Home Pendidikan Siswa, Guru dan Pustakawan Beri Kado Buku Puisi pada HUT ke-76 RI

Siswa, Guru dan Pustakawan Beri Kado Buku Puisi pada HUT ke-76 RI

249
0
Guru kelas 5 SD Negeri 004 Bontang Barat, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur Nurlaelah, S.Pd. bersama para siswanya yang menulis buku puisi untuk kado HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2021. Foto : kiriman Margantoro

BERNASNEWS.COM – Banyak cara dapat dilakukan anak-anak bangsa ini untuk mensyukuri, merasa bangga dan memaknai Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kali ini, pada HUT ke-76 Kemerdekaan RI tahun 2021, sebanyak 55 siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 004 Bontang Barat, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, tiga orang guru SD Negeri dan seorang Kepala SMP Negeri di Kota Bontang serta 11 guru dan pustakawan di Yogyakarta memberikan kado buku antologi puisi.

Ada lima judul buku mereka hasilkan. Karya siswa SD N 004 Bontang Barat adalah Rindu Sekolah; karya tiga guru SDN Bontang Barat Roikatul Janah SPd, Muttafakun SPd.SD dan Nurlaelah SPd berjudul Merah Putih Hidupku; karya Nurlaelah SPd berjudul Hujan Turun Membasahi Kota Bontang; karya Kepala SMPN 8 Bontang Purwanto MPd berjudul Malaikat Hati; dan karya Yoseph Nai Helly, dkk dari Yogyakarta berjudul Tunas Muda. 

Buku-buku puisi karya siswa, guru dan pustakawan di Kota Bontang Kalimantan Timur dan Yogyakarta. Foto : kiriman YB Margantoro)

“Ya para siswa-siswa kami kelas 5 SD Negeri 004 Bontang Barat, Kota Bontang, Kalimantan Timur memberikan kado buku untuk HUT ke-76 Proklamasi Republik Indonesia berjudul Rindu Sekolah. Mereka semangat sekali menulis puisi tentang keluarga, sekolah, alam semesta, kehidupan dan pandemi Covid 19,” kata guru kelas 5C SDN Bontang Barat Nurlaelah SPd saat dihubungi melalui WA dari Yogyakarta, Jumat (20/8/2021).

Menurut dia, para siswa itu menulis di rumah masing-masing dan dikirimkan ke WA grup karena sekolah belum menjalani proses belajar tatap muka. Diakui, karya tulis siswa sebenarnya masih jauh dari sempurna. Tapi yang penting mereka sudah berani berkarya.

“Saya senang para siswa kami berani menulis. Kami para guru dan pendidik pada umumnya di Kota Bontang yang sudah berkomitmen sebagai Kota Literasi, memang harus terus mendorong siswa dan para guru sendiri untuk giat melaksanakan literasi sekolah,” kata Nurlaelah yang sudah menghasilkan beberapa karya buku sendiri dan bersama guru lain.      

Praktisi media dan literasi YB Margantoro mengapresiasi dinamika literasi di Tanah Air, khususnya di Bontang dan Yogyakarta. Membaca dan menulis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern saat ini. Peradaban akan tetap terjaga dan bertumbuh, antara lain melalui gerakan literasi. Oleh karena itu, pemerintah dan segenap elemen masyarakat wajib mendukungnya. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here