Sang Legenda Telah Tiada , Selamat Jalan Didi Kempot

    592
    0
    Didi Kempot saat tampil dalam Konser Amal Dari Rumah, di rumahnya Solo, Jawa Tengah, kerja sama dengan Kompas TV, Sabtu (18/4/2020). Dalam konser itu berhasil mengumpulkan donasi Rp 5,6 miliar lebih dari para penggemarnya di seluruh Indonesia. Fopto : Repro Kompas TV

    BERNASNEWS.COM – Membaca berita duka tentang meninggalnya sang maestro musik Jawa Didik Kempot, tak kuasa menetes airmata. Meski bukan sanak saudara, namun sebagai salah satu penggemar lagu-lagunya, saya merasa kehilangan atas kepergiannya.

    Beberapa waktu lalu, tepatnya Rabu (22/4/2020) saya baru saja membuat tulisan “Mengenal Sang Legenda Didi Kempot” dengan harapan siswa-siswi saya di MTsN 6 Kulon Progo mengenal seorang seniman besar yang masih teguh mempertahankan ciri khas busana dan lirik Jawa dalam setiap penampilannya

    Didi Kempot belum tergantikan sebagai seniman musik yang piawai mencipta dan membawakan lagu sendiri. Tidak banyak seniman musik yang memiliki kemampuan seperti dia. Lagu-lagu yang dibuat tidak memiliki kesan menggurui, menggunakan kata-kata yang sopan dan mudah untuk diingat.

    Drs Sutanto, Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo dan Ketua MGMP Seni Budaya dan Prakarya MTs Kemenag DIY). Foto : Dok pribadi

    Dari syairnya secara otomotatis masyarakat mengenal tempat-tempat di berbagai daerah, seperti Stasiun Balapan, Terminal Tirntonadi, Tanjung Mas, Parangtritis, Terminal kartanegara, Pantai Klayar, dan masih banyak lagi.

    Kemampuannya mencipta lagu sangat luar biasa, karena telah mencipta 700 lagu lebih sejak tahun 80-an sampai sekarang. Nama besarnya tidak menjadikannya jumawa, namun justru tetap sebagai pribadi yang rendah hati dan memiliki rasa peduli.

    (Baca juga : Breaking News : Didi Kempot Meninggal Dunia)

    Kerendahan dan kebaikan hatinya dapat terlihat saat dia berkolaborasi dengan penyanyi lain, tak pernah sedikit pun dia merasa lebih senior. Sehingga penyanyi muda yang berkolaborasi merasa nyaman di bawah bimbingannya.

    Yang mengagumkan, dalam membuat lagu Didi Kempot seperti mengalir tak pernah kehabisan ide. “Lewat lagu Ora Mulih, misalnya, mengandung pesan agar para perantau untuk tidak pulang dulu ke daerah asalnya mengingat pandemi Covid-19 yang sedang terjadi..

    Belum ada setahun publik disuguhi bukti kebaikan hatinya, dengan mengorbitkan anak difabel yang bernama Arda. Setelah pertemuan dengan bocah tersebut pada sebuah hajatan di Klaten, Arda dibuatkan lagu Tatu, Kagem Ibu dan Ora Mulih.

    Setiap Arda selesai tampil, Didi Kempot selalu bilang, Latihan terus ya le, sesuk tak gawekke lagu meneh. Kata-kata ini merupakan motivasi dari sang Maestro untuk memacu semangat Arda terus berlatih menjadi lebih baik.

    Rasa sosialnya yang tinggi diwujudkannya dengan menggelar Konser Amal Dari Rumah, di rumahnya Solo, Jawa Tengah, kerjasama dengan Kompas TV, Sabtu (18/4/2020) berhasil mengumpulkan donasi Rp 5,6 milyar lebih dari para penggemarnya di seluruh Indonesia.

    Dan hebatnya seniman yang dijuluki Goodfather of Broken Heart ini memiliki jutaan penggemar di seluruh Tanah Air bahkan hinga luar negeri seperti Suriname yang terkenal dengan sebutan “Sobat Ambyar.” Mereka dengan setia hadir setiap pementasan di berbagai kota.

    Kini Sang Legenda telah tiada, seluruh masyarakat berdoa, semoga diterima semua amal baiknya, diampuni dosanya dan mendapat tempat terbaik disisi Allah Swt. (Drs Sutanto, Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo dan Ketua MGMP Seni Budaya dan Prakarya MTs Kemenag DIY)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here