Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiSeputar Investasi Keuangan

Seputar Investasi Keuangan

bernasnews.com — Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Sedangkan orang atau lembaga yang melakukan investasi disebut investor indiviual atau investor institusional. Tujuan investasi antara lain adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang dan mengurangi tekanan inflasi.

Dasar dalam pengambilan keputusan investasi yang pertama Expected Return tingkat pengembalian yang diharapkan), merupakan tingkat return (kembalian) yang diantisipasi investor di masa datang, dan ini merupakan kompensasi atas opportunity cost dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi. Kedua, Risk (Risiko), merupakan kemungkinan actual return (tingkat kembalian yang terjadi), berbeda dengan expected return (tingkat kembalian yang diharapkan).

Proses keputusan investasi dimulai dengan penentuan tujuan investasi, penentuan kebijakan investasi terutama mengenai keputusan alokasi aset dan batasan jumlah dana, serta pemilihan strategi portofolio serta pemilihan aset. Investasi keuangan ada beberapa tipe yang dapat dilakukan, pertama; tipe investasi yang bersifat langsung yakni dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjual belikan di pasar uang, pasar modal, atau pasar turunan, ataupun dapat juga dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang tidak dapat diperjual belikan. kedua; tipe investasi yang bersifat tidak langsung yakni investasi yang dilakukan dengan membeli suratsurat berharga dari perusahaan investasi. Investasi langsung yang dapat diperjual belikan melalui pasar modal maupun pasar uang contohnya adalah Saham ataupun Obligasi, sedangkan yang melalui pasar turunan adalah opsi ataupun future contract. Sedangkan investasi langsung yang tidak dapat diperjual belikan adalah tabungan dan deposito berjangka.

Dikutip dari sari pidato Guru Besar Profesor Ainun Naim bahwa keputusan investasi bisa dengan 2 (dua) pendekatan yakni pendekatan rasional dan irrasional. Pendekatan rasional pada umumnya digunakan dalam pengambilan keputusan masalah ekonomi dan keuangan, dan pendekatan tersebut fokus pada analisis manfaat dan biaya dengan menggunakan alat statistik dan ekonometri. Contoh dari pendekatan ini adalah bila kita memiliki sejumlah uang tertentu lalu dihadapkan pada 2 (dua) pilihan investasi, pilihan pertama pada Investasi A yang akan menghasilkan hasil bersih Rp1 juta dengan probabilitas 80persen, dan menghasilkan hasil Rp0 dengan probabilitas 20persen, pilihan kedua pada Investasi B akan menghasilkan hasil bersih Rp2 juta dengan probabilitas 60persen, dan memberikan rugi Rp2 juta dengan probabilitas 40persen.

Dengan pendekatan yang rasional, dan keadaan lainnya tidak berubah (ceteris paribus) orang akan memilih investasi A, karena investasi A akan memberikan harapan hasil bersih Rp800.000 (1 jt x 0,8) + (0 x 0,2), lebih besar dari investasi B yang menghasilkan harapan hasil bersih Rp400.000 (2 jt x 0,6) + (-Rp2 jt x 0,4). Pendekatan irrasional; Jenis model ini berkaitan dengan keterbatasan kemampuan rasional manusia dalam memproses informasi, atau dikenal dengan istilah bounded rationality. Dalam pendekatan ini juga dikenal dengan istilah Paradoks Allaiss (teori Maurice Allais, 1911) yang menggambarkan bahwa orang tidak konsisten dengan prinsip cancellation. Prinsip ini menyatakan, bahwa individu mempunyai pilihan pada satu alternatif yang berbeda dengan alternatif lain. Contoh dari pendekatan ini bila kita memiliki sejumlah uang tertentu lalu dihadapkan pada 2 (dua) pilihan investasi, pilihan pertama pada Investasi A yang memberikan hasil Rp1 juta secara pasti (dengan probabilitas 100persen), pilihan kedua pada Investasi B memberikan hasil Rp2 juta dengan probabilitas 50persen dan memberikan hasil Rp0 dengan probabilitas 50persen. Terhadap pilihan investasi tersebut, sesuai dengan teori utilitas, orang tentu akan menganggap dua alternatif tersebut sama, karena kesamaan dari nilai manfaat dua alternatif tersebut, yaitu Rp1 juta. Namun sejumlah eksperimen yang telah dilakukan menunjukkan bahwa orang lebih suka alternatif A yang memberikan kepastian hasil.

Dengan demikian, faktor ketidakpastian (risiko) mengubah perilaku individu dalam mengambil keputusan. Individu tetap memilih satu dari dua alternatif yang mendatangkan manfaat sama. Inilah yang disebut paradoks Allaiss, bahwa orang tidak konsisten dengan prinsip pembatalan akan dua alternatif yang sama. Selain dua pendekatan di atas ada teori Tversky dan Kahneman yang pada tahun 1981 mengembangkan model pengambilan keputusan dengan skenario lain, yaitu dengan mengubah situasi yang menguntungkan, berupa adanya ‘hasil’ yang positif, diganti dengan situasi yang merugi, atau ‘hasil’ yang negatif. Contoh dari pendekatan ini bila kita memiliki sejumlah uang tertentu lalu dihadapkan pada 2 (dua) pilihan investasi, pilihan pertama pada investasi A yang akan memberikan rugi Rp1 juta, secara pasti, sedangkan pilihan kedua pada investasi B yang akan memberikan rugi Rp2 juta dengan probabilitas 50persen dan memberikan rugi Rp0, dengan probabilitas 50persen.

Bersadar expected utility theory (dengan pendekatan rasional), orang akan bersikap tidak memihak (indifferent) pada kasus tersebut, Namun, Tversky dan Kahneman menunjukkan, bahwa orang cenderung untuk memilih B. Sekali lagi, kasus ini menunjukkan bahwa faktor risiko berpengaruh pada pengambilan keputusan seseorang. Lebih dari itu contoh pada pendekatan irrasional dan pendekatan teori Tversky dan Kahneman menunjukkan, bahwa orang akan bersikap lebih takut risiko pada situasi menguntungkan, dan sebaliknya menjadi lebih berani mengambil risiko pada situasi merugi. Simpulannya dalam bahasa jawa ‘wong nek wis kepepet njur dadi wani‘. Mari berinvestasi selagi ada kemampuan dan kesempatan, jangan menunggu terpepet. (Suhartono, SE, M Si, Alumni dan Dosen STIE Widya Wiwaha Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments