Home News Sejumlah Perguruan Tinggi Masuk Konsorsium untuk Membangun Universitas dalam Ketahanan Bencana

Sejumlah Perguruan Tinggi Masuk Konsorsium untuk Membangun Universitas dalam Ketahanan Bencana

83
0
Koordinator Pertemuan Konsorsium Erasmus+ BUiLD Nadine Sulkowski (tengah) didampingi Michael Fuller (kedua dari kanan) dan Neil Towers (kanan), ketiganya dari University of Gloucestershire, United Kingdom saat memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Prof Sardjito UII Yogyakarta, Senin (2/12/2019). Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Eropa masuk dalam sebuah konsorsium untuk Membangun Universitas dalam Ketahanan Bencana atau Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD). Konsorsium ini mendapat dana hibah dari Erasmus sebesar 1 juta Euro atau senilai Rp 16 miliar untuk menyusun proyek atau program yang meliputi kurikulum, penelitan dan pendidikan tentang kebencanaan.

Konsorsium yang terdiri dari Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang menjadi tuan rumah Kick Off pertemuan Erasmus+ Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD), Senin (2/12/2019), dihadiri sejumlah perguruan tinggi dari semua pulau di Indonesia dan Eropa. Perguruan yang tinggi yang hadir dalam pertemuan itu adalah University of Gloucestershire (UOG), United Kingdom; Kobenhavns Professionshojskole (KP), Denmark; Hafelekar (HAF), Austria; Instituto Politecnico do Porto (IPP), Portugal; President University (PRU), Universitas Andalas (UAN), Khairun University (KHU), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Islam Indonesia (UII), University of Muhammadiyah Palu (UMP),  Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan University of Surabaya (UOS).

“Peserta yang memiliki pengalaman dalam penanganan bencana di masing-masing wilayah ini memberi warna pada pertemuan tersebut,” kata Ir Wiryono Raharjo M.Arch PhD, Wakil Rektor IV UII kepada wartawan di Gedung Prof Sardjito UII Yogyakarta, Senin (2/12/2019). Pertemuan dikoordinir Nadine Sulkowski didampingi Michael Fuller dan Neil Towers, ketiganya dari University of Gloucestershire, United Kingdom.  

Ir Wiryono Raharjo M.Arch PhD, Wakil Rektor IV UII kedua dari kiri) didampingi Ida Puspita MA Res dari Kantor Urusan Internasional UAD (kiri), Nadine Sulkowski (tengah, Michael Fuller (kedua dari kanan) dan Neil Towers (kanan), ketiganya dari University of Gloucestershire, United Kingdom, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Ida Puspita MA Res dari Kantor Urusan Internasional UAD mengatakan, pihaknya telah memiliki pengalaman dalam penanganan bencana dengan mencetak dokter tanggap bencana, trauma healing dan simulasi penanggulangan bencana.  “Upaya ini dimaksudkan agar mahasiswa dan masyarakat bisa berteman dengan bencana sehingga mereka tidak takut jika terjadi bencana,” kata Ida.

Kerjasama UII, UAD dan Erasmus+ ini sudah memasuki tiga kali project yaitu Capacity Building, Kewirausahaan dan Kebencanaan. Project Kebencanaan akan berlangsung 2019-2022.

Sementara Nadine Sulkowski dari University of Gloucestershire, United Kingdom, mengatakan, selain pendanaan, Erasmus+ yang beranggotakan perguruan tinggi Eropa memiliki pengalaman menangani bencana. “Kami akan sharing pengalaman dengan anggota konsorsium,” kata Nadine.

Dikatakan, dana hibah dari Erasmus+ diberikan kepada delapan universitas dari Indonesia dan tiga universitas dari Eropa yang tergabung dalam sebuah konsorsium dan menyerahkan proposal untuk membangun universitas dalam ketahanan bencana.

Proyek ini dimaksudkan untuk membangun Pusat Unggul dalam Ketahanan Bencana di setiap partisipan institusi perguruan tinggi. Pusat-pusat ini akan mengawasi implementasi Kerangka Kerja Ketahanan Bencana yang komprehensif pada masing-masing institusi pendidikan tinggi.

Sementara obyektif spesifik dari proyek ini adalah untuk melakukan penilaian kapasitas ketahanan secara komprehensif untuk setiap mitra Indonesia dan membuat rencana aksi kelembagaan untuk implementasi komprehensif dari Kerangka Kerja Ketahanan Bencana BUiLD.

Dari obyektif spesifik tersebut, konsorsium juga merumuskan beberapa obyektif turunan seperti mengembangkan Model Praktik Terbaik untuk meninjau tata kelola ketahanan bencana tertanam dalam tata kelola kelembagaan dan mendesain perangkat untuk mengauditnya. Obyektif turunan lainnya adalah merancang Cetak Biru Respons dan Pemulihan Bencana dan memfasilitasi penerapannya, mendesain kurikulum serta toolkit virtual pelatihan kesadaran bencana. Dana hibah diberikan ke delapan universitas di Indonesia karena tingkat resiko bencana alam di Indonesia cukup tinggi dan sangat beragam. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here