Home News Satuan PJR Polda Jateng Lumpuhkan Gembong Penjahat Lintas Provinsi

Satuan PJR Polda Jateng Lumpuhkan Gembong Penjahat Lintas Provinsi

447
0
Petugas Sat PJR Kartasura amankan bandit lintas provinsi berikut barang bukti hasil kejahatan, Jumat (17/7/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Polda Jateng Unit 7 Kartasura berhasil menangkap tangan dan mengakhiri perbuatan jahat spesialis pencurian uang lintas provinsi senilai lebih dari Rp 400 juta, Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 16.50 WIB. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi pun sangat bangga dan mengapresiasi kesigapan anggotanya.

“Saya bangga bukan main disuguhi kinerja teramat baik anggota di lapangan. Sungguh ini membuktikan kualitas kerja mereka, karena gembong penjahat lintas provinsi mati kutu di tangan Sat PJR Polda Jateng,” kata Kombes Pol Arman Achdiat dengan bangga, Jumat (17/7/2020) malam.

Petugas Sat PJR Kartasura amankan bandit lintas provinsi berikut barang bukti hasil kejahatan, Jumat (17/7/2020). Foto : Istimewa

Penangkapan yang dilakukan anak buahnya, menurut perwira polisi lulusan Akpol 1992 ini, bukan hal mudah. Sebab, kasus kejahatannya terjadi di provinsi lain sehingga melibatkan koordinasi seksama antarwilayah, antarinstitusi dan antarinstansi.

Menurut Kombes Pol Arman Achdiat, dari informasi Sentral Komunikasi (Senkom) Lalu-lintas Jalan Tol Ngawi-Kertosono bahwa sebuah mobil yang diduga pelaku pencurian dengan ciri-ciri penyok dan lecet di beberapa bagian masuk gerbang Tol Bandar Kertosono ke arah Ngawi dan lanjut meluncur ke Jawa Tengah.

Begitu mendapat laporan tersebut, Sat PJR Kartasura siaga penuh sembari menyiapkan strategi penangkapan. “Informasi jatidiri penjahat yang membawa kabur uang hasil kejahatan langsung direspons anggota PJR di kendaraan bernomor lambung 2711 yang diawaki Aipda Johan Adhi P dan Brigadir Sutrisno. Mereka mengkoordinasikan pengawasan dan meminta Patroli Jalan Tol untuk terus bersama-sama memonitor situasi secara estafet,” kata Kombes Pol Arman Achdiat.

Tiga terduga gembong penjahat tidak berkutik di tangan anggota Sat PJR Kartasura, Jumat (17/7/2020). Foto : Istimewa

Dengan dipandu PJR nomoer lambung 2708 yang diawaki Aiptu Pono Daryono dan Bripka Edy Dwi, kendaraan yang dicurigai berhasil dihentikan di Km 423.000 B. Pelaku pun tertangkap tangan di Ruas Tol Ngawi-Solo. “Tiga gembong penjahat diborgol. Petugas menciduk mereka berikut barang bukti. Para pelaku berikut kendaraan beserta uang sejumlah Rp 413.987.000, 7 unit hand phone beragam merek, beberapa tas, beberapa STNK dengan nomor berbeda-beda, diamankan di kantor SAT PJR unit 7 Kartasura yang posisinya tak jauh dari Pintu Tol Ngasem Solo. Setelah dilakukan koordinasi, perkara ditangani petugas berwenang,” kata Kombes Pol Arman Achdiat tentan kronologi penangkapan gembong penjahat antarprovinsi tersebut.

Selanjutnya, pad malam itu juga koordinasi lintas institusi dilakukan menyeluruh dengan Polres Sragen tempat dimana penangkapan terjadi dan Polres Jombang Polda Jatim tempat kejadian perkara (TKP) kasus pencurian uang.

Barang bukti berupa uang ratusan juta dan sejumlah handphone disita oleh anggota Sat PJR Kartasura, Jumat (17/7/2020). Foto : Istimewa

Perwira polisi yang berpengalaman menangani berbagai bidang penugasan itu mengelak saat diminta merinci keterangan kasusnya karena menyangkut materi pemeriksaan. “Mohon maaf, itu kewenangan satuan reserse. Kita yakin akan diproses dengan baik, adil dan transparan. Silakan diikuti lebih lanjut kasusnya,” saran Kombes Pol Arman Achdiat.

Menurut Arman Achdiat, yang pasti proses penangkapan bukan hal yang mudah dilakukan dan berisiko. Sebab, plat kendaraan penjahat semula bernomor L 1387 NH, namun di tengah jalan diganti dengan plat baru AA 8530 RF. “Pengelabuan yang sulit terdeteksi CCTV, apalagi dengan mata telanjang. Bersyukur anggota Sat PJR Polda Jateng jeli dan cermat,” puji Arman Achdiat dengan bangga.

Diakui, kondisi jalan tol memberi peluang pelaku memacu kendaraan dengan kecepatan penuh yang bisa membahayakan pengguna lain jalan tol. Strategi anggota PJR Kartasura mengambil keputusan tepat dan jitu pada saat hari menjelang gelap. “Itu layak dipuji. Di tangan mereka petualangan penjahat besar lintas provinsi telah berakhir,” kata Arman Achdiat memuji prestasi anggotanya.

(Baca juga : Program Polantas Candi dan Polantas Hadir Dijabarkan Kasatlantas se-Jateng

Menurut Arman Achdiat, penangkapan penjahat lintas provinsi oleh anggota PJR Polda Jateng ini mengindikasikan bahwa anggota memahami dan piawai mengimplementasikan secara cepat semboyan Polantas Candi dan Polantas Hadir yang baru diumumkan sehari sebelumnya. Hal ini menindaklanjuti  instruksi Presiden yang diikuti Commander Wish Kapolri dan Kapolda Jateng sebelum akhirnya dikemas dalam bentuk Polantas Candi dan Polantas Hadir yang diluncurkan di Semarang, Jumat (17/7/2020).

Polantas Candi adalah sebuah filosofi yang mencangkup cerdas, agamis, negosiator, dedikasi dan inovatif. Sementara semboyan Polantas Hadir akronim dari humanis, antisipatif, disiplin, inisiatif dan responsif. “Ini benar-benar buah implementasi dari perintah pimpinan. Pekerjaan Sat PJR Kartasura layak diapresiasi,” kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat tanpa bersedia menyebut bentuk penghargaannya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here