOSA dan AIS secara simbolis melakukan serah terima program BOSA-AIS Educational Program untuk angkatan pertama. Nicolas, menjadi siswa SMA BOSA pertama yang mengikuti program BOSA-AIS Educational Program ini.

Agung Ardianto, Orang Tua Nicolas, mengatakan tertarik dengan program BOSA-AIS lantaran memiliki sistem pendidikan yang berbeda. Ia mengatakan, tujuan mendaftarkan puteranya di program BOSA-AIS ini adalah agar memiliki wawasan global.

“Harapan kami anak kami memiliki wawasan global, mampu mengasah kemampuan berbicara bahasa inggris, supaya nanti saat bekerja dia bisa bersaing secara global juga,” katanya.

Saat ini, SMA BOSA Yogyakarta masih membuka pendaftaran untuk BOSA-AIS Educational Program. Berbagai keuntungan akan didapatkan oleh siswa mulai dari waktu belajar lebih singkat, memiliki 2 ijazah SMA (nasional dan internasional), hingga layanan pendidikan dari 2 sekolah. Informasi selengkapnya hubungi Nico Suryadi (085283995999).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here