Semangat Berbagi Terus Ada

    180
    0
    Buku-buku yang berbenang merah “berbagi” menjadi kreasi pegiat literasi untuk turut serta memaknai dan membangun kehidupan bersama yang lebih baik. Buku-buku itu antara lain Wajah-Wajah Berbagi Kegembiraan, Wajah-Wajah Berbagi Inspirasi, Wajah-Wajah Berbagi Motivasi, Berbagi Jejak Kebaikan, Kesadaran Berbagi. Foto : kiriman YB Margantoro

    BERNASNEWS.COM – Dalam kondisi apapun, apalagi saat pandemi Covid 19 ini, aksi berbagi yang nyata sangat dibutuhkan oleh segenap insan di dunia ini. Terbukti bahwa tidak hanya kalangan atas yang mampu berbagi bagi sesama, khususnya untuk kalangan bawah, tapi kalangan bawah pun dapat berbagi untuk kalangan atas dan sesama.

    Ini terbukti bahwa uang dapat membeli makanan, namun makanan dapat sampai di atas meja makan di rumah, tentu melalui proses kebersamaan banyak pihak.

    Semangat berbagi pun ada di bidang literasi. Kata kuncinya berbagi dalam balutan literasi dan perwujudan buku. Berbagi tentang apa? Apakah harus sesuatu yang sulit, besar atau tidak terjangkau? Tidak. Sebab dengan berbagi kegembiraan yang dipadu dengan wajah-wajah orang melalui karya gambar pensil, jadilah buku menarik.

    Judul buku itu Wajah-Wajah Berbagi Kegembiraan, yang diterbitkan oleh Tembi Rumah Budaya dan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta tahun 2019. Juru gambar buku setebal 138 halaman ini adalah Vincentius Dwimawan. Narasi teks oleh Ashadi Siregar dan Ons Untoro.

    Dalam buku berisi 68 profil singkat dan goresan wajah wartawan ini, Budayawan Ashadi Siregar dalam pengantarnya antara lain menulis, manakala sekarang para wartawan sepuh masih “numpang” pamer diri, tentu bukan sekadar untuk guyub-rukun, tetapi karena masih memiliki semangat profesionalitas yang berasal dari masa muda.

    Dua tahun kemudian, pada bulan Juni 2021, ide berbagi melalui karya literasi buku ini diteruskan oleh Komunitas Literasi#KMI Menulis yang didukung oleh PT Kaltim Methanol Industri (KMI), Bontang, Kalimantan Timur. Melalui buku bertajuk Wajah-Wajah Berbagi Inspirasi, sebanyak 33 guru di Bontang, Kalimantan Timur berbagi inspirasi dalam kegiatan belajar mengajar mereka.

    “Penerbitan buku sebagai program CSR PT KMI ini merupakan wujud komitmen PT KMI dalam peningkatan kualitas pendidikan Kota Bontang yaitu dengan menjalankan kegiatan peningkatan kualitas dan kompetensi guru berupa pelatihan menulis dan sebagainya yang dinamakan program gerakan literasi sekolah intensif atau GLISERIN,” kata Ir Agus Priyatno dari Manajemen PT KMI dalam kata pengantar buku, sebagaimana disampaikan Rahmat Haryono, Rabu 9 Juni 2021.

    Sebelumnya, masih dalam dinamika literasi berbagi melalui buku, beberapa komunitas literasi menerbitkan buku berbenang merah berbagi. Misalnya guru-guru di DIY pada momentum 50 Tahun Majalah Candra Dinas Dikpora DIY berkarya Wajah-Wajah Berbagi Motivasi (2020). Kemudian guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Peresensi Buku (KPB) berkarya Berbagi Jejak Kebaikan (2020). Selanjutnya, berkenaan Hari Guru Nasional 25 November 2020 sejumlah guru mengkado buku Kesadaran Berbagi.

    Literasi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Literasi memang tidak hanya (berhenti) pada kegiatan membaca dan menulis, namun terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan dinamika kehidupan. Ada yang awalnya digagas oleh komunitas dalam dan luar negeri, ada yang diprogramkan oleh pemerintah, ada yang dihadirkan karena momentum, sampai ada yang karena kesadaran dan komitmen pribadi.

    Kehadiran taman bacaan masyarakat (TBM) misalnya, yang disosialisasikan dan dilayanankan kepada masyarakat melalui berbagai cara, tujuan mulianya adalah agar warga masyarakat sadar dan melek membaca. Membaca itu penting, tambahan gizi, masa depan dan peradaban.

    TBM di kawasan pasca bencana alam erupsi Gunung Merapi di DIY/Jawa Tengah misalnya, awal perjuangannya menawarkan buku-buku bacaan ditolak mentah-mentah warga setempat karena mereka lebih butuh makanan dulu ketimbang buku. Toh pejuang TBM di garis depan tidak mundur dan merasa kalah.

    Semangat berbagi para pihak, kepada seluruh lapisan masyarakat, tetap harus ada dan dikembangkan secara kreatif. Kalangan pegiat literasi dan perbukuan dapat turut andil dalam semangat berbagi ini. Berbagi kegembiraan, inspirasi, motivasi, kebaikan dan kesadaran berbagi secara tekstual tetap memiliki daya tarik. Hal ini diharapkan dapat mendorong semua pihak untuk mewujudnyatakan dalam aksi sosial yang menyejahterakan dan menyelamatkan.

     Menulis yang dilaksanakan dan melaksanakan yang ditulis, pada akhirnya menjadi semangat dan gerakan kemanusiaan bersama. Harapannya adalah terwujudnya kehidupan bersama yang lebih baik di seluruh tanah air dan dunia. (YB Margantoro, Praktisi Media dan Pegiat Literasi).  

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here