Home News Sinergi Pemda dan Pemuda Bisa Mewujudkan Kesejahteraan Sosial

Sinergi Pemda dan Pemuda Bisa Mewujudkan Kesejahteraan Sosial

544
0
Para peserta dialog bertajuk Ngolah Pikir (ngolah pikir) foto bersama Danang Maharsa SE, Anggota DPRD Sleman yang juga Calon Wakil Bupati Sleman, usai acara di Puri Mataram Dorono, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Kamis (17/9/2020) malam. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Wilayah Kabupaten Sleman merupakan yang terluas di DIY dengan pertumbuhan penduduk usia remaja yang cukup tinggi, yang saat ini jumlah 42.484 orang, dengan rata-rata usia 20-29 tahun. Hal ini akan berdampak terhadap pembangunan Sleman dalam upaya mewujudkan kabupaten yang cerdas ke depan.

Dan partisipasi aktif dari para pemuda sangat penting untuk berkolaborasi dalam membangun Kabupaten Sleman. Karena itu, ke depan sinergi antara pemerintah dengan pemuda untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, sangat penting.

Danang Maharsa SE, Anggota DPRD Sleman yang juga Calon Wakil Bupati Sleman (ketiga dari kiri/baju hitam) bersama peserta lainnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali acara dialog dengan kaum muda di Puri Mataram Dorono, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Kamis (17/9/2020) malam. Foto : Istimewa

“Kesamaan pandangan tentang makna hidup dan meningkatkan daya saing pemuda di tengah globalisasi menjadi sebuah keniscayaan. Di sinilah urgensi pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intens antara pemerintah dan kaum muda agar ide-ide kreatif pemuda bisa terealisasi sebagai embrio pembangunan daerah,” kata Danang Maharsa SE, Anggota DPRD Sleman yang juga Calon Wakil Bupati Sleman yang berpasangan dengan Calon Bupati Dra Hj Kustini Sri Purnomo, dalam acara Ngopi (ngolah pikir) bersama ratusan anak muda di Puri Mataram Dorono, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Kamis (17/9/2020) malam.

Dalam acara yang mengangkat topik Sesarengan mBangun Sleman (bersama-sama membangun Sleman) yang juga dihadiri My Esti Wijayati, Anggota Komisi X DPR RI, dan dihibur grup band Guyup Rukun tersebut, Danang Maharsa mengatakan, para pemuda menginginksn pemimpin daerah Kabupaten Sleman agar lebih terbuka terhadap masukan-masukan anak-anak muda yang sedang menjadi bonus demografi.

Danang Maharsa SE, Anggota DPRD Sleman yang juga Calon Wakil Bupati Sleman (kedua dari kiri/depan) bersama MY Esti Wijayati bernyanyi diiringi grup band Guyup Rukun di sela-sela acara dialog dengan anak muda di Puri Mataram Dorono, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Kamis (17/9/2020) malam. Foto : Istimewa

Kreatifitas dan inovasi para pemuda dalam sejarah perjalanan republik ini terbukti mampu membawa banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan sebuah pernyataan yang terkenal hingga kini, Bung Karno berkata bahwa beri aku 100 orang tua niscaya akan aku cabut Gunung Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan aku guncang dunia. “Hal ini membuktikan bahwa di tangan pemuda perubahan itu dapat diwujudkan,” kata Danang Maharsa

Dikatakan, Kabupaten Sleman dengan segenap potensi SDM didukung keberadaan perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka menjadi modal sosial yang sangat berharga. Demikian pula dengan potensi pertanian, peternakan dan perikanan selain pariwisata alam maupun budaya merupakan kekayaan yang luar biasa. Sementara akses jaringan telekomunikasi, saluran internet sudah mencapai 70 persen di seluruh daerah dapat mengakses.

MY Esti Wijayati (kanan). Foto : Istimewa

Naufal, panitia dialog, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Jumat (18/9/2020), mengatakan, forum seperti ini sangat baik untuk membangun ruang-ruang dialog bagi anak-anak muda bersama Mas Danang Maharsa dengan konsep acara Ngolah Pikir (ngopi) bareng sebagai semangat dari Sleman Rumah Kita Bersama yang menghargai perbedaan dan keberagaman.

Mengapa Ngopi? menurut Naufal, hal ini erat kaitannya dengan pemuda yang mempunyai hobi ngopi sekaligus ngobrol santai namun serius. Sambil ngopi sekaligus didukung penampilan live musik dari salah satu band lokal daerah Sleman Guyup Rukun, diharapkan mampu membawa suasana dialogis santai namun tetap kritis seperti watak dari seorang pemuda itu sendiri.

Menurut Naufal, program coffee morning dengan kaum muda akan dilakukan 2 kali sebulan, dikuti program peningkatan pelatihan technopreneurship, pemberdayaan UMKM untuk kaum muda, young future leadership dan pemberian beasiswa untuk young leader.

Qomar, salah satu peserta dialog, berharap, perlunya menfasilitasi terbentuknya ekosistim petani muda untukn menyadarkan bahwa menjadi petani muda juga sangat menjanjikan. Selain itu,perlu adanya support system dari pemerintahan untuk kemajuan pertanian di Sleman.

Sementara Joko, peserta lainnya, berharap agar ke depan membuka ruang dialogis dengan pemuda terkait dengan optimalisasi lahan-lahan tidur di Sleman sehingga dapat menjadi sumber pendapatan bagi pemuda.

Acara dialog tersebut dihadiri 86 orang dan dihadiri sejumlah tokoh seperti MY Esti Wijayati (Anggota DPR RI Komisi X), Kabul Muji Basuki (Lurah Desa Tridadi) beserta istri dan Ibu Sari (Istri Danang Maharsa). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here