Home Pendidikan SMA BOPKRI I Siap Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

SMA BOPKRI I Siap Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

43
0
Kepala SMA BOPKRI I Yogyakarta Drs Andar Rujito MH. Foto : Istimewa

BERNARNEWS.COM – SMA BOPKRI I (Bosa) Yogyakarta siap melaksanakan proses belaja mengajar (PBM) atau pembelajaran secara langsung atau tatap muka di sekolah mulai Januari 2021. Bahkan SMA Bosa sudah menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin tinggi de masa normal baru.

“Pada prinsipnya SMA BOSA sudah siap menjalankan pembelajaran tatap muka. Dan kami sudah siapkan protokel kesehatan secara ketat agar pembelaran tatap muka tidak menjadi klaster baru penularan virus Coronan,” kata Drs Andar Rujito MH, Kepala SMA Bosa, saat dihubungi Bernasnews.com, Sabtu (21/11/2020).

Hal itu disampaikan Andar Rujito menanggapi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri yang membolehkan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka mulai Januari 202.

Menurut Andar Rujito, sekarang ini peserta didik sudah mengalami kejenuhan mengikuti pembelajran jarak jauh (online). Mereka sangat merindukan pembelajaran bersama teman-teman di sekolah.”Kep utusan itu harus disikapi sebagai sesuatu yang bisa kita mengerti mengingat sudah hampir 9 bulan tidak ada pembelajaran tatap muka di kelas. Sekalipun selama ini dilakukan pembelajaran jarak jauh (online) pasti diyakini tidak bisa melakukan pembelajaran secara optimal. Banyak yang hilang, terkhusus untuk ketrampilan, dan pembinaan sikap/ karakter. PJJ hanya mampu menyampaikan informasi pengetahuan, itupun juga tidak optimal,” kata Drs Andar Rujito MH.

Dikatakan, pendidikan yang seutuhnya tentu juga membutuhkan perjumpaan, relasi fisik di antara guru dan siswa, juga antar siswa itu sendiri. Karena dari situlah akan terjadi proses pertumbuhan dan pendewasaan pribadi.

“Mereka sudah lama tidak melakukan aktifitas bersama, termasuk ekstrakurikuler. Selain jenuh dan bosan, kita merasakan juga menurunnya semangat belajar. Ada penurunan ritme kemauan dan kesadaran belajar. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan tidak mudah mengembalikannya.

Menurut Kepala SMA Bosa ini, dengan diizinkannya pembelajaran tatap muka diharapkan sedikit demi sedikit mengembalikan ritme dan semangat belajar sebagaimana sebelum pendemi. Namun, yang menjadi catatan penting adalah jangan sampai pembelajaran tatap muka justru menimbulkan cluster baru dalam penularan virus Corona.

Karena itu, yang harus lebih diutamakan adalah kesehatan/ keselamatan. Apabila akan dilakukan pembelajaran tatap muka langsung, maka harus benar-benar bisa menjamin tidak akan menjadi cluster baru. Itulah sebabnya setiap sekolah yang akan memulai tatap muka harus menyiapkan segala sesuatu sesuai protokol kesehatan di sekolah. Mulai dari sarana prasarana, pengaturan mobilitas siswa, termasuk dam pembelajaran, semuanya harus ketat, disiplin dan benar-benar sesuai protokol.

Menurut Andar Rujito, sekolahnya sudah melakukan sosialisasi pedoman atau protokol kesehatan ketika nanti dilakukan sekolah tatap muka. “Kami tidak mau melakukan pembelajaran tatap muka sekadar berangkat dari kepatutan atau karena melihat sekolah lain sudah melakukan. Kami harus hati-hati. Sebab, bagi kami, keamana, kesehatan dan keselamatan warga sekolah selalu menjadi prioritas utama,” kata Andar Rujito. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here