Home News Serbuan Vaksinasi Belarasa Covid-19 dari Kevikepan Yogya Barat dan Timur

Serbuan Vaksinasi Belarasa Covid-19 dari Kevikepan Yogya Barat dan Timur

142
0
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengunjungi pelaksanaan vaksinasi di Balai Desa Karangduwet. Setelah menyapa warga, Bupati Gunungkidul foto bersama Vikep Yogya Barat Rm Suwondo, Rm Nugroho, Elisabeth Setyaningsih, Kepala BKKBN DIY, Kepala BKKBN Gunungkidul, Muspika Kapanewon Paliyan, dan Lurah Karangduwet. Foto: Anton Sumarjana

BERNASNEWS.COM – Banyak kelompok masyarakat yang tidak tinggal diam, lalu membantu pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid 19. Salah satunya, Tim Program Vaksinasi Belarasa Covid 19 Kevikepan Jogya Barat dan Kevikepan Jogya Timur.

Awal pekan ketiga di bulan Oktober 2021, suasana di Balai Desa Karangduwet, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul tampak ramai sekali. Ratusan warga desa berduyun-duyun memenuhi balai desa yang berbentuk rumah joglo itu. Petugas pendaftaran mulai melayani pukul 07.00, tapi setengah jam sebelumnya, antrean warga sudah memanjang. Semua tampak memakai masker dan mencuci kedua telapak tangan menggunakan hand sanitizer.

Sekitar 700 warga Desa Karangduwet menerima vaksin jenis Sinovac pada Senin, 18 Oktober 2021 itu. Pukul 07.00 petugas mulai melayani warga penerima vaksin. Pukul 11.00, semua yang terdaftar sudah menerima vaksin shinovac dengan aman dan lancar. Pukul 09, lewat sedikit, Bupati Gunungkidul Mayor Chb (Purn) Sunaryanta datang melihat dan menyapa warga penerima vaksin. Bupati Sunaryanta mengakhiri kunjungan dengan berbincang-bincang bersama para pejabat Muspika, BKKBN, dan wakil kevikepan DIY di ruang kerja kepala desa.

Sekitar 700 warga Desa Karangduwet menunggu panggilan untuk menerima vaksin Sinovac. Foto: Anton Sumarjana

Desa Karangduwet ini adalah tempat kedua pelaksanaan vaksinasi Covid 19 yang diselenggarakan Kevikepan DIY, bersama PMI Gunungkidul, BKKBN Gunungkidul, dan Ikatan Bidan Indonesia Gunungkidul. Didukung oleh Anggota DPR RI MY Esti Wijayati. Sebelumnya, pada 16 Oktober, sekitar 500 orang menerima vaksin di Desa Bansari, Kapanewon Kepek, yang bertempat di SMK YAPPI Wonosari. 

Vaksinasi covid 19 di dua tempat ini, merupakan bagian akhir dari serangkaian serbuan Vaksin Covid 19 oleh Tim Vaksinasi Belarasa Kevikepan Yogya Barat dan Yogya Timur bersama TNI Polri, Dinas Kesehatan, dan berbagai pihak. Program ini berlangsung sejak 21 Agustus di Gereja Katolik Pakem, Sleman. Hingga akhir pertengahan Oktober 2021 ini, vaksinasi telah menjangkau 19 tempat dan jumlah penerima vaksin mencapai lebih dari 17 ribu orang.

Vikep Kevikepan Yogya Barat Romo Alphonsus Rodriques Yudono Suwondo Pr yang hadir pada kesempatan ini, kepada Bernasnews.com menyampaikan, sudah melampaui waktu setahun bangsa ini sakit. Sakit dalam arti betul sakit karena virus. Gereja Katolik DIY, yang terbagi menjadi dua kevikepan, membentuk Tim Vaksinasi Belarasa Covid 19 untuk membantu pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi Covid 19.

Warga dengan santai duduk di lantai, wajah-wajah gembira menyambut vaksin sinovac. Foto: Anton Sumarjana

“Pemerintah bekerja dengan berbagai macam cara untuk menyehatkan masyarakat, yakni dengan menerapkan prokes dan vaksinasi. Apa kita sebagai warga negara diam saja, menunggu pemerintah selesai menjalankan program vaksin ini? Kan tidak.”

Oleh karena itu, Gereja Katolik, kata Romo Suwondo, hadir di masyarakat, melakukan sesuatu sehingga Gereja itu ketoro dan ketompo. “Ketoro dan ketompo  itu artinya Gereja hadir dan berbuat sesuatu untuk masyarakat,” jelasnya.  

Berkat komunikasi dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak,  Program Vaksinasi Belarasa Covid 19 ini bergulir dari satu tempat ke tempat berikutnya, Tidak diperhitungkan sejak awal, gerakan ini menjangkau masyarakat di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Pilihan tempat yang menjadi sasaran vaksinasi, menurut  Romo Suwondo, berdasarkan pada kemudahan koordinasi dan pertimbangan kebutuhan. “Kami punya info paroki-paroki dan tempat-tempat mana saja yang warganya belum banyak menerima vaksin.”

Romo Suwondo menyebutkan berbagai pihak (stakeholder) yang bekerjasama dengan Tim Vaksinasi Belarasa Covid 19 Kevikepan Yogya Barat dan Kevikepan Yogya Timur. Yaitu TNI Polri, Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah, Palang Merah Indonesia, dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Juga tenaga kesehatan dari RS Bhayangkara, RS Panti Rini, RS Panti  Rapih, RS Panti Nugroho, RS Pantirahayu, dan Ikatan Bidan Indonesia. Juga para relawan dari beberapa perguruan tinggi dan OMK paroki.

Romo Suwondo merasa sangat didukung oleh Kapolda DIY, yang sempat hadir di Bonoharjo, Kulonprogo, Pada waktu itu Kapolda DIY didampingi ibu Kapolda, Komandan Lanud Adisucipto, Komandan Korem DIY, Kodim, dan Kapolres Kulon Progo.

Sebelumnya, pada waktu merebaknya pandemi Covid 19 banyak relawan yang menangani pemulasaraan jenazah, pemakaman, pengadaan ambulan dan sebagainya. Beberapa imam dan awam yang tergerak oleh belas kasihan ingin melakukan aksi dengan bertindak sesuatu. Mereka memberntuk tim. Lalu atas dorongan dan dukungan dari Vikep Yogya Timur Romo Adrianus Maradiyo Pr, dan Vikep Yogya Barat Rm AR Yudono Suwondo bergulirlah Program Vaksinasi Belarasa Covid 19 ini.

Tim ini diketuai Vikep Yogya Barat Romo Suwondo, dibantu beberapa imam yakni Rm Nugroho Pr, Rm Suryo Pranata Pr, Rm Rosarius Sapto Nugroho Pr, Rm Bhanu Pr, dan Rm Dadang Pr. Dari kalangan awam, yaitu Elisabeth Setyaningsih, Agus Sumaryoto, Hari Sarwoto, Petrus Eko Nugroho, dan Yohanes Gandung Widiyantoro. Saat ini vaksinasi dengan jenis vaksin shinovac ini dalam proses vaksin tahap kedua. 

Melihat kerumunan warga Desa Karangduwet yang antusias menyambut vaksin covid 19 dengan wajah-wajah yang gembira, Romo Suwondo tak bisa menyembunyikan kegembiraannya juga. Romo Suwondo menangkap suasana yang adem ayem dan warga yang guyup rukun. “Inilah jati diri, identitas warga Yogya yang sesungguhnya,” tegas Romo Suwondo. (Anton Sumarjana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here