Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsSatupena DIY : Membaca Karya Sastra untuk Teman Berkontemplasi

Satupena DIY : Membaca Karya Sastra untuk Teman Berkontemplasi

bernasnews.com – Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam acara Bincang-Bincang Siang Ngopi Bersama di Radio Vedac 99 FM, Yogyakarta, Kamis (7/4/2022) mengajak para sahabat sastra, budaya dan literasi untuk menikmati karya-karya sastra. Secara umum, karya sastra merupakan cermin masyarakat.

“Kali ini saya tidak akan mengajak teman-teman untuk mengupas karya sastra tertentu. Pada awal Ramadhan yang baru kita lewati beberapa hari ini, rasanya lebih asyik kalau kita menikmati karya-karya yang dapat menjadi teman berkontemplasi.

Nah, terimalah sajian pertama untuk sahabat sastra dan budaya, alunan musikalisasi puisi oleh Donas, berjudul Pulang Menujumu,” kata pembawa acara pada acara rutin dua minggu sekali ini, Benny Pradipta.

Suasana siaran Bincang-Bincang Siang Ngopi Literasi bersama Satupena DIY di Radio Vedac 99 FM, Yogyakarta, Kamis (7/4/2022). Pengisi acara antara lain Jumini, Djoe HT Bagindo, Sabatina RW, Dhenok Kristianti dengan pembawa acara Benny Pradipta. (Foto : Satupena DIY)

Tujuan hidup

Menurut pembawa acara, syair dalam lagu tersebut mengingatkan kita akan tujuan akhir hidup manusia, yaitu pulang ke hadirat Sang Pencipta. Panggilan “pulang” yang sering kita maknai sebagai hal yang menakutkan, sesungguhnya adalah cara Tuhan untuk mengembalikan kita kepada-Nya. Bagaimanapun, manusia adalah milik Tuhan, dan kembali kepada-Nya adalah sebaik-baik kepulangan.

“Pertanyaannya, ‘oleh-oleh’ apa yang akan kita bawa untuk menyenangkan hati Tuhan? Di bulan Ramadhan, teman-teman muslim sebenarnya sedang menabung oleh-oleh untuk masa keabadian. Ini bukan berarti hanya pada bulan Ramadhan kita berbuat baik, namun dalam keseharian pun kita selau berusaha menyenangkan hati Tuhan,” kata Benny Pradipta.  

Selanjutya secara berturut-turut, tampil membacakan karya adalah Jumini dengan cerita pendek berjudul Karet Menjadi Sawit, kemudian musikalisasi puisi Cinta Berganti Pedang oleh para siswa SMA Negeri 4 Palangka Raya, pembacaaan puisi Sirine oleh Jumini, pembacaan Puisi Menuju Tuhan oleh Djoe HT Bagindo, pembacaan cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma berjudul Telinga oleh Dhenok Kristianti dan ditutup dengan pembacaan puisi oleh Sabatina RW bertajuk Kini Bulan untuk Hati.  

Mengkritisi keadaan

Secara terpisah, Ketua Satupena DIY Dhenok Kristianti kepada bernasnews.com mengatakan, dalam perjalanan sejarahnya karya sastra yang monumental pada umumnya mengkritisi keadaan sosial masyarakat. Apabila peradaban telah diselewengkan dan mengingkari nilai-nilai kemanusiaan, biasanya tampil sastrawan-sastrawan yang menggugat keadaan.

“Dengan  pembawa acara Sabatina, dua minggu lalu Satupena DIY di Radio Vedac 99 FM menyajikan perbincangan kumpulan cerpen Kronjot Babi karya Agus Istijanto atau Kamerad Kanjeng. Kebetulan saya dipercaya oleh Penerbit LSS Reboeng untuk menjadi editor buku tersebut.  Kumpulan cerpen Kronjot Babi sarat akan hal tersebut. Kritis terhadap keadaan sosial masyarakat,” kata Dhenok.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments