Home News Sarapan Gratis Bersama Tukang Becak di Museum TNI AD Dharma Wiratama

Sarapan Gratis Bersama Tukang Becak di Museum TNI AD Dharma Wiratama

380
0
Pamflet sarapan gratis bertajuk "Ojo Lali Sarapan" yang diadakan Museum TNI AD Dharma Wiratama setiap hari Jumat dan dimulai Jumat (16/8/2019) pukul 08.00-10.00 untuk para tukang becak di Kota Yogyakarta. Foto : Museum TNI AD Dharma Wiratama

BERNASNEWS.COM —Untuk mengubah image masyarakat bahwa Museum TNI AD adalah institusi yang angker dan masih berjuluk “Korem Lama” yang tak boleh dimasuki sembarang orang, Museum TNI AD Dharma Wiratama akan mengadakan kegiatan sosial dengan berbagi kepada masyarakat umum, terutama di wilayah Kota Yogyakarta, dengan dukungan donatur dan relawan.

Kegiatan sosial yang juga untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI ini berupa makan dengan para tukang becak di halaman Museum TNI AD Dharma Wiatama di Jalan Jenderal Sudirman 75 Yogyakarta atau pojok Timur sisi Utara perempatan Gramedia. Kegiatan makan bersama perdana bertajuk “Ojo Lali Sarapan” itu akan diadakan pada Jumat (16/8/2019) pukul 08.00-10.00 WIB khusus dengan tukang becak. Dan menurut rencana kegiatan sarapan pagi secara gratis ini akan dilakukan setiap hari Jumat untuk masyarakat umum.

“Kita sangat bersyukur atas kemerdekaan Indonesia, sehingga melalui acara Ojo Lali Sarapan yang diadakan di tempat bersejarah ini dapat mewariskan nilai-nilai perjuangan para pahlawan, memperkuat nilai nasionalisme kebangsaan dan menanamkan patriotisme atau kecintaan kepada bangsa Indonesia,” kata Kapten Caj Yanti Murdiani, Kepala Museum TNI AD Dharma Wiratama, dalam siaran pers yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Rabu (14/8/2019).

Menurut Kapten Caj Yanti Murdiani, kegiatan perdana makan gratis bertajuk “Ojo Lali Sarapan” ini secara resmi akan dibuka oleh Kepala Balakmusmonpus Disjarahad selaku atasan dari Museum TNI AD Dharma Wiratama Kolonel Arm Hery Purwanto S.IP. Melalui kegiatan ini diharapkan akan lebih mendekatkan museum kepada masyarakat sekaligus mempromosikan tata pameran museum baru yang semula bersifat konvensional menjadi berbasis multimedia sebagai wahana informasi, sumber inspirasi, edukasi dan rekreasi bagi masyarakat luas.

Berkaitan dengan pembaharuan tata pameran museum, menurut Kapten Caj Yanti Murdiani, maka tata pameran berbasis multimedia pada Museum TNI AD Dharma Wiratama terdiri dari multimedia digital book, hologram virtual display, video mapping dan interaktif book 8 palagan, hologram cheoptic 8 palagan dan augmented reality markas pejuang. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here