Home News Situasi Pandemi di Indonesia Membaik, Masyarakat Tetap Waspada, Tidak Lengah

Situasi Pandemi di Indonesia Membaik, Masyarakat Tetap Waspada, Tidak Lengah

112
0
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kanan atas) dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dari Jakarta, Senin (27/9/2021) sore. Foto: kominfo.go.id

BERNASNEWS.COM – Meski situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah membaik bahkan mendekati kondisi normal, namun masyarakat tetap diminta untuk selalu waspada dan tidak lengah. Sebab bila lengah maka dikhawatirkan kasus bisa melonjak lagi. Karena itu, pemerintah tidak akan mengurangi kewaspadaan dan upaya mengendalikan pandemi di Tanah Air. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, situasi pandemi yang membaik dengan indikator turunnya kasus positif, kematian dan aktif jangan membuat kita lengah dan berpuas diri, tapi justru tambah waspada dan hati-hati.

Dalam keterangan pers usai rapat terbatas (ratas) evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual dari Jakarta, Senin (27/9/2021) sore, Menko Marves Luhut mengungkapkan bahwa kasus konfirmasi nasional turun 96,9 persen dari puncak konfirmasi kasus pada 15 Juli 2021. Angka kasus harian pada 26 September tercatat 1.760 kasus, lebih rendah dari angka 24 Juli 2020 yang berada di 1.761 kasus.

Sementara itu, kasus aktif nasional juga terus menurun. Pada Senin, 27 September 2021 malam, jumlah kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis menjadi 40.270 kasus atau 1,0 persen dari total kasus terkonfirmasi positif. Jumlah ini lebih rendah dari angka 2 September 2020 yang mencapai 43.059 kasus. “Kasus aktif nasional ini turun 92,6 persen dari puncak kasus aktif pada 24 Juli lalu,” kata Luhut dikutip Bernasnews.com dari laman kominfo.go.id yang diunggah pada Senin, 27 September 2021.

Luhut menambahkan bahwa meski situasi pandemi di Indonesia terus membaik, pemerintah tetap menggencarkan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi pandemi Covid-19. Menurut Luhut, saat ini yang dites rata-rata 170 ribu orang per hari. Angka itu cukup tinggi meski target sebenarnya lebih dari angka tersebut.

Dikatakan, meski jumlah pengetesan terus meningkat, namun tingkat positivity rate tetap rendah, yaitu di bawah 2 persen. “Positivity rate sudah di bawah 2 persen, bahkan sudah 1 persen, ini dalam 7 hari. Jadi per 7 hari, angkanya membaik,” kata Luhut.

Sementara upaya tracing juga terus meningkat. Saat ini, hanya 26 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali dengan tingkat tracing terbatas. “Minggu lalu 36 persen, jadi 10 persen membaik, dengan tingkat tracing terbatas atau di bawah 5 orang kontak erat per konfirmasi kasus,” kata Luhut. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here