Home Ekonomi Sistem Online Single Submission Berbasis Risiko Permudah Izin Usaha

Sistem Online Single Submission Berbasis Risiko Permudah Izin Usaha

92
0
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengikuti acara Peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko pada Senin (9/8/2021). Foto: Humas Pemda DIY

BERNASNEWS.COM – Sistem Online Single Submission (OSS) berbasis resiko mempermudah dan mempercepat mengurus dan mendapatkan izin usaha. Dengan sistem OSS, diharapkan izin ushtidak perlu lagi menunggu berhari-hari, berminggu-minggu palagi berbulan-bulan untuk mendpatkan izin usaha.

“Bila semu syarat sudah lengkap diupload maka pada hari yang sama langsung ada jawaban. Ada 3 macam jawaban yakni pertama, pengajuan diterima dan surat izin akan segera didapatkan. Kedua, diminta melengkapi karena data-data yang diupload karena belum lengkap. Atau ketiga, ditolak karena usaha tidak sesuai dengan kondisi di DIY,” kata Sekretaris Deerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji saat mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengikuti acara Peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko pada Senin, 9 Agustus 2021. Peluncuran Sistem OSS Berbasis Resiko tersebut dilkukan Presiden Joko Widodo di Jakarta.

Menurut Baskara Aji, secara riil OSS sebenarnya sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, namun baru dilaunching oleh Presiden RI saat ini. DIY pun menjadi salah satu pilot project untuk pelaksanaan OSS di bidang perizinan ini.

“OSS di bidang perizinan ini akan sangat membantu masyarakat yang menginginkan usaha atau perusahaan bisa segera mendapatkan izin. Kalau sudah berizin maka bila mengambil kredit ke bank lancar,” kata Baskara Aji yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Kamis (12/8/2021).

Dikatakan, penerapan sistem OSS di DIY sudah dimulai sejak tahun lalu. Sistem ini sangat memudahkan masyarakat dan petugas, apalagi sedang pandemi seperti saat ini, pertemuan fisik dihindari. Pada saat ini sudah tidak diperlukan lagi pertemuan fisik dan sudah tidak ada negosiasi. “Yang ada hanya memenuhi syarat, tidak memenuhi syarat atau belum memenuhi syarat,” kata Baskara Aji.

Presiden RI Joko Widodo saat meluncurkan Sistem OSS mengatakan, pandemi tidak boleh menghentikan upaya reformasi struktural yang tengah dilakukan Indonesia. Berbagai agenda reformasi struktural terus dilanjutkan dan aturan yang menghambat kemudahan juga akan tetap dipangkas.

“Prosedur berusaha dan investasi akan terus dipermudah. Karena kita ingin iklim usaha di negara kita berubah makin kondusif, memudahkan usaha mikro, usaha kecil dan menengah untuk memulai usaha,” kata Presiden Jokowi.

JMenurut Presiden Jokowi, dengan melakukan reformasi struktural mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, sehingga menjadi solusi atas persoalan pengangguran yang bertambah akibat dampak pandemi.

Dalam laporan Bank Dunia 2020, Indonesia masuk peringkat ke-73 dari 190 negara dalam hal kemudahan berusaha. Artinya, Indonesia sudah termasuk kategori mudah dalam berusaha dan investasi. Namun menurut Jokowi, kategori mudah saja belum cukup.

“Harus ditingkatkan lagi, dari mudah menjadi sangat mudah, itu target kita. Kuncinya di reformasi perizinan. Perizinan berusaha yang terintegrasi, cepat dan sederhana, menjadi instrumen kita menentukan daya saing kita menarik investasi,” kata Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, OSS Berbasis Risiko merupakan reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan di Indonesia dengan menggunakan layanan perizinan secara online yang terintegrasi, terpadu, berparadigma perizinan berbasis risiko. Artinya, jenis perizinan akan disesuaikan dengan tingkat risikonya. Usaha dengan risiko tinggi, perizinannya berupa izin, sedangkan usaha risiko menengah, jenis perizinannya berupa sertifikat standar.

Sementara untuk usaha dengan risiko kecil, perizinannya cukup berupa pendaftaran atau nomor induk usaha. Hal ini tentu akan membuat iklim berusaha di Indonesia semakin baik. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here