Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsSetelah Ikuti Workshop Seni Budaya, Beginilah Keceriaan Anak-anak Pengungsi Erupsi Semeru

Setelah Ikuti Workshop Seni Budaya, Beginilah Keceriaan Anak-anak Pengungsi Erupsi Semeru

BERNASNEWS.COM – Kami sangat senang, bahagia dan bersyukur melihat keceriaan adik-adik pengungsi dampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Mereka bersemangat tinggi mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan. Demikian disampaikan oleh Ki Mujar Sangkerta, salah satu pengampu Workshop Seni Budaya untuk Anak-anak Pengungsi Semeru, Rabu (9/2/2022).

Anak-anak pengunsi dampak erupsi gunung Semeru foto bersama relawan di depan jajaran tokoh wayang Milehnium Wae, Rabu (9/2/2022), di i Lapangan Desa Penanggal, Dusun Krajan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (Foto: Kiriman Ki Mujar Sangkerta)

“Semoga itu membuat mereka dapat menghilangkan kepenatan, kejenuhan dan menghilangkan ketakutan yang mencekam selama ada bencana lahar Gunung Semeru yang menerjang dan menenggelamkan rumah dan kampung mereka,” kata Ki Mujar Sangkerta, di sela-sela acara karnaval.

Dikatakan, karnaval arak-arakan ini merupakan rangkaian dari peresmian Play Ground tempat bermain bagi anak-anak pengungsi. Sementara peserta arak-arakan adalah anak-anak dan remaja penghuni barak pengungsian dengan membawa karya seni hasil mengikuti Workshop Seni Budaya.

Anak-anak pengungsi bersuka ria mencoba mainan yang ada di Play Ground. (Foto: Kiriman Ki Mujar Sangkerta)

“Dimeriahkan kolaborasi Wayang Milehnium koleksi Sanggar Kesenian Peranserta Institut Sangkerta Indonesia, Komunitas Seni Budaya Gatra Kabupaten Lumajang, dengan koordinator Ibunda Farida Susanti, Mahasiswa KKN dari UNAIR dan UNEJ Jember, serta para Relawan Semeru,” beber Ki Mujar Sangkerta.

Usai sekolah anak-anak pengungsi terdampak erupsi gunung Semeru dengan ceria memainkan wayang berukuran jumbo wayang Milehnium Wae koleski Sanggar Kesenian Peranserta Institut Sangkerta Indonesia (Foto: Kiriman Ki Mujar Sangkerta)

Seperti telah diberitakan sebelumnya, bahwa giat Workshop Seni Budaya tersebut merupakan bagian dari kegiatan Theraphy Healing untuk ana-anak pengungsi terdampak erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

Kegiatan itu diselenggarakan atas kerjasama Rumah Budaya Royal House Yogyakarta dan Sanggar Kesenian Institut Sangkerta Indonesia, dibantu oleh sejumlah mahasiswa KKN, Relawan Semeru dan aparat setempat, tanggal 7 -10 Februari 2022, di Lapangan Desa Penanggal, Dusun Krajan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments