Home News SBSI Tuntut Sektor Pariwisata, Seni Budaya dan Pendidikan di DIY segera Dibuka

SBSI Tuntut Sektor Pariwisata, Seni Budaya dan Pendidikan di DIY segera Dibuka

48
0
Seorang pekerja seni anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) DIY dengan serius menuntut DPRD DIY agar kegiatan di sektor pariwisata, pendidikan dan seni budaya segera dibuka. Merek mendatangi DPRD DIY, Selasa (14/9/2021). Foto: dprd-diy.go.id

BERNASNEWS.COM – Seiring dengan status DIY yang turun ke Level 3 PPKM Covid-19, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) DIY menuntut kegiatan di sektor pariwisata, pendidikan dan seni budaya segera dibuka. Apalagi saat ini beberapa sektor sudah mulai dibuka dan beroperasi seperti sebelumnya, nmun sektor pariwisata yang menjadi salah satu keunggulan Jogja justru belum dibuka.

Karen itu mereka mengharapkan keadilan dari pemerintah agar segera membuka sektor pariwisata yang melibatkan banyak masyarakat di DIY.

Purwadi, seorang pekerja tour travel, mengatakan, sejauh ini para pelaku wisata sudah menerapkan protokol kesehatan. Saat memandu wisatawan, ia pun menerapkan disiplin protokol kesehatan pada klien dengan tegas.

“Selama ini wisata tutup, parkir di sebagian Malioboro tutup. Ini sangat berdampak pada kami (pelaku wisata). Kami harap agar bisa membuka obyek wisata dan kami akan sangat patuh dengan protokol kesehatan. Jangan sampai kita melawan aturan karena kami cuma butuh makan,” kata Purwadi dikutip Bernasnews.com dari laman DPRD DIY.

Pada Selasa, 14 September 2021, para pekerja di bidang pariwisata ini mendatangi DPRD DIY untuk menuntut agar sektor pariwisata, seni budaya dan pendidikn/sekolah segera dibuka. Sebab, dengan dibukanya sektor pariwisata, seni budaya dan pendidikan maka wisatawan dan mahasiswa sebagai konsumen bidang pariwisata, seni budaya dan pendidikan akan segera datang.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menerima audiensi anggota SBSI di DPRD DIY, Selasa (14/9/2021). Foto: dprd-diy.go.id

Pada kesemptan itu, perwakilan dari Dinas Pariwisata DIY menyampaikan bahwa pembukaan sektor pariwisata DIY tidak bisa serta merta diputuskan, namun mengikuti kebijakan pusat dan pertimbangan khusus. Ia menyampaikan bahwa pariwisata DIY baru bisa dibuka ketika target vaksinasi DIY telah tercapai dan level PPKM di DIY menurun.

Sementara Sigit, seorang pekerja seni menyampaikan bahwa pemerintah tidak adil dalam menerapkan kebijakan PPKM. Karena selama ini kegiatan seni budaya tidak diberikan ruang dalam berkegiatan. Sejauh ini kegiatan telah dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, namun pemerintah tetap tidak mengizinkan pelaksanaan kegiatan seni budaya meskipun dilakukan secara virtual.

“Selain pariwisata, kita juga berharap mulai dibukanya pentas seni budaya yang dengan protokol kesehatan, minimal dilakukan secara daring. Aturan harus berlandaskan keadilan, kami mau adakan secara daring saja dilarang. Intinya beri kami kesempatan mencari nafkah dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Sigit.

Keluhan yang sama disampaikan Nanik ,seorang penyanyi.Ia mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan dengan berbagai aturan saat PPKM. Kegiatan kesenian sangat dibatasi bahkan banyak masyarakat senasib yang kesulitan dalam mencari pemasukan.

“Saya ini penyanyi, saya hanya bisa menjual suara. Saya ini janda, anak saya 3, saya bingung harus bagaimana menafkahi kalau kondisi seperti ini. Mau usaha saya tidak punya modal,” keluhnya kepada DPRD DIY.

FN Kusuma, Sekretaris Wilayah SBSI Yogyakarta menyampaikan bahwa pemerintah daerah cukup memiliki beberapa kewenangan agar tidak selalu merujuk pada aturan pusat. Menurutnya DPRD DIY dan Pemda DIY dapat menerapkan aturan yang lebih bijak untuk masyarakat di DIY.

Selain itu, Pemda DIY diharapkan meninjau kembali penyaluran bantuan sosial, sebab para pekerja informal dan masyarakat miskin justru banyak yang terlewatkan dalam penyaluran bantuan sosial. Ia berharap 3 sektor pendorong ekonomi di DIY, yakni pariwisata, pendidikan dan budaya dapat dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Penyaluran bansos sangat buruk, banyak yang seharusnya tidak mendapatkan (mampu) malah dapat. Teman-teman kami yang tidak ada kerjaan tetap, bahkan sekarang berhenti (kerja) karena PPKM tidak mendapatkan bansos dalam bentuk apapun. Bansos tidak hanya sembako bisa berupa listrik juga. Buka pariwisata, pendidikan, seni budaya dan yang diutamakan sektor yang Jogja banget (keunggulan Jogja),” kata Kusuma.

Menanggapi keluhan para anggota SBSI tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana yang menerima audiensi pengurus SBSI mengatakan bahwa dari hasil rapat pembahasan dengan Gubernur DIY, ditargetkan akhir September ini sebagian pariwisata DIY mulai dibuka. Target tersebut disesuaikan dengan target vaksinasi DIY yang kini baru mencapai 67 persen.

Huda mengaku PAD DIY dari sektor wisata cukup banyak. Karena itu pemerintah beruusaha agar pariwisata bisa dibuka kembali termasuk sektor lain yang menunjang ekonomi. Menurut Huda, pada akhir September sebagian pariwisata dibuka. “Kita kejar vaksin dulu sampai memenuhi target 80 persen. Semakin banyak warg yang divaksin akan berdampak pada peningkatan imunitas sehingga baru berani buka kalau sudah mencapai target.

Menurut Huda, DPRD DIY merekomendasikan agar seluruh vaksinasi dapat dipenuhi hingga akhir Oktober 2021. Percepatan vaksinasi ini sekaligus membuka peluang dibukanya pembelajaran tatap muka dan kegiatan lainnya.

“Yang perlu dilakukan adalah membuka kesempatan warga agar bisa bekerja. Rekomendasi DPRD DIY seluruh vaksinasi akhir Oktober selesai, akhirnya pariwisata bisa dibuka semua dengan menerapkan prokes ketat. Kami sudah bertemu antar Pimpinan DPRD DIY, Pimpinan Fraksi DPRD DIY dan Gubernur-Wakil Gubernur DIY,” kata Huda. 

Sementara Muhammad Yazid, Anggota Komisi D DPRD DIY, mengatakan, dari hasil pertemuan ini akan disampaikan kepada Anggota Komisi D dan mitra kerjanya. Pengambilan keputusan tentu harus dilakukan melalui pertimbangan panjang.

“Kami akan rangkum dan sampaikan ke Komisi D dan mitra kerja. Dari semua sektor saya tahu persis keluh kesah semuanya, kami Insyaallah berpihak ke masyarakat. Refocusing juga Insyaallah berpihak ke masyarakat,” kata Yazid. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here