Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsSejak 5 November 2020 Gunung Merapi Berstatus Siaga, Apa yang Dilakukan Masyaarakat...

Sejak 5 November 2020 Gunung Merapi Berstatus Siaga, Apa yang Dilakukan Masyaarakat Selama Status Siaga?

bernasnews.com – Sudah satu tahun lebih terhitung sejak 5 November 2020, status Gunung Merapi naik ke level 3 atau Siaga. Level 1 adalah Normal, level 2 Waspada, level 3 Siaga dan level 4 Awas atau level tertinggi.

Dengan status Siaga, apa yang dilakukan masyarakat di kawasan sekitar Gunung Merapi? Menurut BPPTKG yang dikutip bernasnews.com dari akun twitternya, dalam status Gunung Merapi di level 3 atau Siaga, hal-hal yang perlu diperhatikan masyarakat adalah jangan melakukan kegiatan di tempat berbahaya (dalam radis 5 km, red), dahulukan evakuasi di kawasan rawan bencana, amankan surat-surat penting atau berharga, amankan harta bergerak raja kaya dan raja brana, ikut informasi resmi terkini perkembangan aktivitas Gunung Merapi, siapkan tas siaga seperti pakaian, senter, obat-obatan sederhana, radio, handphone handytalk/HT, makanan ringan, minuman di tempat yang mudah dijangkau dn segera mengungsi bila mulai terlihat guguran lava pijar atau awan panas kecil atau suara gemuruh yang menerus.

Dijelaskan bahwa Gunung Merapi ditetapkan status Siaga, karena dari hasil pengamatan visual dan instrumental teramati peningkatan kegiatan yang semakin nyata atau terjadi erupsi. Ancaman bahaya erupsi bisa meluas tapi tidak mengancam pemukiman.

Dalam status Siaga, di KRB (Kawasan Rawan Bencana) 1, masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar lembah sungai yang berhulu di daerah puncak. Sementara di KRB 2 masyarakat mulai menyiapkan diri untuk mengungsi sambil menunggu perintah dari pemerintah daerah sesuai rekomendasi teknis dari KESDM. Sementra di KRB 3, masyarakat di wilayah terancam tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan mulai menyiapkan diri untuk mengungsi.

Makna status Gunung Merapi sesuai level. Sumber: [email protected]

Sedangkan bila status Awas, maka di KRB 1 masyarakat segera mengungsi berdasarkan perintah dari pemerintah daerah setempat sesuai rekomendasi teknis dari KESDM. Kemudian, di KRB 2 masyarakat segera mengungsi berdasarkan perintah dari pemerintah daerah sesuai rekomendasi teknis dari KESDM. Di KRB 3, masyarakat di wilayah terancam tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan segera mengungsi. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments