Home News Saresehan Nasional PERPROMI Mengupas Musik dan Budaya Melayu Deli

Saresehan Nasional PERPROMI Mengupas Musik dan Budaya Melayu Deli

104
0
Poster nara sumber Sarasehan Nasional, dengan tajuk 'Musik dan Budaya Melayu Deli', Rabu (21/7/2021), diselenggarakan oleh PERPROMI. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Perkumpulan Profesi Musik Indonesia (PERPROMI) menggelar diskusi virtual Sarasehan Nasional, dengan tajuk ‘Musik dan Budaya Melayu Deli’, Rabu (21/7/2021). Bincang online tersebut merupakan salah satu program unggulan PERPROMI yang dilaksanakan sepekan sekali dalam setiap bulan, tepatnya jatuh pada hari Rabu malam.

Bincang virtual Sarasehan Nasional tersebut  menghadirkan tiga Narasumber, yakni Tengku Muhammad Muhar (Muhar Omtatok), Syahrial Felani (Mak Yal), Sukarnoto (Retno Ayumi). Ketiganya ialah pakar musik Melayu Deli. Sementara yang bertindak sebagai moderator adalah Erizal Barnawi, MSn, dosen muda dari Program Studi Musik Universitas Lampung (Unila).

Ketua Umum PERPROMI Dr. Hengky Tompo, MSi saat membuka acara Sarasehan Nasional ‘Musik dan Budaya Melayu’ mengaku bangga dan gembira. “Sarasehan nasional ini kegiatan yang bagus dan syarat akan ilmu pengetahuan. Selain itu, dapat pula dijadikan media pelestarian budaya. Sebab itu saya senang dan merasa bangga pada tim produksi PERPOMI,” ungkap Hengky.

Sarasehan Nasional, dengan tajuk ‘Musik dan Budaya Melayu Deli’, Rabu (21/7/2021), digelar oleh PERPROMO. (Foto: Tangkapan Layar)

Melalui Zoom Clouds Metting, Muhar Omtatok mengatakan, musik dan pantun bagi masyarakat Melayu Deli ibarat sepasang sandal. Keduanya berjalan seirama bergantian untuk saling melengkapi serta melindungi. “Melayu adalah musik. Melayu adalah pantun. Melayu musik dan pantun adalah satu nafas kebudayaan Melayu Deli,” terang Muhar Omtatok.

Sementara itu Mak Yal mengungkapkan, bahwa eksistensi musik dan pantun terjadi lantaran masyarakat Melayu Deli menjaga, merawat, dan membudayakannya. Dia juga menjelaskan sejumlah alasan mengapa masyarakat Melayu Deli melakukan hal tersebut. “Pertama, musik dan pantun adalah kebudayaan tak benda yang syarat akan nilai-nilai pendidikan,” tegasnya.

Kedua, lanjut Mak Yal, musik dan pantun adalah indentitas masyarakat Melayu Deli. Yang ketiga, musik dan pantun bisa dijadikan medium hiburan disela sela kepenatan menjalani aktivitas sehari-hari.

Pelaksanaan Sarasehan Nasional ‘Musik dan Budaya Melayu Deli’ bejalan lancer dan sukses. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang hadir, termasuk pejabat pemerintah juga turut hadir memeriahkan acara diantaranya, Edi Irawan dari Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi. “Kami takjub dengan PERPROMI yang selalu aktual dalam membuat acara literasi musik. Karena itu, kami akan selalu mensuport, maju terus PERPROMI, “ ujarnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here