Home Ekonomi Sharing Informasi Penting untuk Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Sharing Informasi Penting untuk Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

501
0
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII Erry Sugito didampingi Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo ST MT PhD saat memberi keterangan kepada wartawan tentang hasil penelitiannya di Ruang Jurusan Teknik Industri FTI UII Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Sabtu (29/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Setiap perusahaan harus terbuka dan menerima masukan dari karyawan yang behubungan dengan peningkatan informasi di perusahaan. Bahkan semua bagian produksi yang bertanggungjawab di semua perusahaan harus mendapatkan akses untuk menerima informasi yang didistribusikan seperti email atau software perusahaan.

“Kebutuhan informasi yang cepat dan akurat sangat diperlukan dalam menunjang implementasi supply chain management yang merupakan salah satu bagian terpenting bagi suatu perusahaan dalam meningkatkan daya saing melalui hasil produk, kualitas, pengurangan biaya dan peningkatan produktivitas untuk pencepatan jalur distribusi barang atau produk,” kata Ery Sugito, Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, kepada wartawan di Ruang Jurusan Teknik Industri FTI UII Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Sabtu (29/2/2020).

Hal itu disampaikan Erry Sugito terkait dengan hasil penelitiannya tentang Analisa Pengaruh Information Sharing, Information Quality dan Information Technology Terhadap Implementasi Supply Chain Management dalam Meningkatkan Produktivitas Perusahaan yang mengantarkannya lulus S2/Magister Teknik Industri UII dan diwisiuda bersama 600-an wisudawan/i lulusan UII lainnya di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kempus Terpadu UII, Sabtu (29/2/2020).

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII Erry Sugito bersama Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo ST MT PhD saat memberi keterangan kepada wartawan tentang hasil penelitiannya di Ruang Jurusan Teknik Industri FTI UII Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Sabtu (29/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Erry Sugito yang didampingi Winda Nur Cahyo ST MT PhD, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, mengatakan, dalam penelitian yang dilakukan terungkap bahwa bila information sharing tidak dilakukan dengan benar, kepercayaan customer terhadap kinerja perusahaan berkurang karena produk tidak dikirim sesuai dengan lead time yang diberikan. Selain itu, besarnya biaya operasional produksi karena banyak operator yang menunggu dan kerja lembur dan denda dari customer karena terjadi keterlambatan pengiriman produk serta operator produksi yang menunggu material di line produksi.


Menurut Erry Sugito, implementasi supply chain management memang tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Artinya, kepuasan pelanggan tidak dipengaruhi oleh implementasi supply chain management pada perusahaan.

Namun, menurut Erry Sugito, implementasi supply chain management berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas. Artinya, semakin baik implementasi supply chain management maka semakin baik pula tingkat produktivitas perusahaan. Pada aktivitas perusahaan tingkat produktivitas mengalami kenaikan sebesar 10 persen atau menjadi 95 persen dari sebelumnya sebesar 85 persen untuk beberapa model yang dijalankan dengan jumlah tertentu di produksi selama proses produksi periode 1 bulan.

Erry Sugito MT. Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Menurut Erry Sugito, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari information sharing terhadap impelementasi supply chain management dan dampak yang ditimbulkan dari information sharing terhadap perusahaan jika tidak dilakukan dengan baik serta usulan yang dapat diberikan agar information sharing dapat berjalan dengan baik di perusahaan.

Analisa dilakukan dengan menggunakan model Structural Equation Model (SEM)-Amos, dimana penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan enam variable kuisioner, yaitu information sharing, information quality, information technology, implementasi supply chain management, produktivitas dan kepuasan pelanggan.

Dari hasil pengolahan diketahui bahwa dengan tingkat information sharing yang rendah akan mempengaruhi kinerja implementasi supply chain management dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Untuk itu information sharing yang baik dan transparan akan meningkatkan kinerja implementasi supply chain management di suatu perusahaan, ditunjang dengan pendistribusian informasi yang jelas, berkelanjutan kepada semua lini serta pemahaman karyawan akan supply chain management akan membantu peningkatan produktivitas dalam memenuhi kepuasan pelanggan.

“Dari penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan yang dapat ditarik dari pernyataan hipotesa bahwa indikator information sharing berdasarkan pada nilai critical ratio tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi supply chain management tetapi masih bisa diterima sebagai pendukung impelementasi supply chain management,” kata Erry Sugito yang menyelesaikan studi S2 di UII hanya dalam aktu 1 tahun 8 bulan.

Dari hasil penelitian ini, Erry Sugito mememberikan beberapa masukan atau saran kepada perusahaan yakni perusahaan harus terbuka dan menerima masukan dari karyawan yang behubungan dengan peningkatan informasi di perusahaan. Selain itu, semua bagian produksi yang bertanggungjawab harus mendapatkan akses untuk menerima informasi yang di distribusikan seperti email atau sofware perusahaan.

“Semua informasi yang berhubungan dengan operasional perusahaan harus direcord atau catat melalui email atau terupdate di sistem perusahaan dan semua operator atau leader yang berhubungan dengan sistem perusahaan agar ditraining atau dilakukan pelatihan untuk selalu meningkatkan kemampuannya,” kata Erry Sugito.

Kemudian, lakukan pengarahan singkat atau diskusi d isetiap pertukaran shift kerja agar masalah yang masih belum terselesaikan segera mendapat solusi dan diselesaikan sebelum pekerjan dimulai. Dan menambahkan di SOP (standard operation procedure) siapa yang diberikan autorisasi untuk dapat mengakses dan memutuskan setiap pekerjaan. (lip)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here