Sejumlah Indikator Menunjukkan Pemulihan Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

    40
    0
    Presiden Jokowi menekan tombol untuk meresmikan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022, Senin 3 Januari 2022. Foto: [email protected]

    BERNASNEWS.COM – Setelah melalui berbagai tantangan pada tahun 2021, upaya pemulihan ekonomi Indonesia kini sudah menunjukkan tanda-tanda membaik. Hal ini terjadi karena adanya semangat dan kerja keras bersama semua pihak.

    “Sejumlah indikator perekonomian menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia cukup kuat. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD 34,4 miliar, dan selalu surplus selama 19 bulan. Angka ekspor secara tahun ke tahun atau year on year juga naik 49,7 persen. Sementara impor bahan baku dan bahan penolong juga naik 52,6 persen,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin 3 Januari 2022.

    Bagaimana bisa ekspor kita naik setinggi itu? Menurut Presiden Jokowi yang dikutip Bernasnews.com di akun instagram resminya, salah satunya karena kita menghentikan ekspor bahan mentah dari minerba kita yaitu nikel. “Dulu, ekspor nikel kita hanya bernilai 1 sampai 2 miliar dolar AS saja. Namun, akhir tahun kemarin, ekspor nikel kita USD 20,8 miliar. Hilirisasi menjadi kunci dari kenaikan ekspor kita,” kata Presiden Jokowi.

    Dan berbagai indikator lain seperti peringkat daya saing Indonesia yang naik, indikator konsumsi dan produksi menguat, indeks belanja masyarakat dan konsumsi listrik yang menunjukkan kenaikan. “Dengan gambaran dari berbagai indikator tersebut, kita optimistis menghadapi tantangan di tahun 2022 ini,” kata Presiden Jokowi.

    Pada hari Senin, 3 Januari 2022, Presden Jokowi mengawali hari kerja tahun 2022 dengan meresmikan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022. “Saya mengawali hari kerja di tahun yang baru ini dengan meresmikan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022,” kata Presiden Jokowi.

    Menurut Presiden Jokowi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia pada 2021 mengalami kenaikan sebesar 10,1 persen. Sementara jumlah orang yang masuk ke bursa investor pasar modal juga naik sangat tinggi. Menurut data OJK, tahun 2017 ada 1,1 juta investor di pasar modal, namun pada Senin 3 Januari 2022 mencapai 7,4 juta investor.

    “Mereka ini terutama investor-investor retail dari kalangan anak-anak muda milenial. Kita berharap ini akan terus membesar dan akan memberikan dorongan pada pertumbuhan ekonomi negara kita,” kata Presiden Jokowi. (lip)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here