Home News Sejuta Pohon Beringin dari Purwobinangun untuk Merapi

Sejuta Pohon Beringin dari Purwobinangun untuk Merapi

5456
0
Tri Sutikno, Calon Lurah Purwobinangun, saat menanam bibit Pohon Beringin, di bantaran Kali Boyong, Sabtu (6/6/2020). (Foto: Ayu)

BERNASNEWS.COM – Gerakan untuk melakukan penghijauan di kawasan lereng Merapi rupanya masih terus dilakukan hingga kini. Gunung Merapi yang menjadi hulu dan sungai-sungai yang ada di Yogyakarta ini memegang peranan penting dalam menjaga debit air sungai. Sayangnya, debit air sungai di hulu Merapi tiap tahunnya mengalami penurunan.

Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan penghijauan atau reboisasi. Untuk itu, warga Desa Purwobinangun menggencarkan program Tanam Sejuta Pohon Beringin untuk menjaga debit air sungai.

Tri Sutikno, Calon Lurah Purwobinangun, memberikan bibit Pohon Beringin pada Dukuh Kemiri, Parjiono, Sabtu (6/6/2020). (Foto: Ayu)

“Kegiatan pada hari ini adalah penanaman 1 juta pohon beringin di kawasan bantaran Sungai Boyong, Desa Purwobinangun, tepatnya di padukuhan Kemiri Purwobinangun, Pakem,” ujar Tri Sutikno, Calon Lurah Purwobinangun, Sabtu (6/6/2020).

Hari ini, ratusan pohon pemberian dari Komunitas Pagar Merapi menjadi saksi keikutsertaan Pedukuhan Kemiri dalam Program Penanaman Sejuta Pohon di kawasan Lereng Merapi. Kelak, warga Purwobinangun juga akan menanam pohon beringin di 2 bantaran sungai lainnya yaitu Kali Gendol dan Kali Kuning.

Perwakilan Komunitas Pagar Merapi (kanan) memberikan bibit Pohon Beringin pada Tri Sutikno, Calon Lurah Purwobinangun, Sabtu (6/6/2020). (Foto: Ayu)

Rupanya, ada alasan tersendiri mengapa bantaran Sungai Boyong khususnya Pedukuhan Kemiri dipilih sebagai salah satu titik penanaman Pohon Beringin. Pedukuhan Kemiri ini menjadi penyangga air di kawasan Lereng Merapi.

Selain itu, bantaran Sungai Boyong juga sudah terkikis akibat hantaman material erupsi Merapi pada tahun 1994 dan 2010. Ia berharap, hal ini bisa mencegah erosi di bantaran Sungai Boyong.

“Ini juga menjadi salah satu penanggulangan bencana di Desa Purwobinangun,” lanjutnya.

Salah seorang warga sedang mengambil bibit pohon beringin untuk ditanam. (Foto: Ayu)

Ia menegaskan bahwa program ini murni karena kepeduliannya akan masalah lingkungan yang terjadi di kawasan lereng Merapi. Ia bahkan mempersilakan jika ada pihak-pihak yang akan melakukan penghijauan di kawasan lereng Merapi.

“Tidak ada hubungannya dengan Pilkades, jadi penanaman ini adalah semata-mata karena kita peduli lingkungan. Siapapun, boleh ada program seperti ini. Insya Allah (saya) siap mendukung,” tegasnya.

Warga mengambil bibit pohon beringin untuk ditanam di bantaran Kali Boyong, Sabtu (6/6/2020). (Foto: Ayu)

Program ini pun disambut baik oleh Pedukuhan Kemiri. Rencananya, pedukuhan ini akan ditanami 500 pohon beringin. Panjang Pedukuhan Kemiri yang mencapai 5 kilometer diperkirakan cukup menampung 500 pohon beringin dalam program ini.

“Dari kami menghaturkan banyak terima kasih dalam penanaman pohon beringin ini. Seperti yang disampaikan tadi daerah Kemiri ini daerah penyangga air dimana warga di Kemiri, Ngepring, Kratuan, dan daerah bawah mengambil air terutama untuk air baku adalah dari Sungai Boyong ini, dan untuk melestarikan sumber air tersebut adalah dengan reboisasi,” ujar Dukuh Kemiri, Parjiono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here