Home News Sarat Inovasi dan Potensi, Kelurahan Terban Raih Juara Pertama Lomba Desa dan...

Sarat Inovasi dan Potensi, Kelurahan Terban Raih Juara Pertama Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY

474
0
Lurah Terban Narotama, SSTP, MSi (tengah) usai menrima trofi dan penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY foto bersama dengan Wakil Gubernur DIY Paku Alam XI (kiri) dan Kepada Disperindag IDY Ir. Aris Riyanta, MSi. (Foto: Dok. Pribadi Narotama)

BERNASNEWS.COM — Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta berhasil meraih peringkat terbaik pertama dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY. Trofi dan penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam XI, Jumat (13/8/2021), di Gedong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

Walikota Yogyakarta Drs. Haryadi Suyuti mengungkapkan, bahwa Kelurahan Terban memang layak untuk mendapatkan penghargaan karena memiliki sederet inovasi. Selain inovasi berupa kemudahan pelayanan bagi warganya. Juga mempunyai inovasi dalam penanggulangan Covid-19 di wilayahnya.

Walikota Yogyakarta Drs. Haryadi Suyuti (kanan) ikut mendampingi saat Kelurahan Terban mendapatkan trofi dan penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY, Jumat (13/8/2021). Foto: Dok. Pribadi Narotama.

“Kelurahan Terban memiliki sederet inovasi yang berhasil memberikan kemudahan pelayanan bagi warganya, diataranya inovasi yang digagas yakni program ‘Lemah Teles Terban Tanggap Covid-19, program ini khusus untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kelurahan Terban,” ungkap Haryadi, seperti dikutip dari Portal Pemberitaan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dikatakan, bahwa kegiatan tersebut adalah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, serta rutin melakukan penyemprotan desinfektan, dan penyaluran bantuan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.

Kelurahan Terban juga mempunyai program Simbok Peduli, yakni pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil untuk mengatasi stunting, serta menekan kematian ibu hamil selama masa pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh PKK Kelurahan Terban.

Sementara dari aspek pendidikan anak, lanjut Walikota, Kelurahan Terban memiliki inovasi yang mereka namakan ‘Terban Cerdas’. Terban Cerdas adalah sebuah program pendampingan belajar untuk anak-anak, yang dalam giatnya pihak kelurahan bekerjasama dengan tim dari Jogja Mengajar.

“Kegiatan ini adalah sebuah bentuk respon dalam menyikapi pandemi Covid-19 di sektor pendidikan. Jangan sampai mengendurkan semangat relawan untuk mendidik. Pasalnya, di situasi seperti inilah peran para relawan di komunitas-komunitas sangat dibutuhkan anak-anak,” ucap Haryadi.

Tak hanya itu, Kelurahan Terban juga memiliki inovasi yang mereka namakan ‘Pagar Rewang Tangga’, yakni pemberian bantuan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri yang dicentelkan di pagar rumah terkonfirmasi Covid-19.

“Untuk pemberdayaan masyarakat, PKK Terban bekerjasama dengan perusahaan jamu mengembangkan tanaman herbal dengan memanfaatkan lahan tidur milik warga yang semula tidak terawat,” beber Haryadi.

Komunitas KTB Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. (Foto: Kiriman Narotama)

Sementara itu, Lurah Terban Narotama, SSTP, MSi menambahkan, bahwa pengembangan fungsi dan cangkupan kinerja Kelurahan Terban terutama pada masa pandemi Covid-19 dititik beratkan pada penerapan e-Government dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk dalam memberikan pelayanan  kepada  masyarakat.

“Selain itu, Kelurahan Terban juga fokus pada pemberdayaan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam upaya pengentasan kemiskinan dan inovasi pelayanan publik,” terang Narotama, saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2021).

Dikatakan, potensi ekonomi di Kelurahan Terban sangat banyak dan menyebar di seluruh RW yang ada sehingga dibagi menjadi 4 kluster berdasar kampung. Klaster Pertama, Kampung Terban sebagai kampung budaya, kuliner dan air.

“Di Kampung Terban ini terdapat 6 RW dengan potensi yang beranekaragam yang sudah memiliki nilai jual baik dengan mendatangkan wisatawan maupun bekerjasama dengan pengusaha lokal dan hotel,” katanya. Kampung Terban, imbuh Narotama, memiliki banyak potensi seperti batik shibori, kerajinan daur ulang sampah, ikan cupang, produksi air minum nyess, kuliner bakpia erna, tanaman hias, dan kesenian jatilan.

Giat penyemprotan desinfektan oleh relawan pada rumah warga yang terkonfirmasi Covid-19. (Foto: Kiriman Narotama)

Kedua adalah Kampung Sagan, kampung yang terdiri dari 3 RW ini  sebagai kampung budaya, kuliner dan sayur. Potensi yang dimiliki antara lain peternakan ramah lingkungan Sapto Asri, kebun herbal, batik shibori, makanan dan kopi, juga mempunyai prajurit Bregada Sagan.

Ketiga Kampung Purbonegaran, tema dari kampung ini adalah kampung budaya, sayur dan herbal dengan potensi yang ada yakni lingkungan bersih, jajanan tradisional, kampung hijau, sarana dan prasarana kebudayaan, serta terdapat kerajinan kayu.

Klaster yang keempat Kampung Resonegaran, bertemakan kampung budaya, kuliner dan heritage. “Potensi yang seperti wedang seruni dan nasi bakar, obat tradisional Calcusol, kerajinan batik klasik Terbanan dan kerajinan logam. Di Kampung Resonegaran juga berdiri Museum Sandi,” imbuh Narotama.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa raihan prestasi tersebut bukan untuk kalurahan namun dipersembahkan untuk warga masyarakat Kelurahan Terban dan masyarakat Kota Yogyakarta. Berharap perolehan kejuaraan tersebut dapat mendorong warga untuk tetap menjaga semangat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here