Home Pendidikan Simpul Tumbuh UII Jalin Kerjasama dengan PT Putra Medikaltek Indonesia

Simpul Tumbuh UII Jalin Kerjasama dengan PT Putra Medikaltek Indonesia

64
0
Firdaus ST MT PhD, Dosen Prodi Teknik Elektro FTI UII. Foto: Jerri Irgo

BERNASNEWS.COM – Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan atau Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia (UII) menjalin kerja sama dengan PT Putra Medikaltek Indonesia. Kemitraan dengan perusahaan produsen alat kesehatan ini berfokus pada penelitian dan hilirisasi penelitian dalam pengembangan Alarm Gas Medis Digital (Algist-IoT).

Algist adalah inovasi produk sistem instalasi gas medis rumah sakit. Alat yang awalnya dikembangkan oleh tiga alumni UII yaitu Fanriado, Gilang dan Hasyim ini telah memiliki standar acuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Gas Medik dan Vakum Medik.

Perkembangan teknologi dan permintaan pasar saat ini kemudian mendorong pengembangan produk Algist dengan fitur Internet of Things (IoT) bersama dengan Tim Konsorsium Covid-19 UII yang diketuai Dr Firdaus dan diinisiasi LPDP dan Kemenristek/BRIN.

“Besar harapan produk Algist-IoT dapat menjawab berbagai permasalahan dan menjadi produk unggulan karya anak bangsa pada sistem instalasi gas medik dan vakum medik, karena sejauh ini produk-produk yang beredar di pasaran Indonesia didominasi oleh produk-produk impor,” kata Firdaus ST MT PhD, Dosen Prodi Teknik Elektro FTI UII, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis 21 Oktober 2021.

Firdaus berharap pengembangan Algist-IoT dapat memberi kemudahan bagi tenaga medis karena setiap rumah sakit memiliki standar untuk sentral penyimpanan gas yang disalurkan untuk pasien. Selain itu, Algist-IoT diharapkan dapat menjadi solusi untuk memonitor besarnya tekanan gas yang bisa berpengaruh terhadap kinerja alat, terutama dengan alat medis seperti ventilator yang membutuhkan tekanan gas terjaga. Jika tekanan gas berlebih, maka kinerja ventilator bisa terdampak bahkan mengakibatkan kerusakan alat.

Algist juga dapat memberikan alarm ketika terdapat tekanan gas berlebih ataupun persediaan gas telah menipis. Fungsi tambahan IoT bertujuan agar alat bisa dilihat, dikendalikan, dan dikontrol secara jarak jauh dari ruang sentral gas. “Tim peneliti terus berupaya berkolaborasi dengan mahasiswa untuk membangun industri dalam negeri yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Firdaus. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here