Home News Sekolah Kebhinekaan Menumbuhkan Semangat Kaum Muda Menerima Perbedaan

Sekolah Kebhinekaan Menumbuhkan Semangat Kaum Muda Menerima Perbedaan

274
0
Suasana acara inagurasi peserta pada penutupan kegiatan Sekolah Kebhinnekaan Gunungkidul Angkatan IV di Vihara Jina Darma Sradha Wonosari, Gunungkidul, Minggu (24/10/2021). Foto: FX Endro

BERNASNEWS.COM – Semangat dan keberanian generasi muda Gunungkidul khususnya dan DIY pada umumnya atau bahkan kaum muda Indonesia perlu terus ditumbuhkan dalam menghadapi berbagai perbedaan suku, ras, golongan, agama dan kepercayaan yang ada di lingkungan masing-masing.

Salah satu semangat yang perlu ditanamkan pada generasi muda adalah membiasakan diri untuk bergaul, dan berinteraksi dalam perbedaan. “Tidak cukup hanya menyadari bahwa kita berada di lingkungan yang majemuk, namun generasi muda harus mulai membiasakan diri srawung dalam segala perbedaan yang dihadapi,” kata Albertus Wahyu Widayat, Kepala Sekolah Kebhinnekaan Gunungkidul, saat menutup kegiatan Sekolah Kebhinnekaan angkatan IV 2021 di Vihara Jina Darma Sradha, Siraman, Wonosari, Minggu (24/10) sore.

Wahyu mengatakan, generasi muda yang tidak mau menyadari dan tidak berani membiasakan diri hidup dalam segala perbedaan sangat berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang intoleran yang justru mengancam nilai keberagaman Pancasila. Menurut Wahyu, kemajemukan harus diletakkan secara benar pada diri generasi muda agar tumbuh pandangan wawasan kebangsaan yang benar.

Inagurasi peserta pada penutupan kegiatan Sekolah Kebhinnekaan Gunungkidul Angkatan IV di Vihara Jina Darma Sradha Wonosari, Gunungkidul, Minggu (24/10/2021).Foto: FX Endro

“Melalui Sekolah Kebhinnekaan ini kami mengajak generasi muda semakin kritis menyikapi nilai-nilai kebhinnekaan dan berwawasan kebangsaan yang baik,” kata Wahyu dalam rilis yang diterima Bernasnews.com, pada Senin 25 Oktober 2021.

Kegiatan Sekolah Kebhinnekaan Gunungkidul angkatan IV Tahun 2021 diikuti 80 peserta. Dengan penuh semangat dan kegembiraan mereka mengikuti berbagai kegiatan meskipun masih dalam suasana PPKM pandemi Covid-19. Kegiatan berlangsung tiga kali pertemuan tatap muka dan virtual berlangsung hari Sabtu (16/10) dan Minggu (17/10) dengan puncaknya pada hari Minggu (24/10) yang menjadi ajang mempertemukan generasi muda lintas agama dan kepercayaan.

Para peserta merupakan utusan sejumlah organisasi keagamaan dan penghayat kepercayaan yakni Majelis Budhayana Indonesia (MBI), Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI), Badan Kerjasama Gereja Kristen, GP Anshor NU, Fatayat NU, Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Katolik Rayon Gunungkidul dan Klasis Gereja Kristen Jawa (GKJ). Keikutsertaan anak muda utusan dari kelompok penghayat kepercayaan di Gunungkidul dlm kegiatan yang didukung Kesbangpol DIY ini semakin menyadarkan peserta akan kekayaan keberagaman kepercayaan di bumi Handayani.

Suasana acara inagurasi peserta pada penutupan kegiatan Sekolah Kebhinnekaan Gunungkidul Angkatan IV di Vihara Jina Darma Sradha Wonosari, Gunungkidul, Minggu (24/10/2021).Foto: FX Endro

Selama kegiatan digelar peserta mendapatkan materi dasar dari berbagai narasumber Kesbangpol DIY, Kesbangpol Gunungkidul, anggota DPRD DIY, tokoh agama dan aktivis lintas agama kepercayaan. Materi yangdisampaikan di antaranya Pancasila dan konstitusi, kebhinnekaan dalam keistimewaan DIY, sharing pengalaman baik dalam keberagaman keistimewaan DIY, mengelola keberagaman dalam pendekatan nilai budaya, mengelola keberagaman dalam perbedaan identitas, merawat keberagaman melalui pembelajaran media sosial.

Suasana acara inagurasi peserta pada penutupan kegiatan Sekolah Kebhinnekaan Gunungkidul Angkatan IV di Vihara Jina Darma Sradha Wonosari, Gunungkidul, Minggu (24/10/2021).Foto: FX Endro

“Ini pengalaman kami pertama kali. Senang ikut kegiatan ini bisa tambah temen, nambah wawasan dan pengalaman. Semoga SK ini menjadi gerakan bersama menjalin persaudaraan lintas agama dan kepercayaan,” tutur Bayu Setiawan, utusan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Gunungkidul.

Katmi, narasumber dari Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) berharap sekolah kebhinnekaan menjadi kekuatan melahirkan kader yang berwawasan kebangsaan dan kelak meningkatkan kerjasama kepedulian dalam mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here