Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeSatupena DIY Berharap Jadi Mitra Pengembangan Literasi

Satupena DIY Berharap Jadi Mitra Pengembangan Literasi

bernasnews.com – Ketua Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Dhenok Kristianti mengemukakan, kehadiran Satupena DIY diharapkan dapat menjadi mitra organisasi-organisasi lain yang juga peduli pada pengembangan literasi.

“Semoga kita dapat bekerjasama di kebun literasi sehingga memberi manfaat bagi masyarakat, ” kata dia kepada bernasnews.com melalui whatsApp di Yogyakarta, Kamis (12/5).

Satupena DIY akan dikukuhkan dalam sebuah perhelatan di Pendopo Asdrafi, Kadipaten, Kraton, Yogyakarta, Minggu (15/5) pukul 19.00 – 21.00 WIB. Pada kesempatan ini, akan diadakan diskusi buku bertajuk Kabar dari Yogyakarta yang ditulis oleh Anggota Satupena DIY. Nartasumber diskusi Achmad Charris Zubair, M.Hum dengan moderator Agus Istijanto.

Menurut Dhenok Kristianti, Satupena Indonesia adalah organisasi perkumpulan penulis yang didirikan dengan tujuan mewadahi aktivitas, kreativitas, dan menjadi ajang silaturahmi para penulis.  

Flyer acara Pengukuhan Satupena DIY, di Pendopo Asdrafi, Yogyakarta, Minggu (15/5/2022).

Awal mulanya, Satupena didirikan di Surakarta tahun 2017 di bawah kepemimpinan Nasir Tamara. Pada periode kedua ini, Satupena dipimpin oleh Denny JA dan dibentuklah Satupena di setiap provinsi, termasuk di DIY.

“Motto Satupena DIY adalah, Tanpa budaya literasi, Jogja tidak istimewa! Dengan semboyan tersebut, program-program Satupena DIY dijiwai semangat memajukan  literasi yang berakar dari kekayaan budaya,” kata dia.

Program-program tersebut, lanjut Dhenok Kristianti, antara lain : 1). Mengapresiasi karya fiksi maupun nonfiksi dalam siaran radio. Program ini telah berjalan, bekerjasama dengan radio VEDAC 99FM, setiap Kamis pukul 12.00 – 13.00; 2). Menerbitkan karya bersama para anggota Satupena DIY, baik fiksi maupun nonfiksi; 3). Menjalin kerjasama dengan penerbit dan media massa di DIY; 4). Menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah, seperti Balai Bahasa, Dinas Kebudayaan, dan sebagainya; 5). Menyelenggarakan pelatihan menulis untuk guru, mahasiswa, siswa dan umum; 6). Mengadakan webinar secara berkala dengan topik-topik kepenulisan. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments